Live Young Master Bastard

Live Young Master Bastard
49.


__ADS_3

Yoland berdiri dan memakai kaos nya. Dia menatap Mrs. Zora dengan intens.


"Kamu siapa sebenarnya?" tanya Yoland.


Mrs. Zora hanya menatap Yoland dengan tatapan kosong. posisinya masih seperti tadi. Dengan cepat Yoland menutup tubuh Mrs. Zora dengan selimut.


Karena merasa tidak dipedulikan, Yoland pun pergi keluar. Dia duduk di sofa ruang tamu. Sekilas matanya melihat seorang wanita yang pernah dia lihat di jendela dapur. Wanita itu berdiri di luar jendela. Lama kelamaan wajahnya memudar, bahkan nampak rata. Yoland mengucek matanya dan melihat kembali ke arah tadi. Akan tetapi wanita tadi sudah hilang.


Yoland berlari ke kamarnya. Dilihatnya Mrs. Zora sudah tidak ada. Seketika angin berhembus dari arah balkon. Yoland menatap ke arah balkon. Bulu kuduknya berdiri. Dengan tangan gemetar, di raihnya ponsel yang ada di ranjang. Dia berniat menghubungi Mrs. Zora.


"Akhhhh! What the f***!" Yoland kesal karena baterai hpnya habis.


Yoland terperanjat karena dia merasa ada yang memegang pundaknya. Karena takut, Yoland tidak berani menoleh kebelakang. Benar saja, ada dua tangan yang memeluk Yoland dari belakang.


Yoland menatap kedua tangan tersebut. Awalnya biasa saja. Lama kelamaan kuku ditangan itu berubah memanjang dan berwarna hitam.


Tangan itu terus saja memeluk Yoland. Bahkan semakin erat.


"Ya Tuhan, apa gara-gara gua ngga dengerin saran Rydas." keluh Yoland dalam hati. Yoland memejamkan matanya beberapa saat. Setelah dia membuka matanya, tangan tadi sudah tidak terlihat.


Yoland bergegas membuka pintu, akan tetapi pintu tersebut tidak bisa dibuka.


"Astaga apalagi ini, ke kunci siapa yang ngunci?" gerutu Yoland. Dia menendang pintu itu karena kesal.


Yoland membalikan badannya hendak duduk di ranjang. Setelah membalikkan badannya, Yoland melihat sosok wanita yang dia lihat di jendela ruang tamu tadi.

__ADS_1


Tubuh Yoland bergetar hebat. Keringat mengucur deras di tubuhnya. Wanita itu semakin mendekat. Wajahnya memang tidak rata, bahkan terlihat cantik.


Yoland terpojok ke pintu. Dia menatap wanita itu dengan ketakutan. Tiba-tiba wanita itu mengulurkan tangannya dan menyentuh pipi Yoland. Yoland pun pingsan terjatuh ke lantai.


~


Di rumah orang tua Mrs. Zora


Mrs. Zora sedang tiduran. Dia berguling ke sana kemari karena gelisah.


"Apa aku pulang aja ya, kasihan dia. Eh, nggak enggak. Chat ku aja ngga dibales, gengsi dong!" Mrs. Zora merutuki dirinya sendiri. "Kok perasaan ku ngga enak sih, ah udah lah tidur besok pulang."


Mrs. Zora pun memejamkan matanya.


~


"Astaga, kenapa ya kok perasaan ku ngga enak."kata bunda sambil mengelus dadanya. "Ayah!" panggil bunda.


"Ada apa sayang?" tanya ayah masih menghadap komputer.


"Yah, perasaan bunda ngga enak. Yoland kenapa ya?" keluh bunda sambil duduk di pangkuan ayah.


"Ngga ada apa-apa kok, kamu tenang ya. Sana tidur udah malem." ayah mencoba menenangkan bunda.


"Ayah ih bukanya khawatir malah!" bunda mengomel sambil beranjak menuju ranjang untuk tidur. "Pokoknya besok bunda mau nengok Yoland!" lanjut bunda.

__ADS_1


Ayah hanya menggeleng-gelengkan kepalanya sambil menatap bunda yang tidur membelangi ayah.


~


Di pos ronda


"Pak RT gimana nih masa cuma kita berdua yang ronda, itu mas Yoland ngga dateng padahal kan ini jadwal dia malah jadi Pak Sena yang gantiin." Suami Bu Anna menggerutu kesal.


"Sabar atuh Pak, ya sudah saya chat dulu." Pak RT pun mengirimkan pesan ke Yoland. "Duh, tidak ada respon nih." lanjut Pak RT.


"Ya sudah kita samperin aja Pak, lagian biar dia tanggung jawab juga." suami Bu Anna masih kesal.


"Eh jangan atuh, kalo kita samperin siapa yang jaga disini?" tanya Pak RT.


"Ya sudah kalo bapak tidak mau ikut, bapak disini saja biar saya sama Pak Sena yang ke sana." suami Bu Anna beranjak dari duduknya.


"Iih... saya ikut atuh merinding juga kalo sendirian." Pak RT ikut berdiri.


"Bapak gimana ceritanya bisa jadi RT kalo penakut gitu?" kata Pak Sena ragu.


"Jangan bawa-bawa jabatan atuh, ya sudah kita pergi sekarang." Pak RT berjalan mendului.


Mereka bertiga berjalan menuju rumah Yoland sambil memegang baterai masing-masing.


~

__ADS_1


__ADS_2