Live Young Master Bastard

Live Young Master Bastard
24.


__ADS_3

Baru saja turun dari mobil ayah dan bunda sudah menunggu Yoland dan Mrs. Zora di depan pintu.


"Semua barang kalian sudah di pindah ke rumah baru jadi sudah tidak repot repot lagi." kata ayah.


"Duh kalian ngusir apa gimana sih." kata Yoland kesal.


"Nggak gitu sayang, kan biar kamu sama Zora ngga report." sanggah bunda.


"Kalau begitu kami pamit yah,bund." kata Mrs. Zora. Dia mencium tangan ayah dan bunda.


"Hati-hati ya nak, Yoland kamu jaga Zora jangan bikin dia nangis." kata bunda.


"Iya bunda." Yoland bergantian memeluk ayah dan bundanya.


Setelah berpamitan, Yoland dan Mrs. Zora masuk ke dalam mobil. Yoland melajukan mobilnya menuju rumah baru.


"Em... kamu ngga lupa janji kamu kan?" tanya Mrs. Zora.


"Ng... janji yang mana?" Yoland pura-pura tidak tau.


"Aku mau punya anak." Mrs. Zora berkata terus terang. Yoland membelalakkan matanya tidak percaya dengan apa yang dikatakan Mrs. Zora.


"Apa yang kamu katakan?"


"Aku pikir kamu ngga tuli." jawab Mrs. Zora datar.


"Hmmm." Yoland menghela nafasnya.


Mereka diam sampai mereka turun dari mobil. Mereka masuk kedalam rumah baru itu. Cukup bagus dengan desain yang simpel dan ukuran yang sedang. Mereka memeriksa satu persatu ruangan yang ada di rumah tersebut.


"Aku mandi dulu ya." kata Mrs. Zora.

__ADS_1


"Iya sana." Yoland masih sibuk memeriksa lemari di kamar.


Setelah Mrs. Zora pergi ke kamar mandi, ponsel Yoland berdering. Dengan segera disambarnya ponsel yang ada di atas ranjang.


"Ada apa?" tanya Yoland.


"Soal rencana kemarin." kata orang di seberang.


"Mau kumpul kapan?" tanya Yoland.


"Terserah, lebih cepat lebih baik." kata orang di seberang lagi.


Yoland diam dan berpikir sejenak. "Lumayan juga buat ngulur waktu janji gue ke Mrs. Zora."


"Halo, Land?" seru orang di seberang.


"Oke ntar malem ke rumah baru gua aja, ntar gua share loc." kata Yoland.


Yoland mematikan telfonnya. Dia terkejut karena Mrs. Zora memeluknya dari belakang. "Deg" Yoland menatap Mrs. Zora yang tidak memakai handuk melainkan memakai kain putih polos tipis. Dia memandang Mrs. Zora sambil menelan ludah.


"Kamu...kamu ngga ganti baju?" Yoland bertanya sambil memalingkan wajahnya karena wajahnya memerah.


"Kamu lupa janji kamu?" Mrs. Zora duduk di pangkuan Yoland dengan tangan mengalung dileher Yoland.


"Astaga suasana apa ini." batin Yoland. Jantungnya berdetak kencang, nafasnya tidak teratur. "Jangan sekarang ya nanti..." Yoland bingung mencari alasan dia menggaruk kepalanya.


"Kenapa?" tanya Mrs. Zora.


"Ah iya, nanti temenku mau kesini ada urusan penting. Jadi kamu bisa ngga siapin cemilan sama minuman buat mereka?" untung saja Yoland teringat janji pertemuan dengan temannya.


"Hmm iya aku siapin sekarang."Mrs. Zora beranjak dan pergi ke kamar mandi untuk mengganti pakaian.

__ADS_1


"Huh, selamat." batin Yoland. Dia membuka ponselnya dan mengirim lokasi rumah baru ini ke Vyn.


~


Jam menunjukkan pukul tujuh lewat 7 menit. Yoland duduk di sofa ruang tamu. Sedangkan Mrs. Zora sedang sibuk di dapur.


"Ting... tong..." bunyi bell di pencet. Yoland segera membuka pintu dan mempersilahkan teman-temannya masuk. Om Zevi juga ikut.


"Woe Land, mana katanya lu udah nikah sama Mrs. Zora?" kata Azah. Dia celingukan mencari sosok Mrs. Zora.


"Noh." Yoland mengedikan dagu ke arah Mrs. Zora yang berjalan dari arah dapur.


"Gile, beneran ya." kata Ergi.


"Maaf ya cuma seadanya." kata Mrs. Zora sambil meletakkan gelas berisi kopi dan pisang goreng keju parut.


"Makasih Mrs." kata Dion masih dengan menatap Mrs. Zora.


"Plak!" Yoland menampar lengan Dion.


"Sakit bos." gerutu Dion.


"Jangan genit dia udah nikah!" bentak Yoland.


"Etdah, bapak galak bener." ledek Dion.


"Bapak hahaha..." Gion tertawa diikuti yang lainnya.


Mereka mulai membicarakan rencana mereka yang sempat tertunda kemarin. Mrs. Zora ikut bergabung meskipun tidak mengikuti alur pembicaraan Yoland dan yang lainnya. Dia duduk bersandar di bahu Yoland.


~

__ADS_1


__ADS_2