Live Young Master Bastard

Live Young Master Bastard
19.


__ADS_3

Malam itu, Yoland dan Mrs. Zora menginap di villa. Sedangkan bunda pulang, karena ayah pulang dari luar kota.


Udara sejuk di pegunungan membuat Yoland dan Mrs. Zora duduk berdekatan di balkon kamar. Mereka menatap langit juga hamparan pepohonan di bawah. Bunyi binatang malam melengkapi suasana khas pegunungan.


"Kamu kenapa ngga cerita kalo punya villa?" tanya Mrs. Zora.


"Aku malah lupa kalo punya villa. Udah 10 tahun aku ngga kesini hehehe..." jawab Yoland.


"Terus kenapa tiba-tiba kesini? Mau selingkuh sama perempuan itu ya? Semalam tidur bareng ya? Ngapain aja? Ngaku nggak!" Mrs. Zora mengintrogasi Yoland dengan wajah cemberut.


"Kamu... kenapa jadi nuduh gini sih? Aku emang brengsek tapi ngga seburuk itu." kini malah Yoland yang marah. Dia memalingkan wajahnya.


"Aku...aku cuma khawatir." ucap Mrs. Zora lirih.


"Hmm..." Yoland menghela nafas. "Iyaa iyaa aku tau, yang udah biarin berlalu ngga usah dibahas." kata Yoland kemudian memeluk Mrs. Zora.


"Sejak kapan kamu jadi berani peluk aku?" tanya Mrs. Zora dalam pelukan Yoland.

__ADS_1


"Ng... aku..." Yoland merasa bingung. Dia juga tidak tau sejak kapan dia seperti itu. Bahkan dia kini mulai merasa nyaman dengan Mrs. Zora. Tidak seperti waktu itu, dia selalu merasa risih saat dekat dengannya.


"Apa kamu tidak mau meminta hak mu?" tanya Mrs. Zora tiba-tiba. Pertanyaannya itu sontak membuat Yoland terkejut. Yoland membelalakkan matanya tidak percaya dengan apa yang ditanyakan oleh Mrs. Zora.


"Hak? Hak apa?" tanya Yoland berpura-pura tidak tahu padahal wajahnya sudah memerah seperti udang rebus.


"Seperti yang pasangan suami istri lakukan pada umumnya. Apa kamu tau? Karena kamu selalu menolak ku, maka aku selalu berfikir mungkinkah aku tidak menarik? Atau mungkin kamu yang tidak normal?" jelas Mrs. Zora dengan mata yang tidak lepas menatap Yoland.


"Kamu ngga tau seberapa besar usahaku untuk menahannya. Kamu selalu memakai pakaian yang terbuka saat denganku. Apalagi dada mu selalu menempel padaku. Wajahmu yang cantik. Aku benar-benar berusaha menahannya meskipun berat. Kamu ngga tau aku selalu tersiksa pagi siang sore malam." Yoland berkata dengan berapi-api. Dia membalas menatap tajam ke Mrs. Zora.


"Ke...kenapa?" Mrs. Zora tidak percaya dengan respon Yoland.


Tanpa berkata apa-apa, Mrs. Zora memeluk Yoland. Kini dia tau alasan Yoland. Bahkan dia tidak menyangka jika Yoland memiliki pemikiran seperti itu. "Jadi, kamu bukan ngga bisa ngelakuinnya?" tanya Mrs. Zora sambil menatap Yoland lagi.


"Tidak ada yang tidak bisa melakukan hal itu. Meskipun orang itu sangat polos." jawab Yoland dengan nada datar.


"Jadi?" Mrs. Zora masih menatap lekat ke mata Yoland.

__ADS_1


"Jadi apa?" tanya Yoland.


"Kamu tau umurku berapa sekarang?" Mrs. Zora malah menanyakan umurnya. "Aku takut, aku terlalu tua untuk memiliki anak. Jadi kumohon, jangan menunda hingga aku terlalu tua. Sekarang aku 25 tahun. Aku... aku hanya takut jika punya resiko tinggi saat melahirkan." jelas Mrs. Zora dengan mata berkaca-kaca.


"Aku juga belum siap jika aku belum memiliki penghasilan sendiri. Aku tidak mau merepotkan orang tua untuk menghidupi anak ku nantinya." Yoland merasa bimbang. Dia juga tidak menyangka pemikirannya bisa sejauh itu. Hehe tumben pinter.


"5 bulan lagi kamu lulus kan?" Mrs. Zora masih berusaha membujuk Yoland.


"Tapi setelah itu ayah pasti akan menyuruh ku untuk kuliah." Yoland nampak berpikir keras.


"Tidak ada larangan untuk mahasiswa punya anak kan?" Mrs. Zora terus mendesak Yoland.


Yoland diam. Dia berpikir keras. Kemudian dia menatap Mrs. Zora. "Hmm..." Yoland menganggukkan kepalanya. "Abis ini gua pasti bakalan kurang me time sama yang lain." batinnya.


"Sekarang?" Mrs. Zora berkata dengan mata berkaca-kaca, senyumnya kini mengembang. Dia nampak begitu cantik.


"Ngga sekarang, kita belum punya rumah sendiri." jawab Yoland membuyarkan senyum Mrs. Zora.

__ADS_1


"Kamu keterlaluan!" Mrs. Zora beranjak dari tempat duduknya dan merebahkan diri. Dia tidur lebih dulu.


~


__ADS_2