
Sesampainya di rumah Yoland segera bertemu dengan bundanya. Sepanjang jalan dia terus memikirkan bundanya. Karena bundanya selalu saja ketakutan ketika sendirian di rumah. Meskipun banyak pelayan akan tetapi bundanya selalu beralasan merasa takut jika Yoland atau pun ayah nya tidak di rumah.
"Sayang kamu darimana aja jam segini baru pulang bunda takut." kata bunda sambil memeluk Yoland.
"Maaf bund, Yoland tadi ada urusan." kata Yoland berusaha memberi penjelasan.
"Lebih penting urusan kamu daripada bunda kah?" bunda bertanya dengan nada sedih.
"Emm...anu... maaf bund." Yoland merasa tidak enak karena telah membuat bundanya sedih.
"Ya sudah kamu mandi terus makan sana!" pinta bunda sambil berlalu ke kamarnya.
"Duh bunda ngambek nih hmm." Yoland pun berjalan menuju kamarnya.
Di kamar ia segera menuju kamar mandi. Setelah selesai mandi dan berganti pakaian, ia pun menuju dapur untuk makan.
"Eh Bi! Bunda mana? udah makan kah?" tanya Yoland pada Bi Ul.
"Nyonya di kamar den sudah makan tadi." jawab Bi Ul.
"Oohh..." Yoland melanjutkan makannya.
Setelah selesai ia segera menuju kamar bundanya.
"Bund..." panggilnya setelah mengetuk pintu.
"Yaa... masuk aja sayang!" pinta bunda.
Yoland pun masuk ke kamar. Ia duduk di samping bundanya.
"Ayah pulang kapan bund?" tanya Yoland.
__ADS_1
"Minggu depan sayang." jawab bunda singkat.
"Liat apaan si bund konsen amat?" tanya Yoland heran. Ia pun memajukan dirinya agar lebih dekat dengan bundanya.
"Ah, ini bunda lagi liat tik tok." jawab bunda sambil memperlihatkan video di layar ponsel nya.
"Eh kok..." Yoland merasa risih karena di video tersebut nampak seorang wanita yang sedang berjoget bersama seorang pria dengan goyangan yang aneh.
"Kenapa? Ini bagus loh! Mau nemenin bunda bikin kaya gini ngga?" sontak perkataan bunda membuat Yoland terkejut.
"Anu... bund apa ini ngga aneh ya?" Yoland merasa aneh pada video tersebut.
"Aneh apanya ini bagus tau." kata bunda. "Sini sayang deketan dikit!" pinta bunda sambil menarik lengan Yoland.
"Tapi bund itu gerakan cewenya aneh." Yoland berusaha menolak.
Sebenarnya Yoland memang ingin menolak permintaan bundanya. Tapi ini sulit, karena selama ini ia tidak pernah menolak permintaan bundanya. Bahkan waktu itu bundanya pernah meminta Yoland untuk meluluri tubuh bundanya. Sedangkan bundanya hanya menggunakan handuk yang begitu kecil.
Mereka berdua pun mulai berlatih gerakan yang ada di video tersebut kemudian mempraktekkannya.
"Sayang kamu deketan dikit dong ntar ga bagus!" bunda berkata dengan nada sedikit tinggi.
"Haduuhhh bund maluuu!" Yoland setengah merengek.
Bagaimana tidak? Ia disuruh berdiri dibelakang bundanya yang menggoyangkan pinggulnya. Bayangin aja deh kalo kalian cowok normal gimana! Apalagi bunda punya tubuh yang bagus.
"Sekali lagi ya pokoknya harus jadi!" bunda memaksa Yoland untuk serius.
Akhirnya perekaman video pun selesai. Yoland meminta izin untuk ke kamarnya dengan alasan ingin istirahat. Akan tetapi bundanya tidak mengizinkanya.
"Ngapain? Temenin bunda tidur!" pinta bunda.
__ADS_1
"Astaga bund Yoland udah gede." tegas Yoland.
"Bunda takuttt..." bunda berkata dengan mata berkaca-kaca.
"Iyaa bundaaaaa..."
Yoland pun mengiyakan. Mereka tidur karena sudah malam.
~
Paginya, Yoland segera berlari ke kamarnya. Sebelum mandi, ia menyempatkan diri untuk memeriksa ponselnya. Betapa terkejutnya ia saat melihat layar ponsel nya.
"Astaga 76 miss call!" ucapnya terkejut.
Ia kemudian berlari ke kamar mandi untuk mandi dan berganti seragam. Setelah selesai barulah ia turun untuk sarapan.
"Sarapan dulu sayang!" pinta bunda sambil mengoleskan selai coklat di roti.
"Iya bund makasih." Yoland sarapan dengan cepat.
Setelah selesai ia segera pamit. Seperti biasa ke enam temannya sedang menunggu di luar.
"Gila lu! Semalem kemana aja gua telfonin kagak diangkat." Dion mengomel karena merasa tidak dipedulikan telfonnya semalam.
"Ketiduran." jawab Yoland singkat.
"Land penting, genk mid night..." Gion tidak meneruskan perkataannya karena Yoland mengibaskan tangannya.
Mereka pun segera menaiki motor masing-masing untuk pergi ke sekolah.
~
__ADS_1