Live Young Master Bastard

Live Young Master Bastard
20.


__ADS_3

Paginya, Yoland dan Mrs. Zora sarapan di villa bersama dengan Bi Raras, Citra dan Kang Wowon. Setelah selesai, Yoland dan Mrs. Zora segera menuju mobil. Mereka pulang ke rumah hari ini.


"Hati-hati ya." kata Citra kemudian tersenyum, meskipun hatinya masih belum bisa menerima kenyataan bahwa Yoland sudah menikah.


"Oke. Makasih Bi Raras, Kang Wowon. Kita pamit dulu." Yoland melambai ke arah Bi Raras, Citra, dan Kang Wowon.


Yoland melajukan motornya. Mrs. Zora terlihat sangat menikmati pemandangan di sekitar. Bahkan dia sempat berdiri di motor dan berteriak. Padahal Yoland sudah mengingatkan, karena takut jatuh.


"Akhh!" teriak Mrs. Zora saat Yoland mengerem mendadak. "Iseng banget sih!" omelnya.


"Lagian ngapain si berdiri kek gitu, ntar kalo jatuh gimana?" kata Yoland kemudian tertawa.


"Watashi wa o aishitte Yolanda Victorian!" teriak Mrs. Zora.


"I love you to Xenozora!" teriak Yoland.


"Sejak kapan?" tanya Mrs. Zora sambil mempererat pelukannya.


"Eh... ng... kapan ya? Hehe..." Yoland malah balik bertanya.


"Huh! Dasar." Mrs. Zora kesal dan mencubit pinggang Yoland.


"Akhh! sakit. Jangan dong ntar jatuh." omel Yoland.


"Biarin!" kata Mrs. Zora ketus.


"Ya jangan dong ntar mati gimana?" Yoland berkata dengan nada meledek.


"Mati kalo sama kamu nggak apa-apa." kata Mrs. Zora lirih.


"Ngomong apa? Kamu cinta mati ke aku? Yahahah..." Yoland berkata kemudian tertawa.

__ADS_1


"Pede banget sih!" gerutu Mrs. Zora.


Motor terus melaju dengan kecepatan sedang. Entah kenapa, mereka kini merasa nyaman dan bahagia. Bahkan Yoland tidak tau sejak kapan dia sangat menyayangi Mrs. Zora.


~


Akhirnya Yoland dan Mrs. Zora sampai di rumah. Yoland segera mencari ayahnya. Nampak ayahnya sedang duduk di teras halaman belakang. Yoland duduk di samping ayahnya dan mulai membahas hal yang sejak kemarin membebani pikirannya.


"Yah, Yoland boleh minta tolong ngga?" tanya Yoland.


"Ada apa? Katakan saja." kata ayah kemudian meminum kopinya.


"Ayah tolong carikan info tentang perusahaan Vexovada." kata Yoland.


"Uhukkk!" ayah tersedak mendengar perkataan Yoland. "Untuk apa info tentang perusahaan Vexovada?" tanya ayah dengan nada was-was.


"Temen Yoland ditahan di sana yah, tolong yah kasian dia. Dijual sama mama tirinya." jelas Yoland.


"Soal rumah yah. Yoland..." Yoland berkata dengan menundukkan kepalanya.


"Iya ayah udah tau, bunda yang bilang kemarin. Lusa kamu bisa pindah ke sana." kata ayah.


"Makasih yah, maaf Yoland ngerepotin." Yoland nampak senang senyumnya mengembang memperlihatkan 2 gigi taringnya.


"Iya sama-sama, tapi kamu harus janji ya jadi suami yang baik." kata ayah memberi nasehat.


"Iya yah, Yoland akan berusaha." kata Yoland.


Setelah selesai berbicara dengan ayahnya, Yoland pergi ke kamar. Baru saja dia membuka pintu kamar. Nampak Mrs. Zora sedang berdiri dengan memakai handuk yang melilit tubuhnya. Rambutnya yang basah masih meneteskan air. Yoland menelan ludah menatap Mrs. Zora. Tanpa sadar, dia melangkah mendekati Mrs. Zora. Baru saja hendak mencium bibir Mrs. Zora, tiba-tiba ponsel Yoland berdering.


"Haishh! Hundan!" Yoland menggerutu kesal. "Apa?" bentak Yoland.

__ADS_1


"Etdah, baru juga diangkat udah kena semprot aja. Bos, soal Revo gimana?" tanya orang di seberang.


"Tadi gua udah ngomong ama bokap, katanya sih bakalan dicariin infonya sama tangan kanannya." jelas Yoland.


"Oke deh, thanks bos. Sorry ganggu niat gue cuma ngingetin hehe..." kata orang di seberang lagi.


"Iya sans. Dah ye gua sibuk." kata Yoland kemudian mematikan telepon.


"Kamu aneh ya." kata Mrs. Zora tiba-tiba. Dia duduk di atas pangkuan Yoland.


"Maksudnya?" tanya Yoland tidak mengerti dengan perkataan Mrs. Zora.


"Kenapa sih kamu jadi anak bandel banget?" tanya Mrs. Zora dengan nada sebal.


"Ng... nggak tau lah." kata Yoland ketus.


"Mau lanjutin nggak?" bisik Mrs. Zora.


Yoland memegang dagu Mrs. Zora dan mencium bibirnya. Cukup lama, hingga Mrs. Zora mendorong Yoland.


"Kenapa? Kamu yang nawarin kan tadi." Yoland menatap tajam Mrs. Zora.


"Lama banget aku ngga kuat." Mrs. Zora masih sibuk mengatur nafasnya.


"Cemen." bisik Yoland di telinga Mrs. Zora.


Mrs. Zora membelalakkan matanya. Dia tidak terima dihina seperti itu. Karena kesal, dia maju dan mengalungkan tangannya ke leher Yoland. "Ayo, siapa takut." tantang Mrs. Zora sambil mengedipkan sebelah matanya.


"Nunggu punya rumah dulu hehehe..." kata Yoland kemudian tertawa sambil guling-guling di ranjang.


Mrs. Zora menatap Yoland dengan kesal. Dia segera bangkit dan mencari baju.

__ADS_1


~


__ADS_2