Live Young Master Bastard

Live Young Master Bastard
7.


__ADS_3

Mereka melakukan ciuman cukup lama. Hingga akhirnya keadaan memanas. Yoland yang tadinya di bawah membalikkan posisi tubuhnya menjadi di atas Mrs. Zora. Tanpa sadar dia menarik handuk yang melilit di tubuh Mrs. Zora. Tampak lah buah dada Mrs. Zora yang besar. Tiba-tiba terdengar suara pintu terbuka sehingga membuat Yoland dan Mrs. Zora terkejut.


"Kalian..." ucap bunda lirih, ia kemudian berlari keluar sambil terisak.


"Astaga! Kenapa tambah buruk." keluh Yoland sambil berbaring di tempat tidur.


"Maafin aku..." ucap Mrs. Zora tertahan.


"Saya yang harusnya minta maaf karena udah ngga sopan sama Mrs. Zora." kata Yoland.


Dia beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi. Setelah selesai mandi dia turun ke bawah mengambil makanan untuk Mrs. Zora.


Selesai makan, barulah mereka tidur.


~


Paginya mereka bolos ke sekolah. Yoland mengantar Mrs. Zora pulang ke rumah. Ditengah jalan, ponsel Yoland berdering.


"Halo bund."


"Shareloc rumah pacar kamu sekarang. Bunda sama ayah mau ke situ." kata bunda menjelaskan.


"Tapi bund..." Yoland masih tidak percaya dengan ucapan bundanya.

__ADS_1


"Sekarang sayang, bunda tunggu chat dari kamu." kata bunda kemudian mematikan telfonnya.


Yoland segera melajukan motornya. Dalam hati dia merasa gelisah.


~


Sesampainya di rumah Mrs. Zora, Yoland menyampaikan pesan bundanya tadi. Cukup mengejutkan Yoland karena Mrs. Zora tampak begitu senang mendengar kabar dari Yoland.


Yoland dan Mrs. Zora Masuk ke dalam rumah Mrs. Zora. Mereka menunggu bunda dan ayah Yoland datang. Sama hal nya seperti mereka, ibu dan ayah Mrs. Zora pun ikut menunggu. Ada sedikit kekhawatiran yang terpancar dari wajah ibu Mrs. Zora.


"Zora, nanti kalo udah dateng tamunya panggil ibu ya. Ibu mau nyiapin minuman sama cemilan dulu." kata Bu Nay kemudian berjalan menuju dapur.


Tak lama kemudian tamu yang di tunggu pun datang. Ayah Mrs. Zora segera mempersilahkan mereka untuk duduk. Mereka pun memulai pembicaraan.


"Em... begini Pak maksud kedatangan kami kemari ingin meminang putri bapak. Apa kami bisa memperoleh persetujuan?" jelas Pak Edward, ayah Yoland.


Penjelasan ayah Yoland cukup membuat ayah dan ibu Mrs.Zora terkejut.


"Aa... ini... kami hanya perlu memperoleh persetujuan dari putri kami. Bagaimana nak?" kata Pak Edy sambil menoleh pada Mrs. Zora.


"Iya ayah, Zora mau." jawaban Mrs. Zora sontak membuat ayah dan ibu nya terbelalak tidak percaya.


"Zo...Zora..." Bu Nay tidak percaya dengan apa yang di dengarnya.

__ADS_1


"Maaf bu, Zora mencintai Yoland." Kali ini perkataan Mrs. Zora malah membuat Yoland terkejut.


"Baiklah, karena sudah ada persetujuan maka kita bicarakan tentang mereka bertunangan dulu atau langsung menikah?" kata Pak Edward.


"Anu... ini..." Pak Edy terbata-bata.


"Ayah, Zora mau langsung menikah." Mrs. Zora menyela.


"Bund... yah... Yoland kan..." Yoland merasa tidak nyaman dengan semua ini.


"Baiklah kita rencanakan pernikahan mereka. Bagaimana jika minggu depan?" Tanya Pak Edward.


"Apa tidak terlalu cepat?" tanya Pak Edy.


"Jika pihak bapak belum siap kami bisa menunggu." jawab Pak Edward kemudian tersenyum.


"Yahh..." Mrs. Zora berkata dengan nada sedikit merengek.


"Iya sayang minggu depan." jelas Pak Edy.


"Baiklah kalau begitu kami pamit dulu." kata Pak Edward.


Keluarga Yoland pun pergi setelah berpamitan.

__ADS_1


~


__ADS_2