Live Young Master Bastard

Live Young Master Bastard
21.


__ADS_3

Malam pukul 8 Yoland sedang duduk di kursi yang ada di balkon. Dia membuka ponselnya. Ada chat dari Gion.


Land ngumpul di kosannya Rydas sekarang buat bahas soal Revo


^^^Emang udah ada info? Bokap gua belum ngasih kabar^^^


Sorry Land kita ga kasih tau lu kalo Ergi sama Dion nyari info duluan, mereka dibantu sama omnya Vyn.


^^^Jadi gitu? Info dari bokap gua udah ga penting dong^^^


Ngga gitu juga Land, soalnya lu sering gada kabar jadi kita bikin rencana cadangan gitu. Sorry ye kita cuma kasian sama Revo :)


^^^^^^Oke dah lanjut aja ntar gue nyusul ^^^^^^


Yoland segera berganti pakaian. Ketika akan membuka pintu, Yoland melihat ponsel Mrs. Zora di atas ranjang. Dia tersenyum jahil dan mengambilnya. Kemudian mengambil foto dengan ponsel Mrs. Zora.



Baru saja hendak meletakkan ponsel Mrs. Zora, tiba-tiba Yoland terkejut karena Mrs. Zora mendorong Yoland hingga jatuh ke ranjang.


"Ngapain pegang ponselku?" tanya Mrs. Zora dengan selidik.


"Eh nggak kok, awas aku mau keluar!" kata Yoland sambil mendorong Mrs. Zora.


"Mau kemana jam segini? Besok sekolah kan?" tanya Mrs. Zora lagi.


"Ada perlu, sebentar doang kok ngga lama." jawab Yoland.


"Aku ikut." kata Mrs. Zora sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Yoland.


"Aku... ngga bisa eh ngga boleh. Ah udah bentar doang kok janji ngga lama." Yoland memalingkan wajahnya dari tatapan Mrs. Zora.


"Ngga boleh pergi!" pinta Mrs. Zora. Tiba-tiba dia menjilat telinga Yoland. Yoland terkejut, dia membelalakkan matanya.


"Apa yang kamu lakukan? Cepat turun!" pinta Yoland.


"Kamu kenapa sih ngga pernah peka!" Mrs. Zora berteriak kemudian berlari ke kamar mandi.


"Dia kenapa sih kok sering marah marah, ah udah lah." Yoland beranjak dan pergi menuju kos Rydas.


~


Sesampainya di sana Yoland hanya melihat beberapa temannya. Dia terkejut melihat seorang diantara mereka.

__ADS_1


"Loh? Om Zevi disini? Ayah mana om?" Yoland celingukan mencari sosok ayahnya.


"Om sendiri Land, ayah kamu kan di rumah." jawab orang yang dipanggil Om Zevi.


"Om ngapain disini?" tanya Yoland lagi.


"Ayah kamu nyuruh saya buat nyari info perusahaan Vexovada. Kebetulan Vyn juga cerita sama saya tentang temannya jadi sekalian saja... eh... tunggu...loh kali temenan?" Om Zevi bertanya sambil bergantian menatap Yoland dan Vyn.


"Ehehehehee... iya om Yoland temen Vyn." jawab Vyn.


"Anak tol** kenapa ngga ngomong dari kemarin!" omel Om Zevi.


"Emang kenapa kalo ngga ngomong om?" tanya Yoland.


"Jadi saya tidak perlu membuat 2 laporan. Lagian kita bisa sekalian bikin rencana sama ayah kamu." jelas Om Zevi, ia masih sibuk dengan laptopnya. "Gini, jadi perusahaan Vexovada itu perusahaan ganda."


"Maksudnya om?" tanya Yoland.


"Mereka itu punya dua sisi dalam mengoperasikan perusahaan. Mereka bergerak di pasaran yang normal juga di pasar gelap. Nah kemungkinan teman kalian si Revo dia dipekerjakan di pasar gelap. Ini lebih sulit untuk menemukan dia karena jaringan pasar gelap cukup rumit." jelas Om Zevi, ia menatap layar laptop yang penuh dengan kode huruf angka yang cukup aneh. Sepertinya ia sedang membaca dan memahami sesuatu.


