Live Young Master Bastard

Live Young Master Bastard
5.


__ADS_3

Siang pukul 2:35 segerombol laki-laki mengepung sekolah HSXX. Ternyata mereka adalah Genk Midnight yang tadi pagi menjadi topik pembicaraan Yoland dan yang lainnya. Bahkan hampir tak ada celah untuk bisa keluar dari sekolah tersebut. Tawuran dan hal semacam ini memang biasa Yoland dan temannya lakukan. Mereka melakukannya tidak seperti yang siswa biasa lakukan pada umumnya. Mereka benar-benar menggunakan strategi yang bagus.


Revo seorang jenius yang menjadi hacker andalan genk Yoland sedang mengotak-atik komputer untuk melihat situasi di luar sekolah. Sedangkan Dion dan Gion yang merupakan senjata otot Yoland segera mempersiapkan penyerangan balik. Tentu saja mereka tidak menggunakan tangan kosong. Banyak dari mereka yang membawa senjata, bahkan pistol pun mereka pakai. (Huh! Dah kek war di game aja:v)


"Mereka nyerang pake batu sama naik pagar sekolah. Gimana nih? Cewek-cewek ama guru belum di evakuasi." kata Revo setelah mengamati keadaan diluar sekolah dari komputer.


"Bawa mereka ke ruang bawah tanah perpustakaan!" pinta Yoland pada barisan Azah.


Tanpa basa-basi, Azah memimpin untuk mengevakuasi cewek-cewek dan guru.


"Land terlalu lama 30 menit paling cepet, gimana?" kata Rydas memperkirakan pelaksanaan evakuasi tersebut.


"Sebenarnya apa yang dilakukan Mrs. Zora sampai mengganggu mereka?" tanya Yoland bingung. "Lakukan saja Dion dan Gion akan mengulur waktu. Vyn lu ama Rey tembak mereka dari atap gedung, inget ya sasaran hanya lengan dan paha jangan kepala dan dada!" pinta Yoland segera diikuti oleh yang lainnya.


Tiba-tiba Azah berlari tergopoh-gopoh menghampiri Yoland.


"Land gawat...hahh...hahh...hahh..." nafas Azah tersengal-sengal.


"Ada apa?" tanya Yoland dengan sedikit emosi.


"Mrs. Zora yang mereka incar. Mereka bilang mereka cuma dikasih tugas buat nangkep Mrs. Zora." jelas Azah.


"Gila si tuh orang ngapain si hobinya nyalahin orang malah dia sendiri yang bikin masalah!" omel Yoland. "Sekarang tuh orang kemana?" tanya Yoland.


"Oh iya ini penting! Mrs. Zora ilang kita udah nyari ke seluruh sekolah ngga ketemu." jawab Azah.


"Ahhhh! ngrepotin bang***!" geram Yoland, dia berlari ke luar ruangan.


"Lu mau kemana?" tanya Azah.


"Dah biarin! Lu lanjutin aja tugas lu." kata Revo.


Yoland berlari ke satu tempat yang menurutnya merupakan tempat paling memungkinkan untuk ditempati Mrs. Zora. Ya, ruangan Mrs. Zora di lantai dua sebelah UKS.


Sesampainya di sana, Yoland mendobrak pintu nya. Akan tetapi pintunya dikunci. Dia berteriak sambil menggedor-gedor pintu.


"Mrs buka pintu! Bahaya!" teriak Yoland sambil tah hentinya mendobrak pintu.


"Aaa...akuuu...takut..." Mrs.Zora berkata setelah membuka pintu sedikit.


Tiba-tiba terdengar suara langkah kaki yang cukup banyak menuju arah mereka. Dengan segera Yoland masuk ke ruangan Mrs. Zora dan mengunci pintu.


"Bagaimana ini aku takut..." kata Mrs. Zora ketakutan.

__ADS_1


"Apa tidak ada tempat untuk bersembunyi?" tanya Yoland setengah berbisik.


"Ada tapi..." Mrs. Zora terlihat ragu.


"Cepat katakan ini gawat mereka diluar." desak Yoland.


"Lemari." tunjuk Mrs. Zora.


"Oke sebentar..." Yoland melangkahkan kaki menuju pintu untuk membuka kunci.


Setelah itu dia segera menarik Mrs. Zora untuk masuk ke lemari.


"Eh ini lemarinya kok..." Yoland heran karena lemari itu tidak terlihat aman untuk bersembunyi.


