Live Young Master Bastard

Live Young Master Bastard
53.


__ADS_3

Bunda langsung menuju dapur. Dia menghampiri Mrs. Zora yang sedang membuat minuman.


"Loh banyak banget emang mau ada tamu?" tanya bunda.


"Loh bunda kesini kok ngga bilang." Mrs. Zora mencium tangan bunda. " Itu temen-temennya Yoland mau pada kesini." Mrs. Zora kembali membuat minuman.


"Ya udah bunda bantu bikinin makanannya ya." kata bunda sambil membuka kulkas.


"Nggak usah bund, bunda istirahat aja." Mrs. Zora langsung mencegah bunda mengambil bahan makanan.


"Hish... kamu ini kaya sama siapa aja, udah tenang aja bunda bantuin." bunda mulai membuat adonan.


Mrs. Zora segera membantu. Dia merasa tidak enak karena merepotkan bunda.


Di depan Azah dan yang lainnya datang. Mereka segera menerobos masuk ke ruang tamu.


"Weh kebiasaan! Salam dulu kek." kata Yoland yang sedang duduk di sofa.


"Hehehe... sorry sorry." kata Dion sambil duduk.


"Lah lu ngapain pake gituan segala sih, lagi main nenek kebayan lu?" Yoland menari kain penutup mata Azah.


"Enak aja lu kira gua anak TK." gerutu Azah.


"Sorry nih Land, tadi tuh Azah ngga mau diajak kesini." kata Gion.


"Lah kenapa? Biasanya lu yang paling ngebet main ke rumah gua." Yoland memandang Azah dengan tatapan heran.


"Itu... anu..." Azah mendadak diam, bahkan tak hanya Azah. Yang lain pun ikut diam. Mata mereka menatap Mrs. Zora yang sedang berjalan ke arah mereka sambil membawa nampan berisi minuman.


Yoland semakin heran dengan reaksi teman-temannya yang berbeda dari biasanya.


"Woi! Klean kenapa sih?" Yoland sedikit menggebrak meja sehingga membuat yang lain terkejut.


"Itu... nggak apa-apa kok." Vyn kembali diam, dia berusaha membuat dirinya sibuk dengan ponselnya.


Karena kesal Yoland berdiri mendekat ke Mrs. Zora dan menarik lengan Mrs. Zora yang hendak pergi.


Azah dan yang lainnya semakin terkejut. Mereka membelalakkan mata melihat Yoland mencium bibir Mrs. Zora.

__ADS_1


"Woi, apaan lu kita jomblo!" Dion mengomel.


"Tau nih mentang-mentang udah punya bini." kata Ergi ketus.


Yoland hanya tertawa melihat reaksi teman-temannya.


"Eh... eh... mau ngapain lo? Gausah di terusin!" Rydas menarik tangan Yoland yang hendak memegang dada Mrs. Zora.


"Biar jiwa jomblo kalian meronta-ronta hahaha..." Yoland duduk dan menarik Mrs. Zora ke pangkuannya.


"Aku nggak enak sama bunda." bisik Mrs. Zora.


"Iya sana tapi cium pipi dulu." kata Yoland.


Dengan cepat Mrs. Zora mencium pipi Yoland dan bergegas pergi kembali ke dapur.


"Ah elahhh... Napa bukan gua yang nikah sama Mrs. Zora sih." Dion menggerutu sambil meminum minuman yang dibawa oleh Mrs. Zora tadi.


"Udah udah kita mau bahas rencana liburan kita nih." kata Yoland.


Mereka mulai membicarakan tentang rencana liburan. Setelah melalui berbagai perdebatan, akhirnya mereka setuju untuk berlibur ke Nihiwatu Sumba.


"Bunda, lama nggak ketemu." sapa Azah.


"Iya nih, bunda nemenin ayah terus." kata bunda sambil tersenyum.


"Nemenin saya nya kapan bund hehe..." Dion menimpali sambil cengengesan.


"Kecil kecil udah genit." bunda mencubit hidung mancung Dion.


"Saya udah lulus bund udah gede nih." kata Dion sambil memamerkan otot lengan atasnya.


"Ayah lebih maco." kata bunda.


"Bunda nih dari dulu emang bikin saya down." kata Dion kecewa.


"Bund, Zora mana?" tanya Yoland.


" Oh iya tadi dia minta tolong ke kamu buat bantuin dia ngangkat cucian sekalian njemur pakaian." kata bunda.

__ADS_1


"Hadehh..." keluh Yoland.


"Semangat ya Pak hahaha..." kata Ergi.


"Pak pek pak!" kata Yoland ketus.


"Pak cepak jeder!" Azah menyanyikan lagu di sebuah DJ.


Yoland pun berlalu menuju dapur.


"Lama banget." kata Mrs. Zora sambil cemberut.


"Cantiknya istriku." Yoland memeluk Mrs. Zora.


Kemudian Yoland memandang wajah Mrs. Zora lekat. Bibir mereka pun bersentuhan.


"Sayang aku mau itu." bisik Yoland.


"Sejak kapan kamu jadi berani? Ngga sekarang, jemurin cucian dulu cepet!" pinta Mrs. Zora.


"Elahhh... yang bentaran doang napa." Yoland bersimpuh memohon pada Mrs. Zora.


"Iyaa sana jemurin pakaian dulu aku mau mandi." kata Mrs. Zora.


"Janji ya?" Yoland mengunci Mrs. Zora ke tembok.


"Iyaa suami kecil ku." kata Mrs. Zora sambil mencubit pipi Yoland.


"Aku udah gede, kan kamu udah liat sendiri punyaku gede kan." kata Yoland tidak terima dianggap kecil.


"Woe ngobrolin apaan klean!" kata Ergi yang tiba-tiba datang.


"Gi." panggil Yoland. Dia mencium bibir Mrs. Zora dan meremas dada Mrs. Zora.


"Anj*** lo!" Ergi berlalu sambil bersungut-sungut setelah mengambi gelas untuk bunda.


Yoland pun segera menjemur pakaian. Sedangkan Mrs. Zora pergi untuk mandi.


~

__ADS_1


__ADS_2