Live Young Master Bastard

Live Young Master Bastard
8.


__ADS_3

Sesampainya di rumah, Yoland dihakimi oleh ayahnya. Mereka dan bunda duduk di ruang tamu.


Plakk


"Ayah jangan!" teriak bunda sambil menangis.


"Biarkan saja! Anak berandal seperti ini tidak perlu dikasihani. Mau jadi apa kamu kalo sudah seperti ini? Apa kamu tidak sedih melihat orang tua mu kecewa? Kurang apa ayah nak selama ini? Sudah berusaha membersarkanmu mendidikmu mencukupi kebutuhanmu kurang apa nak kurang apa!" Pak Edward berkata dengan nada tinggi. Ia memandang Yoland tajam.


"Bunda juga, kebiasaan anak salah dibelain makanya jadi seperti ini." omel Pak Edward pada bunda.


"Bunda minta maaf yah sudah gagal mendidik Yoland...hiks...hiks..." tangis bunda.


"Yoland minta maaf yah, bund. Selama ini Yoland udah nyusahin." kata Yoland masih tertunduk.


"Bagus kalau kamu mengakui kesalahanmu dan meminta maaf. Untuk ke depannya ayah harap kamu bisa lebih bertanggung jawab, apalagi nanti kamu mempunyai seorang istri." jelas Pak Edward lagi.


"Iya yah." Yoland mengiyakan.


Yoland pun pergi ke kamarnya setelah mendapat izin dari ayahnya. Dia merenung atas kejadian yang menimpanya. Dia Duduk di balkon sambil menatap langit.


"Wah parah si, masa SMA gua ilang gitu aja." renungnya.


Tanpa di sadari air matanya menetes.


"Lah kok gua nangis... haha..." Yoland tertawa berusaha menutupi kesedihannya.


~


Sorenya setelah bangun tidur, Yoland mengangkat telepon dari Dion.


"Boss kok ga masuk?" tanya Dion.


"Capek njir..." jawab Yoland dengan malas.


"Kok bisa barengan ama Mrs. Zora hehe..." lanjut Dion.


"Gua gatau ye, dah deh to the point aja napa nelfon gua?" tanya Yoland.

__ADS_1


" Gini, ntar malem kita disuruh dateng ke acara pembukaan club baru di Kota Barat. Katanya si itu club punyanya Jerry." jelas Dion.


"Oke dah ntar gua dateng." kata Yoland kemudian mematikan telepon.


Yoland bergegas ke kamar mandi. Setelah selesai mandi dan berganti pakaian, dia turun ke bawah menuju dapur.


"Bund..." panggilnya.


"Sayang udah bangun? Makan dulu gih!" pinta bunda.


"Makasih bund." kemudian dia duduk di kursi.


"Ayah mana bund?" tanya Yoland sambil menengkok ke kanan dan ke kiri.


"Ayah pergi meeting sama client di luar kota. Baru aja berangkat." jawab bunda.


"Bund..." panggil Yoland.


"Iya sayang kenapa?" Tanya bunda kemudian menatap Yoland.


"Sayang, bunda selamanya akan tetap sayang ke Yoland. Apalagi anak bunda cuma satu." jawab bunda. Ia mengelus kepala Yoland, kemudian menciumnya.


"Makasih bund, maafin Yoland ya..." kata Yoland.


"Iya sayang. Yaudah selesein makannya ntar anterin bunda arisan di tempatnya Bu Erika ya." kata bunda.


"Siap bund." Yoland melanjutkan makannya.


~


Di tempat arisan seperti biasa, ibu-ibu mengerumuni Yoland. Mereka selalu memuji-muji karena Yoland sangat tampan. Bahkan banyak dari mereka yang berusaha menjodohkan Yoland dengan anak perempuan mereka. Inilah yang membuat Yoland malas mengantar bundanya ke tempat arisan.


"Bund Yoland pamit." kata Yoland kemudian mencium tangan dan pipi bundanya.


"Iya sayang hati-hati ya." kata bunda.


~

__ADS_1


Yoland melajukan motornya kembali. Akan tetapi bukan ke rumahnya, melainkan ke sebuah kosan.


"Ry!" seru Yoland sambil mengetuk pintu.


Ceklek


"Loh Land, tumben lu kesini ada ape?" tanya Rydas.


"Gabut aja, ntar malem clubing juga." jawab Yoland kemudian masuk ke dalam.


"Etdah masih sama aja kagak pernah beres nih tempat." Yoland mengomentari kamar Rydas.


"Yee kek gatau gua aja lu." Rydas berkata sambil membuat es teh.


"Ngapain si masih main game ginian? Sekarang mah simpel main di hp aja." kata Yoland sambil memegang stick PS.


"Gatau laa gua suka aja. BTW lu tadi ga berangkat kenapa?" tanya Rydas mengalihkan topik.


"Ada problem dikit di rumah biasa bokap pulang mah gitu." jawab Yoland bohong.


"Yah biasa amat si, emang dari dulu lu ga pernah akur ama bokap lu." kata Rydas.


"Ry main kuy dah lama gua ga main nih game." ajak Yoland.


"Gasss." Rydas duduk di samping Yoland.


Mereka bermain sampai berjam-jam. Sampai akhirnya terdengar telepon berdering.


"Halo..." kata Yoland.


"Lu dimana bos? Kita udah nunggu daritadi." kata Dion setengah mengomel.


"Eh, gua lupa sumpah hehehe... otw dah bentar ya." kata Yoland.


Yoland dan Rydas bergegas mengendarai motor mereka ke club baru.


~

__ADS_1


__ADS_2