Live Young Master Bastard

Live Young Master Bastard
38.


__ADS_3

Yoland bangun dari tidur siang. Dia mencari Mrs. Zora tapi tidak ada. Baru saja hendak beranjak dari tempat tidur, Mrs. Zora berjalan keluar dari kamar mandi. Dia hanya memakai handuk yang melilit tubuhnya. Yoland menelan ludah melihat Mrs. Zora.


"Ngapain? Pake baju dulu sana." kata Yoland sambil memalingkan wajahnya dari Mrs. Zora.


"Sayanghhh...." desah Mrs. Zora di telinga Yoland. "Coba lagi yuk, siapa tau jadi." lanjutnya.


"Aku... aku belum mand..." Mrs. Zora mencium bibir Yoland dengan cepat.


"Mmphhh... nghh..." desah Mrs. Zora.


Yoland menghentikan ciuman itu. Dia menatap Mrs. Zora lekat.


"Temenku mau kesini." kata Yoland sambil memegang kedua pipi Mrs. Zora.


"Satu ronde aja." kata Mrs. Zora dengan nada memelas.


"Ntar malem aja ya." kata Yoland. "Gua ngga mau kalo cuma satu ronde doang." batin Yoland.


"Hmm." Mrs. Zora berjalan menuju lemari pakaian. Sedangkan Yoland masuk ke kamar mandi untuk mandi.


~


Malamnya jam 7, Azah, Dion, Gion, Vyn, Ergi, dan Rydas datang ke rumah Yoland.


"Woe Land gua aus nih mo minum." kata Azah sambil duduk di sofa.


"Iya bentar lagi dibikinin sama Zora. Eh, anjir malah gua kek pembantu." kata Yoland sambil memukul lengan Azah.


"Hehehe... sorry sorry abis biasanya kalo di rumah lu gua langsung ngambil sendiri ke dapur, lah ini ngga enak sama Mrs. Zora." Jelas Azah.


"Btw, lu ngapain nyuruh kita kumpul?" tanya Rydas.


"Iya nih, ada misi lagi kah?" timpal Ergi.

__ADS_1


"Ntar deh nunggu Zora dateng." jawab Yoland.


"Emang napa? Mrs. Zora ngga boleh tau ya?" tanya Dion sambil mengambil bantal untuk duduk.


"Maksud gua biar dia denger juga jadi ngga salah paham, belakangan dia sering banget marah nggak tau kenapa." jelas Yoland.


"Siapa yang sering marah?" Mrs. Zora menyela dengan tatapan sinis ke Yoland.


"Eh, ngga ada kok sini duduk." pinta Yoland.


Mrs. Zora berjalan ke Yoland setelah meletakkan minuman dan makanan yang dia buat. Dia duduk di pangkuan Yoland.


"Ahh..." desah Yoland, karena ukuran pinggul Mrs. Zora yang terlalu besar juga bokongnya hingga menyentuh bagian sensitif Yoland.


"Woe Ngapain lo!" teriak Gion.


"Sorry hehehe..." Yoland melirik Mrs. Zora yang sedang memelototi Yoland.


"Ada yang bangun nih hahaha..." ledek Azah.


"Gile faseh bener suaranya hahahaha..." kata Ergi.


"Hahaha... geli bangs**" timpal Dion.


"Woe udah udah! Dengerin dong." pinta Yoland, dia berusaha menahan wajahnya yang memerah.


"Hehehe... sorry sorry lanjut Pak." kata Azah.


"Jadi gini, tadi siang Revo telepon gua. Dia nanyain soal si albino." kata Yoland mulai menjelaskan.


"Nah, terus apa hubungannya sama kita?" tanya Ergi.


"Ntar dulu bego, gua belum selesai ngomong." bentak Yoland.

__ADS_1


"Sante pak, lanjutkan." kata Azah.


"Lu tau kan kita nemuin dia dimana? Nah, gua tuh jadi mikir kek nya mereka mau ngelelang tuh cewek albino dah." lanjut Yoland.


"Eh, gila sih. Gua kira lelang itu barang loh kok manusia di lelang?" tanya Ergi.


"Nah, itu yang gua pikirin abis Revo nelpon gua tadi siang." kata Yoland.


"Emang kalo manusia apalagi cewe di lelang buat apaan Cok?" tanya Azah.


"Si Jamet bego banget sih hadehh..." timpal Vyn.


"Bisa jadi kan dia dijadiin budak ****, ya ngga?" kata Ergi.


"Paling mungkin si kek gitu, emang apalagi kemungkinannya? Kan banyakan yang dateng orang ngga bener." kata Gion sambil mencomot keripik kentang.


"Lagian nih Land, kalo pun kita ngomong ngga tau ke Revo mereka pasti ngga bakal diem gitu aja kan?" Vyn berkata sambil mengetuk-ngetukan jarinya ke meja.


"Elahhh... tinggal umpetin albino ke villa lo pasti ngga ada yang tau kok." kata Azah memberi saran.


"Ini nih tololnya nyampe DNA. Woe tau ngga lo, villa Yoland jauh ntar kita ngga bisa mantau albino begooooo!" Omel Dion.


"Ya udah mau gimana? Lu aja ngga tau caranya." Azah balik mengomel ke Dion.


"Ah udah, malah berantem." kata Yoland. "Em... kalo dia tinggal disini dulu nggak apa-apa?" tanya Yoland pada Mrs. Zora.


Mrs. Zora menatap tajam ke Yoland. "Nono." jawab Mrs. Zora.


"Kenapa?" tanya Yoland.


"Why? Astaga, kamu suka ya sama dia? Kamu udah punya istri, masa iya mau ngebiarin cewe lain serumah sama istri kamu." omel Mrs. Zora. "Aku... aku kurang menarik kah?" tanya Mrs. Zora, matanya sudah berkaca-kaca.


"Nggak gitu.... iya iya nanti kita pindahin dia. Jangan marah ya." kata Yoland kemudian memeluk Mrs. Zora.

__ADS_1


Vyn dan yang lainnya hanya diam menatap Yoland dan Mrs. Zora. Mereka merasa tidak enak juga pada Mrs. Zora soal albino. Akan tetapi di sisi lain mereka juga kasihan dengan albino.


~


__ADS_2