
Yoland mengerjapkan matanya. Dia memandang sekeliling. Kepalanya terasa berat. Sambil berpegangan ke gagang pintu, Yoland berusaha berdiri. Yoland terkejut karena pintunya sudah tidak terkunci lagi.
Dengan tergesa-gesa Yoland keluar kamar. Dia berlari sambil melihat ke belakang. Di ruang tamu, Yoland menabrak seseorang. Dilihatnya orang tersebut. Ada rasa senang karena yang dilihatnya adalah Mrs. Zora.
Tak lama kemudian Yoland kembali merasa takut karena teringat bahwa Mrs. Zora yang di rumah ini bukan Mrs. Zora yang asli.
Yoland mundur selangkah. Karena dibelakangnya ada sofa, Yoland pun jatuh terduduk di sofa. Dia terus menatap sosok yang menyerupai Mrs. Zora tersebut.
Yoland menelan ludahnya saat wanita itu bergerak mendekat.
"Ka...kamu mau apa?" Yoland semakin ketakutan ketika wanita itu merangkak ke pangkuan Yoland.
"Aku mencintaimu." bisik wanita itu ditelinga Yoland.
Tubuh Yoland gemetar. Dia teringat cerita emak-emak yang lewat depan rumah saat Yoland sedang menunggu pesanan. "Ha... hantu perawan." pikir Yoland.
Wanita itu menciumi tengkuk Yoland. Meskipun Yoland tau dia bukan Mrs. Zora, akan tetapi wajahnya yang mirip membuat Yoland tidak bisa menolak wanita itu.
Di luar
Pak RT, Pak Sena dan suami Bu Anna hendak masuk ke halaman rumah Yoland. Baru saja hendak membuka gerbang, tiba-tiba Pak Sena menyuruh Pak RT dan suami Bu Anna berhenti.
"Ada yang aneh." ucapnya.
__ADS_1
"Bapak teh jangan nakutin kita atuh." Pak RT mulai panik.
"Pak RT hubungi dukun yang kemarin ke sini sekarang!" pinta Pak Sena.
"Kenapa atuh?" tanya Pak RT heran.
"Hubungi saja cepat bapak!" suami Bu Anna mulai kesal karena kebiasaan telminya Pak RT balik lagi.
"Iya iya sebentar." Pak RT mulai menelepon dukun kemarin.
Pak Sena membuka pintu gerbang. Ia mengitari rumah Yoland. Ia tertegun menatap tanah dengan bekas galian di sebelah tanah kosong dekat jendela dapur.
"Astaghfirullah, tanahnya masih agak basah berarti baru digali baru-baru ini." batin Pak Sena.
Pak Sena tetap berdiri di depan bekas galian tadi. Ia menunggu kedatangan gurunya.
Pak RT dan suami Bu Anna berjalan tergopoh-gopoh menghampiri Pak Sena.
"Beliau sedang di luar kota, bagaimana?" tanya Pak RT.
"Ya sudah biar saya saja. Bismillahirrahmanirrahim." Pak Sena mulai membaca ayat-ayat Allah.
Bau sajen menyeruak dari bekas galian tersebut.
__ADS_1
"Astaghfirullah, bau sajen Pak." seru Pak RT terkejut.
Pak Sena memberi kode agar diam. Ia menggali tanah tersebut dengan tangannya. Nampak tanah itu sangat mudah digali setelah Pak Sena membaca doa.
Dikeluarkannya sajen yang masih utuh dari dalam liang tersebut. Pak RT dan suami Bu Anna terkejut melihat sajen di tangan Pak Sena. Meskipun terkejut, mereka berdua berusaha diam.
Pak Sena mengambil kain putih berbentuk persegi. Kemudian Pak Sena berjalan menuju pintu depan rumah Yoland.
Pak RT dan suami Bu Anna mengikuti dengan cepat dari belakang.
"Bismillahirrahmanirrahim." ucap Pak Sena sambil mengangkat kain putih yang ia ambil tadi.
Pintu terbuka. Pak RT dan suami Bu Anna terkejut melihat Yoland sedang berciuman dengan sosok wanita pucat.
Karena merasakan kehadiran Pak Sena, sosok wanita itu menyeringai menatap Pak Sena.
Yoland menatap Pak Sena, Pak RT dan suami Bu Anna sekilas. Setelah itu, dia pingsan.
"Enyah kau dari sini!" pinta Pak Sena sambil mengambil tasbih dari sakunya. Beliau membaca doa-doa. Digenggamnya kain putih tadi bersama dengan tasbih.
Wanita tadi menjerit dan menangis. Kain putih tadi perlahan terbakar tanpa menyisakan abu. Wanita itu pun lenyap bersama dengan kain tadi.
~
__ADS_1