
Setelah bunda dan teman-teman Yoland pulang, Yoland segera menagih janji Mrs. Zora.
"Yok sekarang." kata Yoland.
"Aku ngga bisa." kata Mrs. Zora gugup.
"Kenapa? Kan udah janji." Yoland bergelayut manja di lengan Mrs. Zora.
"Aku lagi datang bulan." kata Mrs. Zora wajahnya memerah.
"Terus kapan dong." Yoland kecewa, dia berguling di ranjang.
"Sabar ya aku baru mulai, Minggu besok deh." jelas Mrs. Zora.
"Lamaaaaa... kreatif dikit laa." kata Yoland memohon.
"Maksudnya apa? Udah sabar aja." kata Mrs. Zora.
"Ngga bisa sabar aaaakhhhh!" teriak Yoland.
Mrs. Zora hanya menggelengkan kepalanya menatap Yoland yang berguling ke sana-kemari.
"Mau kemana?" tanya Yoland ketika melihat Mrs. Zora beranjak dari duduknya.
"Mau ke minimarket." jawab Mrs. Zora. Dia membuka laci kecil di lemari dan mengambil dompetnya.
"Mau ngapain?" Yoland masih mengamati Mrs. Zora.
"Beli barang." Mrs. Zora membuka pintu kamar.
"Ikut." Yoland bergelayut di belakang Mrs. Zora.
"Kamu kenapa sih, tumben manja banget." Mrs. Zora menatap Yoland dengan tatapan menyelidik.
"Kalo ngga boleh ya udah." Yoland. berlalu ke kamar mandi.
__ADS_1
Mrs. Zora bergegas ke minimarket sebelum Yoland berubah pikiran dan mengikutinya.
Di minimarket
Mrs. Zora segera memilih barang yang akan dia beli. Setelah memasukan semua barang yang akan dia beli ke keranjang, dia menuju kasir untuk membayar.
"Untung aja sepi, duh sakit banget perutku." kata Mrs. Zora dalam hati. Dia meletakkan keranjang tadi di meja kasir.
Seorang laki-laki menyapanya dengan ramah.
"Banyak banget mbak, bisa bawanya ngga?" sapa kasir itu ramah, dia juga tersenyum ke Mrs. Zora.
"Bisa kok mas."Mrs. Zora ikut tersenyum.
"Kalo ngga saya bantu bawain mbak hehehe..." kata Mas kasir sambil membungkus semua barang ke kantung plastik.
"Nggak usah mas, saya bisa sendiri." Mrs. Zora segera membayar biaya barang tersebut.
"Makasih mbak, lain kali kesini lagi yak." ucap Mas kasir masih dengan senyumnya yang manis.
Dia memang sengaja tidak membawa mobil, karena jarak dari rumah ke minimarket tadi cukup dekat.
Di tengah jalan Mrs. Zora bertemu dengan Bu Anna.
"Eh mbak Zora, belanja ya mbak." sapa Bu Anna.
"Iya nih Bu." Mrs. Zora tersenyum sambil mengangkat belanjaan di tangannya.
"Oh iya, nanti malam ada acara syukuran di rumah Bu Lili dateng ya sama suaminya." kata Bu Anna.
"Acara syukuran apa Bu?" tanya Mrs. Zora.
"Gini, Bu Lili kan baru pernah mau punya anak. Dia ngadain acara tujuh bulanan." jelas Bu Anna.
"Gitu ya, ya udah nanti saya sama suami saya usahain dateng. Kalo begitu saya permisi dulu." Mrs. Zora kembali berjalan menuju rumah.
__ADS_1
Di rumah
Mrs. Zora masuk ke kamar. Dia terkejut dan menatap Yoland tajam.
"Kenapa jadi berantakan." Mrs. Zora berkata dengan nada cukup tinggi.
"Abisnya kamu nyebelin." ucap Yoland sambil menghembuskan asap vape.
"Kamu ngapain masih pake ginian sih, ngga mau punya anak ya." Mrs. Zora merebut paksa vape yang di pegang Yoland kemudian membantingnya ke lantai.
Mrs. Zora menangis sambil berlari keluar kamar. Dia duduk di teras halaman belakang.
Tak lama kemudian Yoland datang. Dia duduk di samping Mrs. Zora.
"Maafin aku." ucap Yoland sambil memeluk Mrs. Zora.
Mrs. Zora hanya mengangguk dengan kepala tertunduk.
"Kamu udah makan?" tanya Mrs. Zora.
Yoland hanya menggelengkan kepalanya.
"Makan dulu yuk." Mrs. Zora bergegas masuk ke dapur. Dia tidak mau Yoland melihat matanya sembab.
Mrs. Zora menyajikan makanan di meja makan. Dia juga mengambilkan seporsi makanan untuk Yoland.
"Makan ya." kata Mrs. Zora.
"Kamu juga makan." Yoland menahan pinggang Mrs. Zora sehingga posisi mereka berhadapan.
"Ayo makan cepetan, nanti kita ke rumah Bu Lili ada syukuran di sana nggak enak kalo ngga dateng." Mrs. Zora berusaha melepas tangan Yoland dari pinggangnya.
Yoland hanya mengangguk. Dia duduk dan segera melahap makanan yang disajikan untuknya.
~
__ADS_1