
Setelah menghentikan mesin mobil, Yoland dan Mrs. Zora keluar dari mobil. Mereka memasuki halaman rumah tersebut karena kebetulan gerbangnya tidak di kunci. Tampak seorang laki-laki separuh baya berlari tergopoh-gopoh.
"Maaf, ada yang bisa saya bantu?" sapa orang tersebut.
"Apa pemilik rumah ini ada?" tanya Yoland.
"Mari silahkan masuk, Tuan sedang keluar sebentar." jawab orang tersebut kemudian membimbing Yoland dan Mrs. Zora untuk masuk ke dalam rumah.
Mereka menunggu cukup lama, hampir satu jam. Tak lama kemudian, terdengar suara klakson mobil dari luar. Kali ini Mrs. Zora menatap ke arah pintu dengan tegang. Yoland yang menyadari hal itu segera menenangkan Mrs. Zora.
"Kenapa? Takut ya?" ledek Yoland.
"Siapa? Aku hanya..." ucapan Mrs. Zora terpotong karena seorang pria berbadan kekar masuk ke dalam rumah.
"Yolanda Victorian, putra semata wayang Edward Victorian. Ada maksud apa kau kemari?" orang tersebut terlihat sedikit tua karena lingkar matanya yang terlihat jelas juga kumisnya yang agak tebal.
"Saya akan melunasi hutang keluarganya." jelas Yoland kemudian menatap Mrs. Zora.
"Hahaha... memang tidak ada yang berani berurusan dengan keluarga Victorian yang ditakdirkan sebagai pemenang dalam berbagai hal." kata orang tersebut. "Hei gadis, aku gagal menikahi mu yang lucu ini hahaha..." katanya kemudian tertawa keras.
"Ini adalah cek yang sudah saya isi dengan jumlah hutang yang harus dibayar oleh keluarganya." jelas Yoland kemudian pergi sambil merangkul bahu Mrs. Zora.
"Benar-benar mirip Edward." kata orang tersebut masih memperhatikan kepergian Yoland dan Mrs. Zora.
~
Yoland berniat mengantar Mrs. Zora ke rumahnya. Akan tetapi Mrs. Zora menolak.
"Aku tidak mau pulang ke rumah."
"Kenapa?" tanya Yoland heran.
"Aku tadi udah izin ke ayah dan ibu menginap di rumah teman jadi mungkin mereka udah tidur." jawab Mrs. Zora sambil menunduk.
"Ya udah nginep di rumahku aja." perkataan Yoland langsung di sanggah oleh Mrs. Zora.
__ADS_1
"Ngga mau!"
"Terus? Mau tidur dijalan?" tanya Yoland dengan nada serius.
"Ditempat lain aja, emm... hotel bagaimana?" Mrs. Zora berkata dengan ragu.
"Apa kamu ngga takut tidur denganku?" tanya Yoland sambil menahan tawa.
"Ngga lah!" jawab Mrs. Zora ketus.
"Okee deh kita kesana sekarang." kata Yoland, kemudian melajukan mobil ke arah hotel.
Sesampainya disana, Yoland dan Mrs. Zora segera menyewa kamar. Kemudian mereka berdua masuk ke dalam kamar tersebut.
"Ahhh... cape banget." kata Yoland setelah menjatuhkan diri di ranjang. Dia terkejut melihat Mrs. Zora merangkak di atasnya. "Mrs. mau ngapain?"
"Makasih ya udah nolongin keluarga ku." kata Mrs. Zora kemudian mencium pipi Yoland.
Yoland yang diperlakukan seperti itu sontak saja wajahnya memerah. "Ternyata punya hubungan ama cewe ngga buruk juga." batinnya.
"Eh ngga mandi?" tanya Yoland.
"Ngga bawa baju." jawab Mrs. Zora.
"Sana mandi ntar aku suruh orang buat bawain baju." kata Yoland.
Mrs. Zora beranjak dari tempat tidur dan menuju kamar mandi. Sedangkan Yoland menelepon seseorang untuk membawa baju ganti untuknya dan Mrs. Zora.
Tak lama kemudian terdengar suara pintu diketuk. Tampak seorang wanita yang membawa dua kantong kertas. Yoland segera menerimanya kemudian menutup pintu kamar.
Baru saja selesai menutup pintu, tiba-tiba terdengar jeritan Mrs. Zora dari kamar mandi. Yoland segera berlari ke dalam kamar mandi.
"Ada apa?" tanya Yoland.
Mrs. Zora dengan masih telanjang bulat segera melompat memeluk Yoland. Meskipun terkejut Yoland terus mencari penyebab Mrs. Zora ketakutan. Ternyata itu adalah binatang mirip lintah kecil yang menempel di dekat closet.
__ADS_1
"Astaga ini doang kok sampe segitunya." keluh Yoland.
"Ihh geli! Jangan dipegang itu bisa loncat!" pinta Mrs. Zora masih dengan posisi memeluk Yoland.
Dan benar saja, saat Yoland mendekat tiba-tiba hewan itu melompat ke tempat lain dengan cara memanjangkan tubuhnya yang lentur. Yoland yang terkejut ikut berteriak keluar kamar mandi.
"Akhh! Geli!" Yoland berlari masih dengan membopong Mrs. Zora sambil membanting pintu. "Hosh...hosh... gila itu binatang apaan si ih...geli!" lanjut Yoland sambil bergidik.
Mereka baru sadar dengan posisi mereka. Mrs. Zora yang telanjat bulat memeluk Yoland yang duduk di ranjang.
"Mrs. kok ga pake baju?" tanya Yoland dengan wajah memerah.
"Ah! Jangan liat!" teriak Mrs. Zora kemudian menutup wajah Yoland dengan bantal.
"Mmphh.." Yoland memberontak karena kesulitan bernapas.
Mrs. Zora segera mengambil selimut untuk menutupi tubuhnya. Dan segera melepaskan bantal yang menekan wajah Yoland.
"Hahhh... gila lu mau bunuh gua yak!" omel Yoland.
"Maaf, bajunya mana?" tanya Mrs. Zora.
"Noh." kata Yoland mengedikan dagu ke arah kantong kertas yang tergeletak di lantai.
Tanpa basa-basi, Mrs. Zora segera mengambil kantong itu dan berpakaian dengan membelakangi Yoland. Yoland membelalakan matanya, karena Mrs. Zora menghadap cermin.
"Pink!" teriak Yoland sambil menunjuk ke arah cermin.
Mrs. Zora yang terkejut segera mengalihkan pandangan ke arah yang di tunjuk Yoland. Dia pun menjerit.
"Akhhh! Aho! Baka! Hentai!" teriak Mrs. Zora dengan bahasa darimana dia berasal.
Yoland menutup matanya dengan tangan meskipun terlambat. Mrs.Zora segera berpindah tempat dan melanjutkan memakai pakaian.
Jam sudah menunjukan pukul 00:25, mereka segera tidur. Tentu saja masih dengan perasaan canggung.
__ADS_1
~