"Jadi kita ngga bisa apa-apa dong om?" Azah nimbrung sambil menggeser posisi duduknya.


"Kalo ngga bisa apa-apa ngapain Om sampai dipekerjakan di perusahaan VicT." kata Om Zevi. "Kalian lihat ini." Ia menunjuk sebuah tempat di peta yang terdapat di layar laptop. "Ini lokasi perusahaan Vexovada yang bergerak di black market." lanjutnya.


"Hehe... nah sekarang kita susun rencana. Mau pake cara face to face atau virtual?" tanya Om Zevi dengan wajah serius.


"Virtual aja deh kita ngga perlu capek-capek." jawab Azah ngasal.


"Ngga bisa, dua duanya aja om. Kan buat antisipasi juga kalo salah satunya gagal." saran Yoland.


"Oke, kita bagi tugas sekarang. Kamu yang bagi, Om ngikut aja." Om Zevi menyuruh Yoland untuk membagi tim.


"Rydas, Vyn, Ergi ikut sama Om Zevi jadi tim virtual. Azah, Dion sama Gion ikut gua jadi tim FTF." kata Yoland.


"Oke karena udah dibagi sekarang..." Om Zevi menunda perkataannya. Dia mengambil ponselnya yang berdering. "Halo bos." sapanya.


"Pasti ayah." batin Yoland.


"Baik bos, siap." Om Zevi beranjak dari tempat duduknya. "Kita lanjut rencananya besok, saya ada tugas penting. Dan kamu Yoland disuruh pulang katanya is... eh... dicariin bunda." lanjut om Zevi.


"Iya bentar lagi." kata Yoland.


Yoland dan yang lainnya menatap Om Zevi yang semakin menjauh dari kosan Rydas menggunakan motor gede berwarna hitam.

__ADS_1


"Land, lu kenapa sih? Sekarang udah jarang kumpul." tiba-tiba Azah bertanya dan membuat Yoland gelagapan.


"Ah... itu... gua..." Yoland bingung harus menjawab apa.


"Kan, kek bukan Yoland yang dulu. Lu kenapa? Cerita napa." timpal Dion.


Yoland menatap mereka satu persatu. Dan berpikir keras.


"Sorry gaes, sebenernya... em... gua cerita darimana yak." Yoland kebingungan.


"Ceritain aja dari awal." kata Gion.


"Gua udah nikah." kata Yoland. Azah dan yang lainnya terkejut mendengar perkataan Yoland.


"Hah?" teriak mereka berenam.


"Sorry gua ngga kasih tau." kata Yoland dia menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Nikah sama siapa lu? Hahaha... ga percaya gua, lu kan ngga punya doi ye ga col?" kata Rydas kemudian disambut tawa oleh yang lainnya.


"Diem as*, gua nikah sama Mrs. Zora." Yoland berkata ketus.


"Hahaha malah nambah deh ngehayalnya hahaha..." timpal Ergi.


"Terserah klean dah." Yoland kesal karena ditertawakan.


"Yang bener lu?" tanya Vyn dengan nada serius, hingga yang lainnya diam.


"Hmm gitu lah, gua aja ngga nyangka." jawab Yoland pasrah.


"Alasannya apa kok bisa lu nikah sama Mrs. Zora?" tanya Vyn lagi.


Yoland menceritakan dari awal hingga terakhir dia bertemu dengan Mrs. Zora tadi.


"Jadi? Lu udah ngerasain gituan dong hehe..." Azah memulai otak kotornya.


"Jujur sih gua belum masih ragu soalnya hehe..." jawab Yoland.


"Parah sih ternyata Yoland polos juga hahaha..."


Mereka berbincang cukup lama karena mereka sudah lama tidak berkumpul seperti ini.


~

__ADS_1


__ADS_2