Live Young Master Bastard

Live Young Master Bastard
17.


__ADS_3

Yoland dan yang lainnya masuk ke kelas masing-masing. Saat itu, di kelas Yoland Mrs. Zora sedang menerangkan materi.


"Siapa yang nyuruh kamu masuk?" tanya Mrs. Zora dengan nada tinggi.


Tanpa mempedulikan pertanyaan Mrs. Zora, Yoland duduk di bangku pojok. Dia menatap ke luar dari jendela. Sedangkan Mrs. Zora yang merasa diabaikan, mendekati Yoland.


"Kamu tuli ya!" bentak Mrs. Zora. "Keluar sekarang!" lanjutnya.


"Awas aja!" gertak Yoland di telinga Mrs. Zora. Dia pergi keluar kelas. Ia menuju parkiran dan melajukan motornya.


Yoland terus melajukan motornya ke daerah atas. Yah, dia sedang menuju ke sebuah villa. Sesampainya di sana, dia memarkirkan motornya di garasi. Seorang pria paruh baya menyapanya.


"Den Yoland, lama ngga kesini." sapa orang tersebut.


"Kang Wowon, iya nih kang sibuk hehe..." Yoland berjalan menghampiri orang yang dipanggil Kang Wowon.


"Mau minum apa den?" tanya Kang Wowon.


"Kopi deh kang, yang panas ya dingin nih." jawab Yoland kemudian duduk di kursi yang terbuat dari bambu.


"Siap atuh den, sebentar ya." Kang Wowon berlalu masuk ke dalam villa.


Yoland membuka ponselnya. Dia menatap sebuah foto. "Gua gamau pulang, salah sendiri bentak-bentak suami." batin Yoland kemudian tersenyum.


"Ini den, di minum ya." kata Kang Wowon. "Akang tinggal dulu ya den, masih ada kerjaan di kebun." lanjutnya.

__ADS_1


"Oke Kang." Yoland meminum kopinya. Dia menatap Kang Wowon yang semakin menjauh. "Woiya, lama juga ngga liat kebun." batinnya.


Yoland masuk ke dalam villa. Dia menuju dapur. Nampak seorang wanita paruh baya sedang beraktivitas di dapur.


"Bi Raras." sapa Yoland.


"Iya den, mau makan ya?" tanya perempuan tersebut kemudian tersenyum.


"Bibi tau aja hehe..." Yoland duduk di kursi.


"Bentar ya den." kata Bi Raras kemudian melanjutkan masak. "Aden, lama ngga kesini kenapa atuh?" lanjutnya.


"Bunda ngga mau ditinggal. Tau sendiri kan, bunda kalo sendiri di rumah takut. Lagian ayah, udah tau bunda kek gitu pergi keluar kota ngga ngajak bunda." jelas Yoland.


"Citra mana Bi?" tanya Yoland.


"Dia lagi di kebun, nanti kamu susul aja." jawab Bi Raras. "Ngomong-ngomong, Aden mau nginep?" lanjut Bi Raras.


"Iya Bi, bosen di rumah." jawab Yoland kemudian menyendok makanan.


"Yaudah bibi beresin kamar dulu." kata Bi Raras.


Setelah selesai makan, Yoland berjalan keluar. Dia menuju ke kebun teh milik orang tuanya. Tentu saja masih menggunakan seragam sekolah dan sepatu.


Sesampainya di sana, dia mencari sosok perempuan yang bernama Citra. Dia duduk di bawah pohon rindang.

__ADS_1


"Woe, Citraloka Dyah Sureswari!" teriak Yoland ke arah orang-orang yang sedang di kebun.


Tiba-tiba Yoland terkejut karena bahunya ditepuk. Dia memalingkan wajahnya.


"Woe, gila lu! Mau gua jantungan." kata Yoland.


"Hahaha... maap maap. Ngapain kamu teriak nama aku?" kata Citra.


"Dari dulu gua gitu kan." jawab Yoland. "BTW, lu kurusan deh. Dulu kan lu gendut. Hahaha..." ledek Yoland.


"Keknya kalo aku gendut jelek deh makanya aku kurusin nih badan hehehe..." Citra berkata sambil mengusap lengannya.


"Gendut tuh gemoy tau hehe..." Yoland jadi teringat Mrs. Zora. Meskipun Mrs. Zora tidak gendut, tapi dada dan bagian belakangnya besar. "Pfttt..."batinnya.


"Ya udah kamu aja yang gendut!" kata Citra ketus.


"Elahh Cit, gua bercanda kali. Sejak kapan lu jadi baperan? Udah punya pacar lu? Apa masih jomblo karatan? Hahaha..." Yoland tidak berhenti meledek Citra.


"Kamu tuh ya bisanya ngebully aku terus! Pulang aja sana huh!" Citra mengerucutkan bibirnya.


"Woe kok pipinya ngga gemoy lagi sih hahaha..." Yoland mencubit pipi Citra kemudian berlari. Terjadilah aksi kejar-kejaran kaya kucing dan tikus.


~


Mohon maaf ya author sakit, mau up tapi takut ngga konsen bikin lanjutan ceritanya😌

__ADS_1


__ADS_2