Live Young Master Bastard

Live Young Master Bastard
11.


__ADS_3

Paginya, Yoland mengantar Mrs. Zora ke rumah. Tentu saja mereka sudah sarapan di hotel. Karena kejadian semalam mereka masih canggung. Selama di perjalanan mereka saling diam.


Setengah jam kemudian mereka sampai di depan rumah Mrs. Zora. Yoland tidak ikut masuk karena Mrs. Zora tidak memperbolehkan. Yoland pun segera melajukan motornya ke rumah.


Di rumah, bundan Yoland sedang menangis. Yoland yang baru pulang dikejutkan dengan tamparan dari ayahnya.


Plakk!


"Dasar anak tidak tau diri! Baru saja berbuat salah sudah berani berulah. Kemana saja kamu sampai tidak pulang?!" bentak Pak Edward.


"Maaf Yah, semalem Yoland nemenin Mrs. Zora...eh Zora." jawab Yoland sambil menunduk.


"Ngomong-ngomong soal Zora, besok kalian menikah. Tadi Pak Edy datang kemari meminta untuk memajukan tanggal pernikahan kalian." tiba-tiba saja nada suara Pak Edward berubah.


"Hmm..." desah Yoland. Dia pasrah dengan keadaan.


"Sudah sana masuk kamar! Nanti bunda nemenin kamu fitting baju pengantin." kata Pak Edward.


Yoland pergi ke kamar tanpa berkata. Tak lama kemudian bunda masuk ke kamar Yoland. Ia memeluk Yoland kemudian menangis.


"Bunda maafin Yoland ya." kata Yoland. Dia tau pasti dari semalam bunda nangis karena matanya bengkak.


"Iya sayang nggapapa. Jangan di ulangin lagi ya, bunda khawatir." kata bunda sambil mengelus kepala Yoland.


"Iya bund." Yoland ikut memeluk bundanya.

__ADS_1


Tiba-tiba Yoland terkejut, karena bunda mencium bibir Yoland. Meskipun terkejut, Yoland tidak berkata apa-apa. Dia diam.


"Bund apa nggapapa?" tanya Yoland setelah bunda melepas ciumannya.


"Ya nggapapa sayang toh dari kecil juga sering." jawab bunda yang membuat wajah Yoland memerah.


"Kan Yoland udah gede bund." Yoland masih meragukan jawaban bundanya.


"Mumpung belum menikah juga kamunya hihihi..." kata bunda kemudia tertawa.


"Gitu dong bund ketawa hahahah..." kata Yoland ikut tertawa.


Bunda pergi keluar kamar Yoland. Sedangkan Yoland segera mandi untuk siap-siap ke rumah Mrs. Zora dengan bundanya.


~


"Duh, maaf ya duduknya disini soalnya ruang tamu lagi di dekor." kata Bu Nay sambil tergopoh-gopoh membawa minuman dan camilan.


"Nggapapa kok, Bu. Oh iya, Zora mana ya kok ngga keliatan?" tanya bunda sambil celingukan.


"Dia lagi dandan, biasa cewe mah gitu kalo dandan lama hahahaha..." kata Bu Nay kemudian tertawa disusul oleh bunda. "Yoland, kalo mau ketemu Zora masuk aja nggapapa." lanjut Bu Nay.


"Ah anu Tan..." Yoland yang ditatap malah memerah wajahnya.


"Nggapapa sayang sana masuk aja." kata bunda menimpali.

__ADS_1


"Iya bund." Yoland berlalu ke kamar Mrs. Zora.


Tokk...tokk... tokk...


"Masuk!" pinta suara dari dalam.


Ceklekk...


"Kamu ngapain ke sini?" tanya Mrs. Zora terkejut.


"Tante Nay yang nyuruh." jawab Yoland sambil tiduran di ranjang. " Btw kamar kamu kok serba pink..." saat mengucapkan kata pink sontak wajah Yoland memerah. Dia teringat kerjadian semalam.


"Eh... emang kenapa?" tanya Mrs. Zora heran.


"Nggapapa kok. Eh, kamu kenapa ngebet banget pengen nikah sama aku?" tanya Yoland berusaha tidak formal. Susah sih, karena hubungan mereka masih guru dan murid.


"Maaf, aku sebenarnya..." ucapan Mrs. Zora terpotong karena seseorang mengetuk pintu. "Iya sebentar." lanjut Mrs. Zora.


"Jangan kelamaan Ra, nanti kesiangan. Lama loh fitting bajunya." seru Bu Nay dari luar kamar.


"Iya Ibuuuu ."


Yoland dan Mrs. Zora pun bergegas keluar. Mereka juga bunda segera masuk ke dalam mobil Yoland. Dan menuju butik yang cukup terkenal di kota itu.


~

__ADS_1


__ADS_2