
Sepulang sekolah, Yoland segera pulang. Dia menolak ajakan teman-temannya untuk nongkrong di cafe. Dia segera berlari ke kamar untuk mencari Mrs. Zora. Akan tetapi dia tidak ada di kamar. Dia berlari ke dapur, hasilnya sama saja. Dia malah mendengar suara seseorang mengerang. Dengan segera Yoland mencari asal suara itu. Dia masuk ke dalam kamar tamu tempat wanita albino.
"Ngapain?" tanya Yoland sambil mengangkat tubuh albino ke ranjang karena wanita albino itu duduk di lantai.
"I want to pee." kata wanita itu.
"Duh ngomong apaan sih." Yoland kebingungan. "Zora kemana sih." gerutunya.
Tiba-tiba wanita itu memegang bagiannya( u know lah kalo kebelet pipis gimanaš¤£).
"Eh... eh... ngapain lu?" Yoland semakin kebingungan, wajahnya panik.
Wanita itu malah menangis sambil menunjuk bagian bawah perut.
"Oh iya iya, lu mau ke wc ya. Oke oke jangan nangis ya gua anterin." Dengan segera Yoland mengangkat tubuh albino ke kamar mandi.
Di kamar mandi, Yoland kembali kebingungan.
"Eh lu gimana pipis nya?" tanya Yoland.
Wanita itu menunjuk kloset. Yoland mendudukkan wanita itu di atas kloset.
"Em... When it's done, throw it at the door." kata Yoland.
"Okay, thanks." kata wanita itu kemudian tersenyum.
"Cantik juga." batin Yoland.
"Eh, sorry." Yoland segera keluar kamar mandi.
Yoland merogoh saku celananya dan mengambil ponselnya.
"Haishh cuma berdering, dia kemana sih pergi kok ngga bilang." omel Yoland.
"Dug klotak"
__ADS_1
"Eh, iya iya." Yoland masuk ke dalam kamar mandi dan segera menggendong albino ke kamar tamu. "Gua tinggal nyari Zora dulu ya." Yoland segera keluar.
Baru saja hendak keluar kamar tamu, tiba-tiba Yoland terkejut. Mrs. Zora sedang menatap tajam ke Yoland. Tanpa sepatah katapun keluar dari mulut Mrs. Zora. Dia berlalu ke kamarnya.
"Kamu kemana aja sih?" tanya Yoland sambil mengekor di belakang Mrs. Zora.
"Seneng kan aku ngga ada bisa berduaan sama dia." kata Mrs. Zora ketus.
"Ngga gitu, dia tadi..." sanggah Yoland.
"Ah udah." Mrs. Zora meninggalkan Yoland dan masuk ke kamar.
"Salah mulu dah, kenapa sih sekarang sensian banget." kata Yoland merutuki dirinya sendiri.
Dia duduk di kursi dapur sambil makan. Tiba-tiba ponselnya bergetar.
"Halo, Re." sapa Yoland.
"Anu Land, gua mau nanya nih. Kemarin client gua ada yang kehilangan sesuatu, lo sama Azah tau ngga?" tanya Revo.
"Em... anu... itu... ehm... cewe albino lu tau ngga?" tanya Revo lagi dengan suara pelan.
"Uhukkk... cewek ... albino?" tanya Yoland terkejut.
"Iya, lo tau?" tanya Revo lagi.
"Emang tuh cewek siapa?" tanya Yoland berusaha menenangkan diri.
"Duh Land, mana gua tau. Tau ngga lo kalo tau bilang iya kalo ngga ya udah gua tutup teleponnya nih." jawab Revo dengan nada sedikit tinggi.
"Lah, kok lu nyolot? Gua nanya anjir. Gua ngga tau." kata Yoland kemudian menutup teleponnya sebelum Revo yang menutupnya.
"Bikin ngga ***** makan aja." maki Yoland. "Btw, si Revo kok tau soal albino." batin Yoland.
Setelah selesai makan, Yoland masuk ke kamar. Dia segera membersihkan diri. Kemudian dia menelepon Azah.
__ADS_1
"Oe Zah, bilang ke yang lain kumpul di rumah gua ntar malem." kata Yoland.
"Semua?" tanya Azah.
"Hadeh yang biasa aja ngga usah semuanya kebanyakan." jawab Yoland ketus. "Woiya, ntar kalo lu di telepon sama Revo ngga usah diangkat." lanjutnya.
"Lah, emang napa?" tanya Azah heran.
" Ngga usah ya ngga usah!" bentak Yoland kemudian menutup teleponnya.
"Marah-marah mulu kenapa sih?" tanya Mrs. Zora sambil memeluk Yoland dari belakang.
"Mood Zora kok berubah-ubah." pikir Yoland.
"Ih, ditanya kok malah ngelamun." omel Mrs. Zora.
"Eh, iya itu nanti malem pada mau ke sini." jawab Yoland.
"Oh gitu." Mrs. Zora berjalan menuju ranjang dan merebahkan diri membelakangi Yoland.
"Em... makasih ya." kata Yoland.
"Buat apa?" tanya Mrs. Zora tanpa melihat ke arah Yoland.
"E... itu kamu udah ngga maksa aku makan bawang putih lagi hehe..." jawab Yoland sambil cengengesan.
"Hmmm." Mrs. Zora masih dengan posisi yang sama. Dia diam cukup lama.
"Em... kamu kenapa sih?" tanya Yoland.
"Nggak apa-apa kok." jawab Mrs. Zora.
Yoland hanya diam. Dia terus menatap punggung Mrs. Zora. Hingga dia memberanikan diri untuk mendekat dan memeluk Mrs. Zora dari belakang.
~
__ADS_1