
Sesampainya di sekolah, mereka segera menuju basecamp. Meskipun jam menunjukkan pukul tujuh. Hal ini sudah biasa mereka lakukan bahkan jika harus meninggalkan jam pelajaran sampai jam istirahat. Yah tidak akan ada yang berani menegur karena Yoland anak pemilik sekolah.
"Ada apa semalem?" Yoland mulai membuka percakapan dengan nada serius.
"Genk midnight mereka bilang mau kesini. Takutnya ketika mereka kesini yang lemah terutama cewek belum kita evakuasi, karena kita juga ngga tau kapan mereka kesini." jelas Revo.
"Bagaimana jika kita..." ucapan Gion terpotong.
"Pojok belakang Azah!" teriak Yoland membuat semuanya terpaku ke arah yang Yoland tunjuk.
Setelah mendengar teriakan tersebut tanpa basa basi Gavin, Erga dan Egi segera meringkus orang tersebut.
"Siapa yang nyuruh..." Yoland menghentikan pertanyaannya karena tiba-tiba cowok tersebut tergeletak di lantai.
"Huekk..."
"Ra...racun..."
"Gila juga nih orang."
"Biarin aja ntar gue nyuruh orang buat meriksa nih cowok!" pinta Yoland.
"Gimana sih kok bisa nyampe ada orang asing ke sini?" Dion merasa bingung.
__ADS_1
"Eh masukin dia ke ruangan noh!" pinta Yoland sambil menunjuk sebuah ruangan berdinding besi.
Ridhas dan Evan pun segera menyeret mayat tadi ke dalam ruangan tersebut.
"Lanjutin yang tadi..." kata Yoland kemudian terkejut karena pintu terbuka.
"Kalian!" teriak seorang wanita yang ternyata adalah Mrs. Zora. "Kenapa tidak ikut pelajaran saya?"
"Anj... eh maap Mrs cantik kita..." Azah terbata-bata.
"Kamu ikut saya ke ruangan kepsek!" pinta Mrs. Zora pada Yoland.
"Eh... Mrs... anu... itu... Yoland kan..."
"Kamu diam! Dan kamu cepat ikut saya!" bentak Mrs. Zora.
Sesampainya di sana, Pak kepsek malah terkejut. Ia segera mempersilahkan Mrs. Zora dan Yoland untuk duduk.
"Maaf sebelumnya ada apa ini ya?" tanya Pak kepsek.
"Saya mau dia dihukum pak karena dia sudah menghasut anak laki-laki di kelasnya untuk meninggalkan pelajaran dan..." jelas Mrs. Zora dengan berapi-api.
"Mrs. Zora maaf sebelumnya ini memang sudah biasa terjadi dan untuk Yoland dan teman-temannya memang tidak apa-apa."
__ADS_1
Penjelasan Pak kepsek malah membuat Mrs. Zora ternganga. Dia benar-benar tidak habis pikir, kenapa ada peraturan seperti itu.
"Baiklah jika tidak ada hukuman untuknya, maka saya sendiri yang akan menghukumnya." kata Mrs. Zora dengan nada tegas. "Ikut saya ke ruangan saya!" pinta Mrs. Zora.
"Aduhhh... Mrs. maaf tapi ini..." Pak kepsek tidak melanjutkan perkataannya karena Mrs. Zora dan Yoland telah meninggalkan ruangan.
~
Sesampainya di ruangan kerja Mrs. Zora, Yoland segera di beri hukuman berupa membersihkan seluruh ruangan.
"Apa yang kamu pikirkan sampai tidak mengikuti kegiatan pembelajaran? Mau jadi apa kamu di masa depan?" omel Mrs. Zora.
"Lalu anda sendiri kenapa tidak mengajar di jam pelajaran anda? Apakah anda suka sekali makan gaji buta?" kata Yoland dengan tenang.
"Kamu..." Mrs. Zora merasa kesal karena mendengar perkataan Yoland yang menurutnya tidak sopan.
Sebelum menyelesaikan ucapannya, Yoland mengunci Mrs. Zora dengan tangan kanannya ke dinding.
"Ini... apa yang kamu lakukan?!" seketika wajah Mrs. Zora memerah.
"Apa? Kau tidak tau siapa aku?" Yoland memamerkan senyumnya yang biasa ia tunjukan untuk membanggakan diri. Gigi taring alami yang memang ia punyai sejak kecil nampak seperti vampir jika dari depan.
"Kamu... kenapa? Aku..." Mrs. Zora gelagapan.
__ADS_1
Yoland pergi keluar ruangan meninggalkan Mrs. Zora yang masih terpaku. Ia berjalan menuju basecamp tadi.
~