
Jam 11 siang Yoland dan Mrs. Zora pulang dari rumah sakit. Mereka berniat mampir ke rumah orang tua Mrs. Zora tapi tidak jadi karena Mrs. Zora belum juga sembuh.
"Ku kira aku hamil." kata Mrs. Zora sedih.
"Em... hehehe..." Yoland hanya cengengesan mengingat perkataan dokter tadi.
"Kamu sih, kecil-kecil suka minum alkohol." omel Mrs. Zora. Dia menatap Yoland dengan wajah cemberut.
"Lah aku kecil-kecil disuruh bikin anak... eh... engga engga gua udah gede." Yoland malah ngeles. Dia merasa bersalah karena telah membuat Mrs. Zora kecewa. "Iya iya maafin aku, janji ngga kayak gitu lagi." lanjutnya sambil mengusap kepala Mrs. Zora.
"Huh! Sekarang mau gimana soal dia?" tanya Mrs. Zora yang teringat dengan wanita albino.
"Aduhhh gimana ya em... eh aku minta tolong sama Om Zevi aja." Yoland meraih ponselnya dari saku.
"Sini aku aja." Mrs. Zora merogoh saku celana Yoland. " Kenapa? Kok merah mukanya." tanya Mrs. Zora.
"Eng... enggak kok." Yoland memalingkan wajahnya ke depan.
"Jangan jangan ada apa-apa di hp kamu, kan aku ngga pernah ngecek hp kamu." Mrs. Zora mengomel dengan jari yang sibuk menggeser layar ponsel.
"Enak aja! Aku ngga pernah ada apa-apa sama cewe lain." kata Yoland ketus.
"Lah kok ngomong gitu? Emang aku nuduh kamu ya?" Mrs. Zora menatap Yoland dengan tatapan intens.
"Ah udah udah ntar aku nggak fokus nyetir nih."
"Huh!" Mrs. Zora sedang menelepon Om Zevi. "Halo." sapa Mrs. Zora.
"Sini aku aja yang ngomong." Yoland langsung merebut ponselnya. "Halo."
__ADS_1
Tutt...tutt...
"Hahaha... tapi boong wlekkk." Mrs. Zora menjulurkan lidahnya dan mengedikan sebelah matanya.
"Dasar!" Yoland melajukan mobilnya dengan menambah kecepatan.
~
Setelah sampai di rumah, Yoland menggandeng tangan Mrs. Zora masuk ke kamar.
"Kamu istirahat aja." Yoland menyelimuti Mrs. Zora.
"Kamu mau kemana?" tanya Mrs. Zora sambil menggenggam tangan Yoland.
"Mau nelepon Om Zevi." jawab Yoland singkat.
"Enggak lah ngapain aku marah ke kamu." Yoland mengusap kepala Mrs. Zora kemudian mencium pipinya.
"Hihi... maap ya." Mrs. Zora terkikik.
"Ketawanya jangan gitu dong aku takut." kata Yoland, dia mendorong tubuh Mrs. Zora dan menindihnya.
"Iyaa iya maaf." kata Mrs. Zora. "Ya udah sana katanya mau nelepon Om Zevi." Mrs. Zora mendorong tubuh Yoland.
"Iyaa." Yoland beranjak dan berjalan menuju balkon.
Dia mulai menelpon Om Zevi lagi.
"Halo Om." sapa Yoland.
__ADS_1
"Ada apa Land?" tanya Om Zevi di seberang.
"Om bantuin Yoland dong. Kemarin... bla... bla..." Yoland menjelaskan kejadian soal wanita albino.
"Oke ntar Om bantuin, tutup dulu ya Om ada kerjaan nih." Om Zevi mematikan telfonnya.
Yoland berjalan menghampiri Mrs. Zora. Dia duduk di sebelahnya.
"Gimana?" tanya Mrs. Zora.
"Om Zevi mau bantuin, tapi ntar." jawab Yoland.
"Ya udah nggapapa, aku ambilkan makan ya." Mrs. Zora hendak beranjak dari duduknya tapi Yoland mencegahnya.
"Ngga usah, aku ngga laper." kata Yoland.
"Oh iya lupa, kamu kan lagi program buat kesuburan. Ntar aku siapin makanan sesuai sama prosedur dokter ya." kata Mrs. Zora.
"Iya iya terserah kamu aja." Yoland berbaring di samping Mrs. Zora dan memeluk Mrs. Zora.
"Kamu lusa ujian kan? Kok ngga belajar?" tanya Mrs. Zora.
"Ngga usah belajar aku udah pinter." jawab Yoland.
"Mana ada orang udah pinter masih sekolah." kata Mrs. Zora sinis.
"Eh... hehehe..."
~
__ADS_1