
Sore itu Yoland berpamitan dengan Mrs. Zora untuk berkumpul dengan teman-temannya. Dia dan yang lainnya akan menjalankan rencana untuk menolong Revo.
"Jangan kemaleman ya, aku takut di rumah sendirian." Mrs. Zora menatap Yoland dengan wajah memelas.
"Iya janji ngga lama kok." kata Yoland.
Mrs. Zora mendorong Yoland ke sofa. Kemudian dia mencium bibir Yoland sebentar.
"Udah ya, ngga enak mereka nungguin." kata Yoland setelah melepaskan diri dari Mrs. Zora.
Mrs. Zora mengangguk. Dia masih menatap Yoland.
"Kenapa? Aku cuma mau nolongin Revo kan masih bisa pulang bukan mau perang hahaha..." kata Yoland kemudian tertawa sambil mencubit pipi Mrs. Zora.
"Aku mau janji kamu." Mrs. Zora masih menatap Yoland lekat, ada harapan dari sorot matanya.
"Iya, aku bakalan nepatin kok." Yoland memeluk Mrs. Zora. "Udah ya aku berangkat dulu, doain biar berhasil." lanjutnya, kemudian pergi.
Mrs. Zora menatap Yoland dari pintu. Setelah Yoland tidak terlihat, barulah dia menutup pintu dan masuk kembali ke kamar.
~
Di rumah Vyn, Vyn dan yang lainnya sudah berkumpul di sebuah ruangan yang banyak terdapat komputer. Yoland yang baru datang langsung bergabung dengan mereka.
Mereka menatap laptop dengan merek Alienware AW17R4. Dengan cepat jari-jari Om Zevi meluncur di atas keyboard.
"Om hari ini cuma virtual kan?" tiba-tiba Yoland menanyakan hal yang membuat yang lainnya menatap Yoland.
"Kenapa?" tanya Om Zevi dengan mengerutkan keningnya.
"Zora ngga berani di rumah sendirian, saya ngga bisa kemaleman Om." jelas Yoland. "Sorry..." Yoland merasa tidak enak dengan yang lainnya.
"No problem, kita kan emang mau nyoba virtual dulu. Kalo ngga berhasil baru pake cara FTF. Semoga aja ini cukup buat nolongin Revo." kata Om Zevi kemudian mengalihkan pandangan ke laptop lagi, diikuti oleh yang lainnya.
__ADS_1
Sekitar 5 menit mereka memperhatikan layar laptop. Tiba-tiba, Om Zevi menggebrak meja dengan girang.
"Astaga ada apaan sih om." omel Vyn karena terkejut.
"Ketemu lokasinya. Nih, liat mereka udah ambil umpan kita." Om Zevi menunjukkan beberapa titik di layar.
Cukup lama mereka melakukan war virtual karena perusahaan Vexovada memang bukan sembarang perusahaan. Jadi butuh perjuangan untuk menerobos keamanan jaringan perusahaan.
"Nice nice." seru Azah.
Jam menunjukkan pukul setengah sepuluh. Mereka belum selesai. Yoland menatap jam tangannya dengan perasaan khawatir.
"Akhhhh! Gagal!" teriak Om Zevi.
"Hah? Gagal?" Vyn tidak percaya.
"Kok bisa Om?" tanya Dion.
"Kita ketauan. Duh sorry, Om ceroboh." Om Zevi masih menatap laptopnya dengan rasa tidak percaya.
"Heh anak tol** gausah bac**! Lu kira gampang hah? Lu mah enak tinggal nyalahin orang." bentak Om Zevi.
"Udah udah, kita pake FTF aja." sela Yoland.
"Gimana?" tanya Ergi. "Kita belum ada persiapan juga." lanjutnya.
"Iya Land, paling nggak kita butuh bantuan bokap lu." timpal Dion.
"Nggak! Gua ngga mau bawa-bawa bokap gua." Yoland langsung menolak saran Dion.
"Ya terus gimana?" Gion berkata dengan nada kesal.
"Yang ini Om ngga ikutan, kalian tanggung sendiri aja. Tapi inget kalo butuh bantuan segera hubungi Om. Oh iya, itu tadi Om ambil sedikit data dari perusahaan Vexovada buka aja siapa tau bisa ngebantu kalian." Om Zevi berkata kemudian pergi keluar ruangan.
__ADS_1
"Capek." keluh Vyn.
"Gimana Land?" tanya Ergi.
" Eh, data yang di copy Om Zevi." Yoland membuka laptop dan mulai mencari data yang dimaksud Om Zevi. "Nah ketemu!"
"Apaan tuh?" tanya Azah.
"Ini kan jadwal kegiatan di perusahaan Vexovada." kata Vyn sambil mengamati isi data tersebut.
"Hehe..." Yoland nyengir, yang lain menatap Yoland bingung.
"Apa yang lucu?" tanya Dion.
"Bagus dong, nih liat acara besok. Lelang." jawab Yoland kemudian menyeringai.
"Terus?" tanya Dion masih bingung, dia menggaruk kepalanya.
"Elahh, tol** banget sih lo!" bentak Yoland. "Nih, besok kan mereka ada acara lelang tuh. Kita dateng ke sana sekalian nyari keberadaan Revo." jelas Yoland.
"Ide bagus tuh." Vyn ikut nyengir.
"Btw, gimana caranya kita ke sana?" tanya Azah.
"Plak!"
"Beg* lu, ya pake kaki lah." kata Gion setelah memukul kepala Azah.
"Ngga gitu, maksud gue kan kalo masuk lelangan biasanya ada tiket masuknya. Kita mana punya." jelas Azah sambil mengusap kepalanya yang kena pukul Gion.
"Em... udah deh pulang dulu ntar gue minta solusi ke bokap." kata Yoland.
Mereka setuju dan pulang ke rumah masing-masing. Sedangkan Yoland, dia menancap gas mobilnya menuju ke rumah dengan kecepatan tinggi. Dia khawatir sejak tadi karena Mrs. Zora sendirian di rumah. Apalagi jam sudah menunjukkan pukul 11 malam.
__ADS_1
~