Live Young Master Bastard

Live Young Master Bastard
32.


__ADS_3

Pukul 8 malam, Mrs. Zora siuman. Dia mengerjapkan matanya dan memandang sekeliling. Seketika dia teringat alasan dia pingsan. Bulu kuduknya berdiri. Dia segera berlari keluar dapur. Baru saja sampai di ruang tamu, tubuhnya terpaku matanya memandang sosok wanita yang sedang merangkak di lantai. Sosok wanita itu menatap Mrs. Zora lekat. Bahkan dia mendekat ke arah Mrs. Zora.


"Ja... jangan!" teriak Mrs. Zora. Dia jatuh terduduk di lantai. Tubuhnya gemetar. Mrs. Zora merangkak menuju pintu.


Sedangkan wanita itu terus mendekati Mrs. Zora.


"Pergi!" teriak Mrs. Zora lagi.


Di luar, Yoland yang baru sampai terkejut mendengar teriakkan Mrs. Zora. Dia berlari menuju pintu. Setelah membuka pintu, Yoland melihat Mrs. Zora yang sedang duduk ketakutan.


"Kenapa?" tanya Yoland dengan nada khawatir. Dipeluknya Mrs. Zora dengan erat.


"Takut...itu..." Mrs. Zora menunjuk wanita tadi.


"Haishh... ngga apa-apa kok, dia manusia." kata Yoland.


"Siapa... siapa yang membawanya ke sini?" tanya Mrs. Zora masih dengan suara gemetar karena takut.


"Maafin aku ngga cerita tadi pagi. Dia..." Mrs. Zora memotong penjelasan Yoland. Dia malah marah dan menuduh yang tidak-tidak pada Yoland.

__ADS_1


"Kamu... kamu sama dia? Kenapa?" Mrs. Zora berlari ke kamar. Yoland segera mengejar Mrs. Zora.


Dikamar, Mrs. Zora membereskan bajunya. Dia memasukkan semua bajunya ke dalam koper.


"Dengerin dulu." kata Yoland.


"Aku... aku mau cerai!" teriak Mrs. Zora.


"Cerai? Dengerin dulu, Dengerin aku!" pinta Yoland, dia menarik lengan Mrs. Zora agar mereka berhadapan.


"Dengerin dulu." Yoland memeluk Mrs. Zora yang sedang menangis. "Kemarin pas mau nolongin Revo, aku sama yang lain nolongin dia. Kasian, kamu tau ngga dia itu posisinya gimana? Kemarin kita nemuin dia di ruangan yang gelap mirip kaya sel penjara. Bahkan tangan dan kakinya di rantai. Dan kamu tau ngga kalo ternyata... ternyata dia itu mau dijadiin barang lelang. Kita nemuin dia di ruangan yang ada tulisan artículo de subasta. Nah abis kita tolongin, kita bingung dia mau tinggal di mana. Makanya dia dibawa ke sini dulu. Lagian kayaknya dia ngga bisa ngomong." jelas Yoland.


"Bahasa Inggris ya? Yaudah kita tanyain soal asal dia." ajak Yoland.


Mrs. Zora mengangguk dan berjalan mengikuti Yoland.


Sesampainya di ruang tamu, Yoland dan Mrs. Zora terkejut melihat wanita itu tergeletak di lantai. Wanita itu terlihat lemas hanya matanya yang menatap Yoland dan Mrs. Zora dengan tatapan iba.


"Kenapa?" tanya Mrs. Zora.

__ADS_1


"Eh kayaknya dia belum makan dari pagi." Yoland teringat karena dia langsung mengusir teman-temannya setelah Mrs. Zora pergi.


"Keterlaluan!" Mrs. Zora memarahi Yoland, dia berlari ke arah dapur. "Bawa dia ke kamar tamu, abis itu bantuin masak." teriak Mrs. Zora dari dapur.


Dengan cepat Yoland sudah membawa wanita itu ke kamar tamu. Dia membaringkan tubuhnya di atas ranjang dan menyelimutinya. Setelah selesai, Yoland bergegas ke dapur.


"Sayang." panggil Yoland.


"Ng..." Mrs. Zora merespon tanpa melihat Yoland. Dia masih sibuk memotong-motong sayuran.


Yoland mendekat ke Mrs. Zora dan memeluknya dari belakang. "Kamu ngga jadi minta cerai dari aku kan?" tanya Yoland.


"Mana mungkin aku mau cerai dengan suami imutkuu..." jawab Mrs. Zora kemudian berbalik dan mencubit pipi Yoland.


"Mana ciumnya." Yoland menarik pinggang Mrs. Zora agar mereka lebih dekat.


"Ngga sekarang, dia kasian." Mrs. Zora berbalik lagi dan melanjutkan kegiatan masaknya. "Udah sana mandi! Dibilang kalo udah pulang langsung mandi kenapa engga." omel Mrs. Zora.


"Iyaa iya." Yoland berjalan menuju kamar.

__ADS_1


__ADS_2