Live Young Master Bastard

Live Young Master Bastard
52.


__ADS_3

Setelah Pak RT, Pak Sena juga suami Bu Anna pulang, Yoland dan Mrs. Zora beranjak ke kamar. Mereka juga akan istirahat.


"Kamu pulang sendiri?" tanya Yoland sambil berjalan.


"Iya tadi." Jawab Mrs. Zora.


"Kok berani?" Yoland kini membalikkan badannya dan menatap Mrs. Zora. "Ini beneran Zora asli kan?" tanya Yoland lagi, dia memegang dagu Mrs. Zora dan menatap wajah Mrs. Zora lekat.


"Iya asli dong sayangkuuu..." Mrs. Zora mencium bibir Yoland tapi hanya sebentar. "Eits... puasa dulu sampe bekas-bekas hantu tadi ilang." kata Mrs. Zora, dia merebahkan diri di ranjang dan mulai memejamkan matanya.


"Maafin aku ya karena udah bikin salah." kata Yoland sambil memeluk Mrs. Zora dari belakang.


"Iya nggak apa-apa, aku juga minta maaf karena langsung pergi gitu aja." kata Mrs. Zora kemudian tersenyum.


Mereka pun tertidur sambil berpelukan.


Paginya, Mrs. Zora bangun terlebih dahulu. Dia segera ke dapur untuk menyiapkan sarapan. Entah kenapa dia merasa senang. Bahkan dia memasak sambil bernyanyi.


Yoland turun ke dapur. Dia menyapa Mrs. Zora sambil memeluk Mrs. Zora dari belakang.


"Pagi sayang." kata Yoland.


"Pagi juga sayang." Mrs. Zora tetap melanjutkan kegiatan masaknya.


"Tolong dong bantu bersihin luka di punggung." kata Yoland, dia membuka bajunya dan membalikkan badannya.


Mrs. Zora terkejut melihat luka kemarin sudah tidak ada.


"Hi... hilang." ucap Mrs. Zora masih terkejut.


"Apanya?" Yoland meraba lukanya. Benar saja luka itu sudah hilang. "Terus yang di leher?" tanya Yoland sambil menunjukkan lehernya.


"Udah hilang semua." jawab Mrs. Zora.

__ADS_1


"Makasih ya Tuhanku." ucap Yoland.


"Ya sudah kita sarapan yuk abis itu mandi." ajak Mrs. Zora.


"Oke ntar mandi bareng ya." celetuk Yoland sambil duduk di kursi.


"Ngga boleh!" tegas Mrs. Zora.


"Lah kan tadi kamu yang ngajak." kata Yoland.


"Ngga ada mana ada aku ngajak kamu mandi bareng." kata Mrs. Zora ketus.


"Yahhh curang nih boongin aku." kata Yoland kecewa.


Mereka pun melanjutkan sarapan. Setelah selesai, Yoland segera mandi dan berganti pakaian.


Yoland duduk di sofa ruang tamu. Tiba-tiba ponselnya berdering.


"Apaan Vyn?" sapa Yoland.


"Ya udah sini." kata Yoland. Dia mematikan telfonnya.


"Sayang temenku mau kesini." teriak Yoland.


"Iya." Mrs. Zora sudah paham bahwa dia harus membuat minuman dan camilan.


~


Di kosan Rydas


"Ayo cepetan lah!" pinta Dion.


"Kalian aja gua ngga ikut." kata Azah.

__ADS_1


"Kenapa sih?" tanya Vyn heran.


"Gua ngga mau liat cewe kemarin. Mukanya serem!" kata Azah ketus.


"Yee mata lu doang kali yang salah, buktinya kita kagak liat tuh." sanggah Ergi.


"Lagian sekalian kita bahas rencana liburan. Elu pake penutup mata aja biar ngga liat." kata Gion.


"Boleh juga tuh, nih pake." Rydas mengikatkan kain ke mata Azah.


Yang lain pun tertawa melihat Azah yang ditutup kain matanya.


"Hahaha... anjir dah lah kita jalan!" kata Ergi sambil menyeret lengan Azah.


"Woe anjir lu pada gua ga liat nih, lepasin tangan gua woe!" teriak Azah sambil memberontak karena kedua tangannya di tahan oleh Dion dan Gion.


Mereka pun segera berangkat ke rumah Yoland.


Di rumah Yoland


Sebuah Pajero Sport berhenti di depan gerbang rumah Yoland. Dengan cepat Yoland membuka gerbang. Mobil tadi masuk ke halaman, seorang wanita cantik keluar dari dalam mobil.


"Bunda." Yoland menghampiri bundanya. Mereka berpelukan.


"Bunda kangen sama kamu." kata bunda. "Zora mana?" tanya bunda sambil melepas pelukannya.


"Di dalem Bun, masuk yuk!" ajak Yoland.


"Semalem kamu nggak apa-apa kan? Perasaan bunda nggak enak soalnya." kata bunda.


Yoland terdiam.


"Sayang?" bunda membuyarkan lamunan Yoland.

__ADS_1


"Eh, nggak apa-apa kok Bun. Bunda duduk sini dulu ya Yoland panggilin Mrs. Zora." kata Yoland, dia berjalan menuju dapur.


~


__ADS_2