
Sore itu, Yoland dan Mrs. Zora mengemasi barang-barang yang mereka beli untuk albino. Setelah semua barang masuk ke bagasi mobil, Yoland segera menjemput albino. Dia menggendong nya masuk ke mobil. Barulah mereka berangkat ke villa Yoland.
"Tolong dong bilangin ke dia biar ngga usah nerima tamu sama ngga usah mau diajak kenalan sama orang asing." kata Yoland ke Mrs. Zora.
"Please remember, you are not allowed to accept foreign guests. Also don't want to get acquainted with strangers." kata Mrs. Zora pada albino.
"Okay." albino mengangguk.
"By the way, what name do you want to be named?" tanya Mrs. Zora.
"Up to you." albino itu hanya tersenyum.
"Okay, shall we name you Anna?" tanya Mrs. Zora lagi.
"Haha... it's not bad, I like it." jawab albino.
"Oke, jadi namanya sekarang Anna." kata Mrs. Zora.
"Anna? Sejak kapan?" tanya Yoland.
"Sejak tadi." jawab Mrs. Zora.
"Jadi kamu yang ngasih nama?" Hahaha..." Yoland tidak menyangka bahwa Mrs. Zora mau memberi albino nama.
"Kita bingung mau manggil apa tau." kata Mrs. Zora ketus.
"Iya iya terserah kamu." Yoland mengelus kepala Mrs. Zora.
~
Sesampainya di villa, Yoland segera menemui Kang Wowon. Sedangkan Mrs. Zora dan Anna menunggu di dalam mobil.
"Kang." sapa Yoland pada pria paruh baya yang sedang memotong dahan pohon di depan villa.
__ADS_1
"Eh, Den Yoland. Akhirna parantos sumping." Kang Wowon segera turun dari atas pohon. "Kalebet, istirahat heula. Anjeun kedah cape tina perjalanan anu panjang." lanjutnya.
"Iya Kang makasih." Yoland berjalan mengikuti Kang Wowon. "Barangnya di bagasi Kang." Yoland menunjuk ke arah mobil yang dia kendarai tadi.
"Siap, Den." Kang Wowon segera menuju bagasi mobil untuk mengambil barang-barang albino.
Sedangkan Yoland, dia menggendong albino masuk ke dalam villa dengan di ikuti oleh Mrs. Zora.
"Kang, titip Anna ya. Dia ngga punya tempat tinggal." kata Yoland pada Kang Wowon.
"Iya Den, tenang aja nanti biar Citra yang nemenin." kata Kang Wowon.
"Oh iya, dia ngga bisa bahasa sini tolong ajarin bahasa Indonesia sekalian ya hehe..." kata Yoland lagi.
"Iya nanti Akang bilang ke Citra. Mau dibuatin minum apa nih?" tanya Kang Wowon.
"Es Kelapa muda." tiba-tiba Mrs. Zora menyambar. Dia menatap Yoland dengan tatapan memelas.
"Ya udah Kang itu aja." kata Yoland.
"You just rest, we're out first." kata Mrs. Zora pada Anna.
"Okay, thanks." tiba-tiba Anna memeluk Mrs. Zora.
"Oke." Mrs. Zora segera melepas pelukan Anna dan menggandeng tangan Yoland keluar kamar.
Mereka berdua berjalan ke halaman belakang. Di sana tampak Kang Wowon sedang mengupas kelapa muda.
"Banyak banget Kang." kata Yoland sambil duduk di kursi yang terbuat dari bambu. "Eh, kamu ngapain? Ini kan masih kosong." Yoland menahan pinggul Mrs. Zora karena dia akan duduk di pangkuan Yoland.
"Ngga mau." Mrs. Zora dengan cepat mendudukkan bokongnya di pangkuan Yoland.
"Ngga apa-apa atuh Den, biar Neng Zora puas makannya." kata Kang Wowon masih sibuk dengan kelapa dan goloknya.
__ADS_1
"Ngomong-ngomong, Bi Raras sama Citra ngga keliatan. Mereka kemana Kang?" tanya Yoland.
"Mereka lagi ikut syukuran di rumahnya Pak Kades baru aja berangkat tadi." jawab Kang Wowon.
"Masih lama ya Kang? Soalnya saya sama Zora ngga bisa lama-lama disini, besok saya ada jadwal ujian." kata Yoland.
"Paling nanti abis isya pulang." jawab Kang Wowon.
"Iya deh nggak apa-apa." Yoland menganggukkan kepalanya.
"Ini sudah nih tinggal tambahin es aja di kulkas." Kang Wowon memberikan baskom berisi air kelapa dan kelapa mudanya ke Mrs. Zora.
"Makasih." Mrs. Zora menerima baskom tersebut dan membawanya ke dapur dan diikuti oleh Yoland. "Es nya mana?" tanya Mrs. Zora.
"Nih." Yoland memberikan cetakan es berisi es batu kotak kecil-kecil. Dia menatap Mrs. Zora dengan heran. "Zora kenapa sih kok ngga kayak biasanya." batin Yoland. "Eh... eh... mau ngapain?" Yoland menahan baskom yang di pegang Mrs. Zora karena Mrs. Zora mau meminum langsung dari baskom itu.
"Lepasin!" Mrs. Zora menatap Yoland dengan mata berkaca-kaca. Yoland segera melepaskan tangannya. Benar saja, Mrs. Zora meminum langsung dari baskom itu.
"Lah, kok di habisin yang lain belum loh." gerutu Yoland. Sebenarnya, dia merasa ada yang aneh pada Mrs. Zora karena dia mampu menghabiskan es kelapa muda sebaskom sekaligus. "Kamu sakit?" tanya Yoland. Dia memegang kening Mrs. Zora.
Mrs. Zora hanya menggelengkan kepalanya. Dia berlalu menuju teras depan villa. Yoland hanya mengikuti Mrs. Zora dengan bingung. "Ya Tuhan, dia kenapa sih kok aneh." batin Yoland sambil menatap Mrs. Zora yang sedang duduk di kursi goyang yang terbuat dari bambu.
Tiba-tiba Mrs. Zora menggumamkan sesuatu dengan nada lirih. Bahkan, hampir tidak terdengar. Akan tetapi, Yoland masih bisa mengerti bahwa Mrs. Zora sedang bernyanyi. Yoland berjongkok di dekat Mrs. Zora.
"Sayang masuk yuk." ajak Yoland.
"Nggak mau." Mrs. Zora menolak ajakan Yoland tanpa menoleh ke Yoland.
"Terus kamu maunya apa?" tanya Yoland. Dia menggenggam tangan Mrs. Zora dan membelai rambut Mrs. Zora.
"Aku mau itu." Mrs. Zora menunjuk ke arah pohon durian.
"Jangan sekarang ya, udah mau malem kita harus pulang." Yoland membujuk Mrs. Zora sambil memeluknya.
__ADS_1
Mrs. Zora hanya diam. Dia berjalan menuju garasi dan masuk ke mobil. Yoland hanya mengikuti Mrs. Zora. Mereka berdua pun pulang ke rumah setelah ijin pada Kang Wowon.
~