"Bawahnya." kata Mrs. Zora.


"Maksudnya?" tanya Yoland masih tidak mengerti.


Mrs. Zora segera menggeser bagian bawah dalam lemari. Dia menjelaskan posisi bersembunyi di sana.


"Lalu siapa yang dibawah?" tanya Yoland.


"Kamu..." jawab Mrs. Zora.


Yoland masuk terlebih dahulu. Dia tidur terlentang menghadap atas, sedangkan Mrs. Zora berbaring di atas Yoland menghadap Yoland. Posisinya benar-benar buruk bagi Yoland. Dia merasa aneh karena ada benda kenyal yang menempel di dadanya. Ditambah lagi Mrs. Zora yang tanpa sengaja mendesah karena kepalanya terbentur lantai dalam lemari yang digeser.


"Aaahhh..." desah Mrs. Zora tepat ditelinga Yoland.


"Astaga." Kata Yoland dalam hati. Wajahnya kini memerah, untung saja gelap jadi tidak terlihat oleh Mrs. Zora


"Anu... sepertinya ada sesuatu di bawah." Mrs. Zora berbisik pada Yoland.


"A...ap...apa?" tanya Yoland terbata-bata.


"Ini apa? Keras sekali." jawab Mrs. Zora sambil menggoyangkan pinggulnya.


"Ahhh... ap... apa yang kau lakukan!" bentak Yoland dengan berbisik.


"Ini apa? Aku merasa tidak nyaman." kata Mrs. Zora.


"Diam!" pinta Yoland.


"Tapi..." Mrs. Zora segera bungkam karena terdengar suara beberapa orang sedang berbicara.

__ADS_1


"Kenapa bisa tidak ketemu apa kalian benar-benar sudah mencarinya? Nanti bos bisa marah!" omel seseorang. "Cepat cari lagi sepertinya ruangan ini kosong!" pinta orang tersebut. Kemudian disusul langkah orang-orang menjauh.


"Kita keluar sekarang?" tanya Mrs. Zora masih dengan berbisik.


"Rasanya aku lebih nyaman dengan posisi seperti ini." bisik Yoland pada Mrs. Zora.


"Apa yang kamu katakan?" Mrs. Zora tidak mengerti apa yang Yoland katakan.


Tiba-tiba sesuatu yang lembut dan hangat mengunci bibir Mrs. Zora. Mereka berdua terdiam beberapa saat.


"Maaf Mrs. saya tidak sopan." kata Yoland.


Mrs. Zora hanya diam dan mengangguk. Mereka berdua segera membuka tutup didalam lemari. Setelah keluar dari lemari, Yoland mengikuti Mrs. Zora ke ruangan sebelah lemari.


"Kita tidak mungkin keluar sekarang kan?" tanya Mrs. Zora.


"Kita tunggu kabar dari Dion. Loh sejak kapan ada tempat tidur di sini." kata Yoland heran. Dia duduk di ranjang tepat di samping Mrs. Zora.


"Sebenernya kenapa mereka bisa sampai seperti tadi?" tanya Yoland.


"Sebenarnya... mereka menginginkan aku untuk melunasi hutang orang tua ku karena perusahaan ayah bangkrut tadi pagi." jelas Mrs. Zora. "Apa kamu mau membantu saya?" tanya Mrs. Zora.


"Saya? Saya harus apa?" Yoland nampak ragu karena dia sebenarnya sudah cukup kerepotan.


"Menikah denganku demi menghindari mereka." kata Mrs. Zora.


"Gila mah gua aja masih sekolah! Eh anu... kenapa Mrs. Zora tidak mencari yang sepadan dan malah meminta saya untuk menikah dengan..."


"Kamu yang ngambil first kiss ku!" Mrs. Zora mengungkit yang tadi.


"Eh kan saya udah minta maaf Mrs...mphh..."


Mrs. Zora mencium bibir Yoland. Seketika keadaan memanas. Bahkan mereka lupa dimana mereka sekarang. Tiba-tiba terdengar suara pintu diketuk. Sontak mereka melepaskan diri dan berlari ke arah pintu.


"Kalian gapapa kan?" tanya Dion.


"Eh iya nggapapa kok." jawab Yoland dengan nada gugup.


"Ya udah kita keluar sekarang dan pulang udah malem juga." kata Gion.


Mereka pun segera meninggalkan tempat tersebut.


~

__ADS_1


__ADS_2