Live Young Master Bastard

Live Young Master Bastard
9.


__ADS_3

Yoland dan Rydas sampai di sebuah gedung yang cukup besar. Mereka berdua segera di sambut oleh segerombol cowok. Tanpa basa-basi, mereka pun masuk ke dalam gedung. Kemudian duduk di tempat yang sudah di sediakan.


"Gila! Makin ganteng aja lu Land." ucap Jerry menghampiri Yoland.


"Biasa aja kali hehe... kok bisa si lu buka club ini?" tanya Yoland.


"Lu tau kan di kota ini belum ada club. Kita bingung mau nongkrong dimana." jelas Jerry.


"Wah pikiran lu jalan juga ternyata." puji Yoland setengah meledek.


"Hahahaha... udah deh gua mau nyamperin yang lain dulu." kata Jerry kemudian pergi.


Tak lama kemudian, datang segerombol cewek dengan baju yang sangat seksi. Mereka berdesak-desakan mendekati Yoland.


"Ih, kamu tambah ganteng aja." puji seorang cewek sambil memegang pipi Yoland.


"Uhh, gila! Makin kece aja!" puji yang lain dan blaa...blaa...blaa...


Tanpa sengaja mata Yoland menangkap seseorang. Dia segera berlari menghampiri orang tersebut.


"Ngapain disini?" tanya Yoland.


"Aku..." orang itu terbata karena terkejut melihat Yoland yang datang tiba-tiba.


"Pulang! Lagian Mrs. Zora ngapain pake baju kek gini?" Yoland berkata sambil mengedikan dagu ke arah baju yang dipakai Mrs. Zora.


"Yoland... aku butuh uang untuk melunasi hutang." jelas Mrs. Zora dengan mata berbinar-binar.

__ADS_1


"Aku ngga mau dapet istri bekas. Pulang sekarang! Sekarang kita ke rumah orang itu buat ngelunasin utang orang tua kamu." kata Yoland sambil merangkul bahu Mrs. Zora.


Mereka berjalan keluar gedung. Yoland mengambil ponselnya dan menelepon seseorang.


"Halo... Gi lu bawa mobil kan? Gua pinjem dulu ntar lu bawa motor gua. Gua di depan sekarang." kata Yoland kemudian mematikan telepon.


Tak lama kemudian, seorang cowok datang menghampiri mereka.


"Lah itu Mrs. Zora kok bisa ama lu?" tanya Gion terheran.


"Gatau nih orang. Dah mana kuncinya? Nih lu pake motor gua dulu besok gua balikin." kata Yoland kemudian memberikan kunci motornya.


Setelah mengambil kunci dari Gion, Yoland dan Mrs. Zora masuk ke dalam mobil. Yoland teringat sesuatu dan membatalkan menyalakan mesin mobil.


"Kenapa?" tanya Gion dengan alis terangkat satu.


"Dua jam kedepan lu stay di hp ya siapa tau gua butuh bantuan lu." jelas Yoland.


Yoland melajukan mobil dengan kecepatan tinggi.


"Kamu pelan sedikit!" rengek Mrs. Zora.


"Lepas baju kamu!" pinta Yoland.


"Kamu... kamu sopan sama guru kamu!" bentak Mrs. Zora.


"Ini diluar sekolah, lagian aku ngga suka kamu pake baju gituan." kata Yoland.

__ADS_1


"Ini lebih baik daripada telanjang!" tegas Mrs. Zora.


"Terus? Tadi kamu mau open bo gitu? apa bedanya? Gimana kalo sekarang aku yang bo kamu." Yoland berkata tanpa memandang Mrs. Zora.


"Apa yang kamu katakan? Kamu pasti mabuk." perkataan Mrs. Zora membuat Yoland menghentikan laju mobil.


"Kenapa berhenti?" tanya Mrs. Zora sedikit takut sambil memandang sekitar yang gelap.


"Kalo aku mabuk dan sekarang aku ingin memperkosamu bagaimana?" tanya Yoland sambil mendekat.


"Anak nakal!" teriak Mrs. Zora sambil menangis.


"Hahaha... ku kira kau binal saat di kamar ku kemarin ternyata binalnya boongan hahahaha..." Yoland menertawai Mrs. Zora. "Mrs. aku ga pernah mabuk jadi tenang aja aku ngga bakal memperkosa kamu." lanjutnya.


"Kamu benar-benar keterlaluan!" Mrs. Zora memukul bahu Yoland.


"Awww! Sakit! Turun cepat!" pinta Yoland.


"Maaf deh, jangan disuruh turun ya." kata Mrs. Zora yang tanpa sadar mengelus bahu Yoland.


"Apa yang kamu lakukan?" Yoland menyadari gerakan tangan Mrs. Zora yang reflek.


"Eh... anu..." Mrs. Zora yang sadar dengan gerakan tangannya gelagapan dengan wajah yang memerah.


"Tante binal!" ejek Yoland kemudian melajukan mobil.


"Haishh!" gerutu Mrs. Zora.

__ADS_1


Mereka pun melanjutkan perjalanan. Mereka menuju sebuah rumah yang terletak di tengah hutan. Di sekelilingnya tidak ada bangunan lain selain rumah tersebut. Tak hanya itu, bahkan suasananya sangat sunyi dan sepi.


~


__ADS_2