Live Young Master Bastard

Live Young Master Bastard
22.


__ADS_3

Malam itu Yoland pulang dari kos Rydas pukul 12 lewat. Dia segera masuk kamar. Baru saja membuka pintu, dia dikejutkan karena Mrs. Zora sedang berdiri sambil menatap Yoland dengan tatapan marah. Ada sedikit bulir air di matanya.


"Kamu belum tidur?" tanya Yoland.


"Pembohong!" teriak Mrs. Zora kemudian menangis.


"Maafin aku, aku juga butuh me time sama teman-teman." kata Yoland kemudian memeluk Mrs. Zora.


"Hiks...hiks... aku mau pulang." Mrs. Zora hendak berlari ke luar kamar, akan tetapi Yoland dengan sigap menahan tangannya. Yoland menarik Mrs. Zora dan memeluknya erat.


"Maafin aku, aku janji ngga gitu lagi." kata Yoland.


Mrs. Zora hanya terisak. Dia melepas pelukan Yoland dan pergi ke kamar mandi untuk mencuci muka. Yoland mengikuti dari belakang.


"Maafin aku, apa yang harus aku lakuin biar dimaafin." Yoland menarik lengan Mrs. Zora supaya menghadapnya.


Terbesit satu hal di pikiran Mrs. Zora. Mrs. Zora tersenyum dan menatap Yoland. Dia memajukan tubuhnya dan membisikkan sesuatu di telinga Yoland.


"Aku mau itu..." kata Mrs. Zora.


"Kan udah aku bilang ngga sekarang, nunggu kita punya rumah sendiri." kata Yoland.


"Ih apaan sih, aku cuma mau diajak kalo kamu kemana-mana." kata Mrs. Zora ketus.

__ADS_1


"Eh kirain apa hehehe..." kata Yoland cengengesan.


"Makanya kalo orang ngomong belum selesai jangan ditabrak dulu." kata Mrs. Zora kemudian berlalu ke kamar. Dia merebahkan diri di ranjang.


Yoland melepas jaket, sepatu, juga mengganti celana jeans-nya dengan celana pendek. Setelah itu dia menyusul Mrs. Zora dan merebahkan diri di sampingnya.


~


Paginya seperti biasa Yoland dan Mrs. Zora sarapan di dapur bersama bundanya. Kali ini ayah juga ikut.


"Oh iya, Land rumahnya sudah bisa ditempati." kata ayah.


"Uhukk..." Yoland tersedak. Dia menatap Mrs. Zora dan menelan ludah. "Cepet amat yah." lanjutnya.


"Loh bukannya bagus ya. Kan kamu sendiri yang minta." kata ayah sambil geleng-geleng kepala.


"Jadi kapan kalian mau pindah?" tanya bunda.


"nanti pulang sekolah bund." jawab Mrs. Zora. Dia tersenyum manis.


"Eh ngga bisa, kan kita harus kemasin barang dulu. Mungkin lusa bund." sanggah Yoland.


"Kamu ini kaya ngga ada pelayan aja dirumah, nanti bunda bilang supaya barang-barang kalian diberesin." kata bunda.

__ADS_1


"Tapi bund..." Yoland ingin menolak tapi dia tidak punya alasan lagi.


"Makasih bunda." kata Mrs. Zora.


Setelah selesai sarapan, Yoland dan Mrs. Zora segera berangkat ke sekolah. Kali ini mereka berangkat bersama menggunakan mobil Yoland.


"Nanti pulangnya temenin aku beli barang ya." kata Mrs. Zora kemudian tersenyum manis.


"Bisa ngga sih ngga usah senyum kek gitu." gerutu Yoland dalam hati. Wajahnya memerah.


"Iya nanti aku temenin." jawab Yoland datar. "Dah nyampe mau turun dimana?" tanya Yoland.


"Diparkiran sekalian." jawab Mrs. Zora.


"Banyak orang loh apa nggak apa-apa?" tanya Yoland ragu.


"Nggak apa-apa kok, oh iya bentar." Mrs. Zora mendekatkan diri ke Yoland.


Tiba-tiba Yoland terkejut. Wajahnya memanas. Perasaan aneh menjalari seluruh tubuhnya. Bibir Mrs. Zora yang lembut menempel di bibinya.


"Udah, ntar ada yang liat." Yoland sedikit mendorong Mrs. Zora.


"Semangat sayang." Mrs. Zora mengecup pipi Yoland kemudian keluar dari mobil.

__ADS_1


Yoland menatap kepergian Mrs. Zora. "Anjir kok gua deg-degan. Heran tuh orang kenapa bisa bikin perasaan gua kek gini sih." gerutu Yoland. Dia keluar dari mobil dan menuju basecamp.


~


__ADS_2