
Setelah ujian hari ini selesai, Yoland segera pulang ke rumah. Saat lewat depan rumah Pak RT, Yoland disuruh mampir oleh Pak RT. Karena Yoland merasa Pak RT dan bapak-bapak lainnya sedang bermusyawarah, jadi Yoland memutuskan untuk mampir. "Untung aja gua pake jaket jadi seragam sekolah gua ngga keliatan." batin Yoland. Dia turun dari motor dan menghampiri Pak RT dan bapak-bapak lainnya yang sedang duduk lesehan di teras rumah Pak RT.
"Ada apa ya Pak?" tanya Yoland sambil duduk di samping suami Bu Anna.
"Jadi begini, kita mau ngadain ronda tiap malem. Karena tadi pagi tersebar rumor yang bikin takut warga." Pak RT mulai menjelaskan tujuan musyarawah itu.
"Maaf Pak, kalo boleh tau rumor apa ya?" tanya Yoland yang memang baru datang sehingga tidak tau apa-apa.
"Pagi tadi banyak sekali yang laporan ke saya karena banyak yang mendengar suara jeritan dan tangisan sepanjang jalan komplek kita. Kejadian itu terjadi sekitar pukul setengah tiga pagi. Banyak tuh warga yang merasa resah, saya sendiri juga nggak tau itu hantu atau cuma teror dari seseorang." jelas Pak RT.
"Ngeri bener dah, kok gua jadi merinding." batin Yoland.
"Untuk itu, saya berharap agar bapak-bapak sekalian mau meluangkan waktunya melaksanakan kegiatan ronda. Selain karena harus mengamankan komplek kita, juga agar kita bisa tau dengan jelas apa sebenarnya yang terjadi. Kan kita semua jadi tidak nyaman juga kalo tiap jam segitu denger suara nangis gitu." jelas Pak RT. Ada sedikit ketakutan terpancar di wajahnya.
"Nah iya tuh bener Pak, lagian kasihan juga anak-anak pada ketakutan." timpal seorang bapak yang duduk di samping Pak RT.
Yoland hanya menyimak musyawarah tersebut. Setelah selesai Yoland segera pamit pulang karena khawatir dengan Mrs. Zora.
__ADS_1
Sesampainya di rumah, Yoland segera memarkir motornya di garasi. Dia sedikit berlari masuk ke rumah. Yoland mencari Mrs. Zora di dapur, karena tidak ada akhirnya Yoland masuk ke kamar. Dilihatnya Mrs. Zora sedang duduk di ranjang membelakangi Yoland.
"Kamu udah makan?" tanya Yoland sambil memeluk Mrs. Zora dari belakang.
Mrs. Zora hanya mengangguk tanpa menoleh ke Yoland. Karena heran, Yoland membalikan badan Mrs. Zora.
"Sayang kenapa sih? Aku ada salah ya sama kamu?" tanya Yoland.
"Nggak ada kok." jawab Mrs. Zora kemudian tersenyum.
Saat sedang mandi, Yoland teringat penjelasan Pak RT. Dia sedikit merinding. Dengan cepat dia menepis pikiran itu jauh-jauh.
"Temenin makan yuk." kata Yoland pada Mrs. Zora yang masih duduk di tempat yang sama.
Mrs. Zora hanya mengangguk. Dia berjalan mengikuti Yoland. "Zora kenapa sih aneh banget, kok perasaan gua nggak enak." batin Yoland.
Yoland makan sambil diam. Mrs. Zora pun hanya menatap Yoland dengan tatapan kosong.
__ADS_1
"Oh iya, tadi aku ikut kumpulan sama bapak-bapak di rumah Pak RT. Mereka mau bikin rencana buat ronda. Kalo pas jadwalnya aku, kamu nggak apa-apa kan ditinggal?" jelas Yoland.
"Iya." Mrs. Zora mengangguk-anggukan kepalanya.
"Kamu capek ya?" Yoland mengusap pipi Mrs. Zora. "Balik ke kamar yuk." ajak Yoland.
Yoland menggendong Mrs. Zora ke kamar. Sedangkan Mrs. Zora hanya diam.
"Kalo kamu capek, kamu resign aja kan bentar lagi aku lulus ntar aku yang nafkahin kamu." kata Yoland, dia duduk di samping Mrs. Zora di ranjang.
Mrs. Zora hanya mengangguk.
"Kamu kenapa sih? Aneh banget tau, mana Mrs. Zora yang dulu!" bentak Yoland. Akhirnya Yoland meluapkan kekesalannya. Dia membuang muka dari Mrs. Zora.
Tiba-tiba Mrs. Zora memeluk Yoland. Dia membelai rambut Yoland tapi masih dengan diam. Karena capek akhirnya Yoland tertidur di pelukan Mrs. Zora.
~
__ADS_1