Live Young Master Bastard

Live Young Master Bastard
30.


__ADS_3

Yoland dan Azah masih menatap perempuan tersebut. Kulitnya putih bahkan mirip seperti orang yang mengidap albino. Tidak hanya kulitnya rambutnya pun putih. Wanita tersebut menatap Yoland dan Azah dengan tatapan sedih.


(Visualnya nih, sorry ya kalo kalian ngira ini tuh animasi 3dimensi nyatanya ini beneran manusia. Coba kalian search Savannah Blade muncul tuh cantik banget🤣untuk telinga sih emang ngga asli kan dia lagi nge cosplay ye ga colšŸ˜‚)



"Land, itu orang bukan?" tanya Azah dengan suara gemetar.


"Orang deh keknya." jawab Yoland.


"Tapi kok telinganya..." Azah tidak meneruskan perkataannya karena tiba-tiba perempuan itu mendekat dan menggenggam tangan Yoland. Wajahnya memelas. Matanya berbinar. Nampak seperti meminta tolong.


"Eh, lepasin!" pinta Yoland, dia agak takut karena kulit tubuh perempuan itu aneh dan kukunya panjang-panjang.


Wanita itu terjatuh lemas masih dengan menatap Yoland dan Azah dengan tatapan memelas.


"Zah, cari cara buat ngeluarin dia." kata Yoland.


"Eh gila lu, nggak ah kita ngga tau dia manusia apa monster." Azah segera menolak.


"Dia manusia kok, kasian tuh." Yoland berjongkok dan menatap perempuan tersebut.


"Cepet cari siapa tau ada tombol atau kunci buat buka pintu!" pinta Yoland.


Tanpa berkata, Azah segera mencari kunci atau apa pun yang bisa digunakan untuk membuka pintu. Tangannya meraba-raba, dia menemukan sesuatu berbentuk persegi. "Land, sini!" kata Azah.

__ADS_1


Yoland menghampiri Azah. Dia menyalakan senter ke arah tangan Azah. Di persegi itu terdapat tulisan "On" "Off" tapi tidak ada tombol apapun.


"Payah! Gimana nih." gerutu Yoland.


Yoland dan Azah masih sibuk mencari cara. Tiba-tiba terdengar suara parau yang tidak jelas. Yoland dan Azah mendekat ke perempuan tadi.


"Eh ngomong apa lu yang jelas dong!" omel Azah.


"Duh ngomong apaan sih ga jelas." Yoland mengacak-acak rambutnya sendiri. Jari telunjuk perempuan itu menunjuk persegi tersebut kemudian telapak tangannya membalik dengan cepat. Yoland dan Azah masih kebingungan. Tiba-tiba, Yoland mendapat ide. Dia bergerak ke arah persegi tadi kemudian menarik bagian di tulisan on. Kotak itu membalik, pintu di jeruji besi itu juga terbuka. Tak hanya pintunya, bahkan rantainya juga terlepas.


"Hah! Gila! Kebuka Land!" teriak Azah girang. "Eh... eh... tuh cewek ngapain Land.", Azah melihat perempuan itu mendekat ke arah mereka dengan cara merangkak. "Land...land... bener kan dia monster, lari Land lari!" teriak Azah.


"Tunggu, liat dia nangis Zah." Yoland menarik lengan Azah.


Perempuan itu mendekat ke Yoland dan menarik tangan Yoland. Yoland berjongkok menghadap perempuan itu. Dengan cepat perempuan itu sudah ada di punggung Yoland.


Dengan segera, Yoland ikut keluar. Mereka melewati jalan yang sepi. Sesampainya di mobil, Azah segera menelepon Dion agar mereka ikut pulang.


Dion dan yang lainnya terkejut melihat seorang wanita sedang duduk di kursi depan.


"Eh dapet dari mana kalian? Si Revo jadi cewe?" tanya Dion.


Azah menjelaskan semuanya. Mulai dari Revo yang menolak ikut pulang juga alasannya. Hingga tentang wanita itu.


"Terus? Siapa yang bakal bawa dia?" tanya Vyn.

__ADS_1


"Yah lupa, siapa dong? Gua ngga mau ntar gua dikira ngapa-ngapain anak orang." Azah berkata dengan tegas.


"Gua nggak mau juga." Dion menolak dengan cepat.


Begitulah, sampai akhirnya mereka semua memandang Yoland. Yoland berdecak.


"Haishh gua punya istri." tegas Yoland.


"Gapapa deh Land, kan lu cuma berdua di rumah. Lagian buat temen Mrs. Zora juga." kata Ergi memberi saran.


"Jangan seenaknya lu, tau sendiri kan Zora cemburuan banget." kata Yoland ketus.


"Kan lu juga yang bawa dia keluar." timpal Gion.


"Hooh, lu juga yang tadi minta gua nyari cara buat ngeluarin dia." Azah ikut nimbrung.


"Ta** klean. Ah udah pulang aja."


"Serius Land, lu yang bawa yak." kata Azah.


"Ngalamat ngga dapet jatah nih." batin Yoland.


"Pulang!" bentak Yoland.


Vyn segera melajukan mobilnya. Mereka pulang ke rumah Yoland.

__ADS_1


~


__ADS_2