Live Young Master Bastard

Live Young Master Bastard
39.


__ADS_3

"Btw, Land kapan rencana mau mindahin albino?" tanya Ergi memecah keheningan.


"Hooh, lu udah minta ijin sama bokap nyokap lu juga?" tanya Vyn.


"Itu..." Yoland tampak bingung.


"Udah aku jelasin ke bunda tadi pagi." sela Mrs. Zora.


"Terus respon bunda apa?" tanya Yoland.


"Apa ya? Biasa aja sih kek nya." jawab Mrs. Zora.


"Hmm jadi boleh dong?" kata Yoland dengan nada senang.


"Nggak tau lah." ucap Mrs. Zora ketus.


"Jangan marah mulu." kata Yoland sambil mencubit kedua pipi Mrs. Zora.


"Jadi gimana Land?" tanya Ergi lagi.


"Besok deh sore gua anter dia ke sana." jawab Yoland.


"Gitu dong ada kepastian." kata Azah.


"Belajar bucin ama siapa lu njin*?" ledek Vyn.


"Hehehe noh." kata Azah sambil mengedikan dagu ke arah Yoland.

__ADS_1


"Lah, kok gua?" Yoland tidak terima di ejek.


"Hahaha just kidding brother." kata Azah sok Inggris.


"Hihihi..." Mrs. Zora terkikik mendengar logat Inggris Azah.


"Lupa heh ada guru sastra inggris, haduhh malu nih." Azah menyembunyikan wajahnya di belakang Rydas.


Tiba-tiba saja Rydas buang angin. Sontak membuat yang lain tertawa.


"Huekk... bang*** anj*** lo ! Huekk..." Azah mual tak karuan.


"Gila lu Ry, kasian Azah tuh." kata Yoland masih tertawa.


"Untung Azah ngga pingsan hahaha..." Ergi tertawa tak hentinya.


"Sementara itu aja dulu, lagian kita belum tau pergerakan mereka juga." jawab Yoland santai.


"Oke deh, semoga aja mereka ngga nekat nyari albino." kata Gion.


"Eh, udah pulang kuy senin ujian nih gua belum belajar." kata Vyn.


"Gaya mau belajar kek pernah aja lu." ejek Azah.


"Ehmmm." Mrs. Zora berdehem sambil menatap tajam ke Azah.


"Eh, iya nih yuk pulang senin ujian kita harus belajar biar lulus dengan hasil memuaskan ya ngga manteman?" kata Azah cengengesan.

__ADS_1


Azah dan yang lainnya pun pulang. Sedangkan Yoland, dia pergi ke kamar dengan Mrs. Zora.


"Hoammm." Yoland menguap sambil menggeliat di ranjang.


Mrs. Zora menindih tubuh Yoland. Dia menatap Yoland lekat. "Kamu ngga lupa kan janji kamu tadi?" tanya Mrs. Zora.


"Punya istri ngebet banget kek gituan." batin Yoland.


"Iya, aku inget kok. Bentar ya aku mau pipis dulu." kata Yoland kemudian mengangkat tubuh Mrs. Zora ke samping.


"Jangan lama." kata Mrs. Zora. Dia berjalan menuju lemari dan mengambil sebuah lingerie. Dengan cepat dia memakai lingerie itu. Karena make up tadi masih, dia tidak memoles wajannya lagi.


Dia duduk di ranjang sambil menunggu Yoland. "Kok lama." batin Mrs. Zora. Dia sedikit gelisah.


Tak lama kemudian, Yoland kembali. Dia menatap Mrs. Zora. Jantungnya berdetak kencang. Yoland duduk di samping Mrs. Zora. Dia menarik nafas dalam-dalam. Mrs. Zora naik ke pangkuan Yoland.


"Bentar ya, aku deg-degan nih hehehe..." kata Yoland.


"Hihi... kaya baru pertama kali aja." kata Mrs. Zora kemudian tersenyum. "Kamu mau yang cewe atau yang cowo?" tanya Mrs. Zora, jarinya menelusuri dada bidang Yoland.


"Aku terserah sama tuhan aja." jawab Yoland.


"Kok gitu jawabnya." Mrs. Zora mencubit perut Yoland.


"Aduhhh... iya iya maaf aku salah." kata Yoland sambil mengusap perutnya yang sakit.


Mereka mulai melakukan pemanasan. Mrs. Zora benar-benar berharap agar usaha mereka membuahkan hasil. Dia sudah lama menanti buah hati. Dia juga memikirkan keinginan orang tuanya juga mertuanya yang ingin segera menimang cucu. Selain itu, dia juga memikirkan tentang umurnya yang semakin bertambah.

__ADS_1


~


__ADS_2