
Paginya, Mrs. Zora bangun terlebih dahulu. Ia sudah siap dengan kemeja putih polos dan rok span hitam pendek. Ia membuka tirai jendela. Kemudian mendekati Yoland yang masih tidur.
"Sayanghhh... bangun..." ucap Mrs. Zora tepat di telinga Yoland.
"Nghh..." Yoland menggeliat. Dia mengerjapkan matanya.
"Bangun udah siang cepet mandi!" pinta Mrs. Zora.
"Hoammm..." Yoland beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi sambil menguap.
Mrs. Zora menatapnya sambil menggelengkan kepala. Ia turun ke bawah untuk menyiapkan sarapan.
"Bunda." sapa Mrs. Zora.
"Sini bantuin bunda sayang, Yoland udah bangun?" tanya bunda yang masih sibuk dengan selai rotinya.
"Udah bund, lagi mandi dia." jawab Mrs. Zora sambil menuangkan air panas ke gelas yang berisi susu.
"Anu... Zora sayang, kamu udah isi?" tanya bunda dengan sedikit was-was.
"Ah... maksud bunda?" Mrs. Zora sedikit bingung.
"Kamu..." bunda tidak melanjutkan kata-katanya, karena Yoland datang menghampiri mereka.
"Pagi bunda." sapa Yoland.
"Em... pagi sayang. Cepetan sarapan!" pinta bunda. " Zora kamu cepetan sarapan!" lanjutnya.
Selesai sarapan, Yoland dan Mrs. Zora pergi ke sekolah. Tentu saja dengan mobil yang berbeda.
~
Seperti biasa, Yoland tidak langsung masuk kelas. Dia nongkrong di basecamp.
"Noh, si bos dateng." kata Azah.
"Gua gaada ada kejadian apa?" tanya Yoland sambil duduk.
"Ngga ada, ngga asik lu kagak ada." jelas Dion.
__ADS_1
"Terus soal yang kemarin?" Yoland pura-pura menyinggung soal geng mid night.
"Gatau si, tapi mereka ilang gitu aja gaada kabar samsek." jawab Gion sambil menggaruk tengkuknya.
"Btw, kok bisa si lu ama Mrs. Zora samaan ngga berangkat?" tanya Azah mengejutkan Yoland.
"Eh...ng... mana gua tau lah." jawab Yoland ketus.
"Gile lu! Ada apa lu ama Mrs. Zora?" Azah makin menjadi-jadi meledek Yoland.
"Heh anj! Gua kagak kenal ama dia." Yoland memasang wajah cemberut dan memerah.
"Sumpah! Baru kali ini gua liat ekspresi si bos kek gitu hahaha..." Azah tertawa terbahak-bahak disusul yang lain.
"Oh, sekarang gua di bully nih?" Yoland berkata dengan nada sinis.
"Eh ngga gitu boss..." Azah merasa bersalah.
"Tau ah, gua ke kelas." Yoland berjalan menuju kelas.
Sesampainya di depan pintu kelas, Yoland menendang pintu dengan keras sampai terbuka. Ternyata sudah ada yang menunggu di kursi sebelah tempat duduknya.
"Lepasin!" pinta Yoland dengan ketus.
"Kemana aja si?" Tanpa rasa malu, Leona duduk di pangkuan Yoland.
Banyak mata melotot terkejut memandang Leona dan Yoland. Tiba-tiba, Mrs. Zora datang masuk ke kelas. Ia sama terkejutnya dengan siswa siswi lainnya.
"Astaga!" teriak Mrs. Zora, ia kemudian berlari keluar kelas.
"Eh! Awas lu!" pinta Yoland dengan kasar. Dia mendorong Leona, kemudian berlari keluar kelas.
Di ruangan Mrs. Zora, Mrs. Zora sedang menangis sambil menunduk dan memeluk lutut.
"Mrs..." Yoland masuk dan mendekati Mrs. Zora.
"Hiks...hiks..." tangis Mrs. Zora. Ia tidak mempedulikan keberadaan Yoland.
"Maaf, aku ngga tau kalo..." Yoland ikut duduk di lantai.
__ADS_1
"Kalo apa? Kalo aku ngga dateng, kamu pasti bakalan diem aja kan?" teriak Mrs. Zora.
"Ngga gitu, aku juga ngga tau kenapa tiba-tiba Leona duduk di ... ah udah lah. Maafin aku ya... sa... sayang..." Yoland berkata dengan wajah memerah.
Mrs. Zora memeluk Yoland. Dia menangis lagi.
"Baka! Haa...hiks ...hiks..."
"Maafin aku." kata Yoland sambil membalas pelukan Mrs. Zora.
"Tadi kamu bilang apa?" tanya Mrs. Zora.
"A...apa?" Yoland merasa sedikit panas wajahnya memerah.
"Tadi... pas minta maaf. Coba ulangi!" pinta Mrs. Zora.
"Aku... haishh! Aku minta maaf sayang." kata Yoland kemudian menutup wajahnya.
Mrs. Zora yang melihat reaksi Yoland merasa gemas. Dia menarik tangan Yoland, kemudian mencium bibirnya.
"Mpphhh... Mrs..."
"Kamu kenapa selalu menolak?" tanya Mrs. Zora tiba-tiba. Dia memandang Yoland dari dekat.
"Aku... aku... aku sebenarnya ngga tau caranya." jawab Yoland. Wajahnya kembali memerah.
"Hahaha... ternyata kamu sepolos itu hahahah..." tawa Mrs. Zora meledak. Dia masih tidak menyangka, anak nakal seperti Yoland tidak mengerti hal seperti itu.
"WTF!" gerutu Yoland. Dia menyilangkan kedua tangannya di dada sambil cemberut.
"Uuhhh... gemoykuuu... mau diajarin ngga ssshhhh..." Mrs. Zora berkata kemudian mendesah di telinga Yoland.
Yoland terkejut, dia memalingkan wajahnya dari Mrs. Zora.
"Nanti malamnya, kamu tenang aja nanti aku ajarin kok." Mrs. Zora berkata dengan genit.
Mereka pun kembali ke kelas untuk melanjutkan kegiatan pembelajaran yang tertunda.
~
__ADS_1
Malamnya... ezz...