
Hari Minggu pukul 6 pagi, Mrs. Zora berjalan di sekitar kompleks perumahan. Dia menghampiri tukang sayur yang lewat. Nampak banyak ibu-ibu yang sedang mengerumuni tukang sayur tersebut.
"Mang, sayurnya masih?" tanya Mrs. Zora. Dia tersenyum.
"Wah penghuni rumah baru ya, sini Bu belanja bareng." timpal ibu berbadan gemuk.
"Masih banyak Bu, sok atuh dipilih." jawab Mang sayur.
"Eh iya, saya orang baru disini." Mrs. Zora masih menyunggingkan senyumnya.
"Kenalin Bu, saya Fenny rumahnya di sebelah kiri rumah ibu persis." kata Bu gemuk.
"Saya Rita, rumahnya depan rumah ibu." kata ibu berambut lurus panjang.
"Kalo saya Anna, rumahnya di sebelah kanan rumah ibu." kata wanita berhijab.
"Nama saya Zora." kata Mrs. Zora masih dengan senyumnya yang manis.
"Ibu kapan-kapan ikut kumpul-kumpul PKK juga sekalian ikut arisan, biar bisa akrab." kata Bu Rita.
"Iya bener tuh Bu." timpal Bu Fenny.
"Iya Bu, besok-besok saya ikut." kata Mrs. Zora.
Mereka melanjutkan belanja mereka. Setelah selesai, Mrs. Zora pamit untuk pulang karena dia harus segera memasak sarapan untuk Yoland.
__ADS_1
Sesampainya di rumah, Mrs. Zora segera menuju dapur dan mulai memasak. Setelah masakan matang, Mrs. Zora menyajikannya di meja makan.
"Heran, kok dia belum bangun jam segini." pikir Mrs. Zora. Dia kemudian berjalan menuju kamar. Benar saja, Yoland masih tidur tengkurap dengan memeluk bantal guling.
Mrs. Zora mendekat. Dia mencium pipi Yoland dan berbisik di telinga Yoland, "Sayang bangun udah siang."
"Ngh..." Yoland menggeliat. Dia mengedipkan matanya dan menatap Mrs. Zora. Dengan segera di peluknya Mrs. Zora untuk berbaring bersama.
"Makanannya udah matang, sarapan dulu." ajak Mrs. Zora.
"Hmmm, makasih." kata Yoland kemudian beranjak dan mengikuti Mrs. Zora ke dapur.
Mereka pun duduk dan segera sarapan.
"Tadi aku ketemu sama ibu-ibu di komplek ini." kata Mrs. Zora.
"Depan, kanan, kiri rumah kita." jawab Mrs. Zora.
"Lah kok jawabnya gitu." kata Yoland bingung.
"Emang gitu kok. Terus mereka kenalan abis itu ngajakin aku ikut kumpulan emak-emak gitu." lanjut Mrs. Zora.
"Pfttt... emak-emak." Yoland menahan tawa.
"Apa? Mau ngeledek?" Mrs. Zora memandang Yoland dengan kesal.
__ADS_1
"Enggak kok." Yoland menundukkan kepalanya dan melirik Mrs. Zora. "Kamu kan emang udah jadi emak-emak." lanjutnya.
"Dasar bapak-bapak." Mrs. Zora cemberut dan mencubit pinggang Yoland.
"Ahhhh... ampun jangan hahaha..." Yoland tertawa sambil mencoba mengelak dari cubitan Mrs. Zora.
Setelah selesai sarapan Mrs. Zora mandi dan berganti pakaian. Sedangkan Yoland duduk di sofa sambil membuka ponselnya. Dilihatnya chat di grup. Vyn mengajak untuk berkumpul lagi dan membahas tentang rencana menolong Revo.
"Padahal kecil kemungkinannya, tapi mereka benar-benar berharap bisa menolong Revo." batin Yoland.
"Ngelamunin apa sih." tiba-tiba Mrs. Zora memeluk Yoland dan duduk di sampingnya.
"Ini, soal Revo." kata Yoland. Dia memperhatikan Mrs. Zora. Kemudian tersenyum.
"Kenapa?" tanya Mrs. Zora.
"Cantik." kata Yoland masih dengan senyum yang memperlihatkan gigi taringnya.
"Jangan senyum gitu dong aku takut digigit." Mrs. Zora menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.
Yoland memeluk Mrs. Zora erat. "Jangan pergi ya." bisiknya di telinga Mrs. Zora.
"Malah aku takut kamu yang pergi." Mrs. Zora melepaskan pelukan Yoland dan menatap Yoland.
"Ngga akan." Yoland berkata sambil mengacungkan jari telunjuk dan jari tengah membentuk huruf V.
__ADS_1
~
Maaf ya author sibuk banget, kerja lembur terus 😌 capek banget rasanya 🥺