Live Young Master Bastard

Live Young Master Bastard
51.


__ADS_3

"Alhamdulillah." ucap Pak Sena. Beliau berjalan menghampiri Yoland dengan diikuti oleh Pak RT dan suami Bu Anna.


Pak Sena memeriksa keadaan Yoland. Ia terkejut melihat banyak sekali bekas ****** di leher Yoland.


"Astaghfirullah. Pak bantu saya buka bajunya." kata Pak Sena pada suami Bu Anna.


Suami Bu Anna pun membuka baju Yoland. Mereka terkejut melihat bekas cakaran di punggung Yoland.


"Astaghfirullah, apa mereka sudah melakukannya." Pak Sena segera meminta untuk diambilkan air putih.


Tanpa basa-basi, Pak RT segera ke dapur mengambil segelas air putih.


Pak Sena membaca doa lalu meniupkan ke air tersebut. Pak Sena menyipratkan air tadi ke wajah Yoland.


Tak lama kemudian, Yoland sadar. Dia memandang Pak RT, Pak Sena, juga suami Bu Anna dengan heran.


"Ada apa Pak?" tanya Yoland dengan wajah bingung.


"Begini nak Yoland, kapan terakhir kali kamu melakukan hubungan dengan istrimu? Tolong jawab jujur ya." tanya Pak Sena.


"Sudah lama sekali pak, saya lupa." jawab Yoland, dia berusaha mengingat-ingat.


"Kamu sejak kapan merasa tingkah istrimu aneh?" tanya Pak Sena lagi.

__ADS_1


"Em... setelah kejadian minta mangga ke rumah Bu Anna Pak." jawab Yoland.


"Sejak saat itu sampai sekarang pernah melakukannya?" Pak Sena kembali menanyakan hal pertama.


"Ngga pak, eh waktu itu hampir tapi nggak jadi." jawab Yoland, ia berusaha mengingat-ingat.


"Alhamdulillah. Lalu istrimu dimana sekarang?" tanya Pak Sena.


Tiba-tiba terdengar pintu di dobrak.


Brakk!


"Sayang!" teriak Mrs. Zora. Dia berlari memeluk Yoland.


"Maafin aku, aku ninggalin kamu." ucap Mrs. Zora sambil menangis.


Mrs. Zora segera menghentikan tangisnya. Dia terkejut melihat bekas ****** di leher Yoland yang jumlahnya cukup banyak.


"Ka...kamu sama siapa?" tanya Mrs. Zora. Air matanya kembali mengalir.


Pak Sena segera menjelaskan semuanya kepada Mrs. Zora. Untung saja Mrs. Zora mau mendengarkan.


Tak hanya Mrs. Zora yang terkejut. Bahkan Yoland pun terkejut mendengar penjelasan Pak Sena.

__ADS_1


"Ba... bagaimana mungkin bisa terjadi?" tanya Yoland masih tidak percaya dengan apa yang dijelaskan oleh Pak Sena.


"Nak Yoland, menurut penafsiran saya. Sepertinya ada yang mengincar kalian. Mungkin kalian pernah berbuat salah pada seseorang." jelas Pak Sena lagi. "Tenang saja, bekas itu akan hilang dalam tiga hari. Juga bekas cakaran di punggung mu." lanjutnya.


"Akh!" Yoland mendesis setelah memegang luka di punggungnya.


"Kita berdoa saja semoga itu bukan sebuah tanda, lagipula saya sudah memusnahkan makhluk itu." kata Pak Sena, beliau tersenyum.


"Apa hantu itu benar hantu perawan Pak?" tanya Yoland, dia kembali teringat gosipan emak-emak waktu itu.


"Sebenarnya dia memang meninggal saat masih gadis, jadi banyak yang menyebutnya demikian. Biasanya ada upacara menikahkan hantu laki laki yang masih lajang dengan hantu perempuan lajang. Akan tetapi itu masih diragukan. Saya sendiri tidak terlalu percaya pada mitos itu." jelas Pak Sena lagi, kali ini ia tertawa.


"Jadi teror di komplek kita sudah selesai pak?" tanya Pak RT.


"Alhamdulillah. Semoga saja." jawab Pak Sena.


"Terimakasih banyak pak, saya juga nggak tau apa jadinya kalo Pak Sena ngga nolongin saya." kata Yoland, dia bersimpuh di hadapan Pak Sena.


"Tidak perlu seperti itu, lagi pula sudah jadi kewajiban manusia untuk saling tolong menolong." Pak Sena membantu Yoland berdiri.


Mereka pun berbincang-bincang di rumah Yoland hingga pukul 1 Pak Sena, Pak RT dan suami Bu Anna pamit pulang.


~

__ADS_1


__ADS_2