Live Young Master Bastard

Live Young Master Bastard
2.


__ADS_3

30 menit berlalu, orang yang ditunggu belum juga datang. Tiba-tiba suara ponsel berdering mengejutkan Yoland dan Mrs. Zora.


"Ayah...". Mrs. Zora membaca nama yang tertera di layar ponsel. Ia kemudian mengangkat telepon tersebut. "Halo..." sapanya.


"Halo... maaf nak ban mobil ayah bocor disekitar sini tidak ada bengkel, tapi ayah sudah menghubungi orang di bengkel. Apa kau tidak apa-apa jika menunggu lebih lama lagi?" jelas ayah Mrs.Zora.


"Iya ayah Zora nggak apa-apa kok nunggu lagi." Mrs. Zora mengiyakan dengan nada gusar kemudian mematikan telfonnya.


"Kenapa em... eh maksud saya ada apa Mrs?" tanya Yoland.


"Ban mobil ayah bocor jadi harus menunggu lebih lama." jawab Mrs. Zora dengan nada sedih.


"Kalau begitu biar saya saja yang mengantar Mrs. Zora ke rumah ..." Yoland tidak menyelesaikan kata-katanya karena di sanggah oleh Mrs. Zora.


"Tidak usah! Emm... jika kamu ingin pulang ya sudah pulang lah." Mrs. Zora berkata dengan nada sedikit takut. Karena jujur saja ia memang merasa takut jika harus menunggu sendirian di sekolah yang sudah sepi.


"Udah lah biar saya antar kuy eh maksud saya mari mrs." kata Yoland sambil menarik lengan Mrs. Zora ke luar ruangan.


"Duhhh... nggak usah ntar juga ayah dateng!" Mrs. Zora berkata dengan nada sedikit kesal karena lengannya ditarik.


"Emang kenapa? Daripada kelamaan." Yoland kembali menarik lengan Mrs. Zora.

__ADS_1


Mereka berjalan sampai parkiran. Benar saja di parkiran hanya tersisa motor Yoland.


"Ya udah lepasin! Aku mau telfon ayah dulu." Mrs. Zora mengibaskan tangan Yoland.


"Hadehh." Yoland berjalan menuju motornya dan mulai menyalakan mesin.


"Halo yah, anu... Zora pulang dengan teman eh maksud Zora..." ucapan Zora terpotong oleh ucapan ayahnya.


"Yasudah tidak apa, maafkan ayah ya nak! Hati-hati dijalan." kata ayah kemudian menutup teleponnya.


"Ihhh... kok ayah ngomong kaya gini sih!" Kata Mrs. Zora kesal.


Ia berjalan menghampiri Yoland.


"Ngga ngrepotin kok Mrs. Ya udah naik sekarang kita pulang." Yoland menyuruh Mrs. Zora untuk segera naik motor.


Setelah menaiki motor, merekapun melaju menuju rumah Mrs. Zora dengan di pandu oleh Mrs. Zora.


~


Mereka pun sampai di depan rumah dengan halaman yang cukup luas.

__ADS_1


"Makasih ya maaf saya ngrepotin kamu." kata Mrs. Zora setelah turun dari motor.


"Ngga ngrepotin kok Mrs. Kalo gitu saya..."


Tiba-tiba seorang wanita separuh baya datang menghampiri mereka.


"Loh Zora temennya ngga disuruh masuk?" tanya wanita tersebut.


"Anu... Bu dia ini..." Mrs. Zora merasa risih karena ibunya menganggap Yoland sebagai temannya padahal dia adalah muridnya.


"Ngga usah tante saya mau langsung pulang udah malem juga." Yoland berkata sambil turun dari motor dan mencium tangan ibu Mrs.Zora.


"Nggapapa sekalian makan malem dulu yuk masuk!" ajak Bu Nay.


"Ibuuuuuu... kan Yoland udah bilang ngga usah." tegas Mrs. Zora.


"Oh jadi namanya Yoland, ayo nak masuk!" Bu Nay malah semakin mendesak Yoland untuk mampir.


"Ah ngga usah Bu, saya mau langsung pulang kasian bunda di rumah sendirian." kata Yoland menolak.


"Ya udah, makasih ya udah nganterin Zora." kata Bu Nay.

__ADS_1


"Iya Bu sama-sama. Saya permisi dulu." Yoland pamit dan mulai melajukan motornya menuju rumah.


~


__ADS_2