Live Young Master Bastard

Live Young Master Bastard
55.


__ADS_3

Malamnya jam 7, Yoland dan Mrs. Zora bersiap-siap untuk pergi ke rumah Bu Lili. Mereka memakai baju batik couple.


Setelah selesai, Yoland segera menunggu Mrs. Zora di luar. Dia juga menyiapkan mobil.


"Loh, ngapain bawa mobil?" tanya Mrs. Zora heran.


"Ntar kamu capek gimana?" Yoland membuka pintu mobil dan segera masuk.


"Engga usah, ntar dikira sombong lagi. Udah jalan kaki aja deket juga rumahnya." Mrs. Zora bergegas berjalan meninggalkan Yoland yang sudah masuk mobil.


Dengan cepat Yoland berlari menyusul Mrs. Zora.


"Ya tungguin dong, masa iya suaminya ditinggal." Yoland menarik tangan Mrs. Zora.


"Kamu sih aneh banget mau ke syukuran tetangga bawa mobil." Mrs. Zora menggerutu sambil berjalan.


"Iya iya aku salah, maaf ya." kata Yoland sambil memegang kedua telinganya.


Mrs. Zora hanya mendengus kesal. Dia melanjutkan jalannya.


Sesampainya di halaman rumah Bu Lili, Yoland dan Mrs. Zora segera menghampiri Pak RT yang juga datang.


"Eh Mas Yoland sama Mbak Zora dateng juga." sapa Pak RT.


"Iya nih, acaranya belum dimulai ya pak?" tanya Yoland.


"Belum, ini masih nunggu pak kyai." jawab Pak RT.


"Mbak Zora sini." teriak seorang wanita yang sedang duduk di kursi bersama ibu yang lainnya.


Mrs. Zora mengangguk sambil tersenyum kepada wanita itu.

__ADS_1


"Aku ke sana dulu ya." kata Mrs. Zora pada Yoland.


"Iya." Yoland menganggukkan kepalanya.


Mrs. Zora berjalan menuju tempat Bu Anna dan ibu yang lainnya duduk.


Mereka berbincang cukup banyak. Bahkan ada beberapa yang menjadi pelajaran baru untuk Mrs. Zora.


"Ngomong-ngomong, Mbak Zora udah isi?" tanya Bu Fenny.


"Iya nih, Mbak Zora kapan isi? Udah lama kan nikahnya." Bu Lina menimpali.


Mrs. Zora hanya diam dan tersenyum.


"Eh, mbak jangan kelamaan loh katanya sih suami bakal ngga betah kalo istrinya belum hamil." kata Bu Rita.


"Nah iya tuh, kayak Bu Tina tetangga sebelah kanannya Bu Rita kan ya bu." Bu Eti ikut nimbrung.


Mrs. Zora hanya diam.


Tiba-tiba Pak RT berbicara di mic dan menyuruh orang-orang yang hadir untuk berkumpul. Acara pun dimulai hingga pukul 9.


Setelah selesai, Yoland segera mengajak Mrs. Zora pulang. Sepanjang jalan, Mrs. Zora terdiam. Yoland merasa aneh karena Mrs. Zora tidak mengeluarkan sepatah katapun.


"Sayang kenapa?" tanya Yoland sambil memegang tangan Mrs. Zora.


Mrs. Zora hanya menggeleng. Dia mempercepat langkahnya. Yoland pun mengikuti.


"Kamu kenapa sih?" tanya Yoland sambil duduk di samping Mrs. Zora di ranjang.


"Nggak apa-apa." jawab Mrs. Zora dengan wajah sedih.

__ADS_1


"Jujur aja nggak apa-apa kok." Yoland memeluk Mrs. Zora.


Mrs. Zora hanya diam dan menangis. Tak lama kemudian Mrs. Zora mulai menceritakan semua yang membuatnya sedih.


"Ternyata gini ya rasanya punya istri yang ngebet punya anak." batin Yoland.


Yoland memandang Mrs. Zora. Dia mengusap air mata yang ada di pipi Mrs. Zora.


"Udah ngga usah di dengerin." kata Yoland kemudian kembali memeluk Mrs. Zora.


1 Minggu kemudian


Yoland berjalan ke luar kamar sambil menguap. Dia menuju dapur untuk mencari Mrs. Zora. Ketika melewati ruang tempat alat-alat fitness, Yoland berhenti. Dia menatap Mrs. Zora yang sedang melakukan high knee running in place.


"Kok nggak ngajak?" Yoland menyapa sambil menyandarkan punggungnya ke pintu.


"Kamu masih tidur tadi." Mrs. Zora berhenti berlari di tempat. Dia menatap ke arah Yoland.


Yoland berjalan menghampiri Mrs. Zora.


"Cantik." ucap Yoland sambil mencubit pipi Mrs. Zora.


"Gombal." Mrs. Zora tersipu. Dia memeluk Yoland.


"Mandi sana bau hahaha..." Yoland berlari ke luar. Sedangkan Mrs. Zora mengejar Yoland dengan marah.


Terjadilah aksi kejar-kejaran hingga mereka berhenti dan duduk di sofa ruang tamu.


~


Sorry gaess author lagi sibuk😶

__ADS_1


__ADS_2