
Sebelum pulang ke rumah Yoland pergi ke restoran. Dia menemui Mrs. Zora. Karena Mrs. Zora ingin makan malam bersama.
Sesampainya di restoran, Yoland segera mencari meja Mrs. Zora. Dia berjalan ke meja 21 setelah bertanya ke pelayan. Benar saja, dia melihat seorang wanita sedang duduk di sana.
Yoland segera menghampiri Mrs. Zora. Mereka pun segera memesan menu.
"Maaf ya jadi nungguin lama." kata Yoland.
"Hm..." Mrs. Zora hanya ber hmm tanpa menoleh kearah Yoland. Dia masih terus memandang ponselnya.
Yoland yang tidak dipedulikan merasa kesal. Dia meletakkan kepalanya di meja. Tak lama kemudian, makanan dan minuman pun sampai. Tanpa berkata apapun, Yoland segera menghabiskan makanannya. Dia bahkan tidak menoleh ke Mrs. Zora sedikit pun.
"Pelan-pelan." kata Mrs. Zora.
Tanpa menghiraukan ucapan Mrs. Zora, Yoland kembali menghabiskan makanannya. Setelah selesai, dia berdiri dan bergegas membayar pesanan. Mrs.Zora hanya menatap heran kepada Yoland. Setelah itu, masih dengan diamnya. Yoland berjalan cepat menuju mobil. Dia tidak menghiraukan Mrs. Zora. Dia menginjak gas dan menuju rumah.
Di depan restoran, Mrs. Zora masih bengong dengan sikap Yoland barusan. Dia heran kenapa tiba-tiba Yoland bersikap seperti itu. Dia pun segera masuk ke mobil dan melajukanya ke rumah.
Setelah memarkirkan mobilnya di garasi, Mrs. Zora segera masuk ke kamar. Dia melihat Yoland sudah berbaring di ranjang dan tentunya sudah mengganti pakaian dengan piyama. Tanpa menegur, Mrs. Zora segera menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Tak lama, dia keluar dan berjalan menghampiri Yoland.
"Kamu kenapa?" tanya Mrs. Zora sambil tengkurap di sebelah Yoland yang sedang bermain hp.
Tidak ada jawaban.
"Kamu kenapa sih?" Mrs. Zora mengulang kembali pertanyaannya. Dia mencolek hidung Yoland.
Masih tidak ada respon.
Tiba-tiba Mrs. Zora mendekatkan wajahnya ke wajah Yoland. Dia mencium bibirnya. Yoland terkejut. Akan tetapi, dia diam dan melihat wajah Mrs. Zora yang memejamkan mata.
"Kamu kenapa? Mau nagih janji yang tadi di sekolah?" tanya Mrs. Zora setelah melepas ciumannya.
"Eh... ng... nggak kok!" Yoland merasa gugup wajahnya memerah.
"Kalo kamu mau sekarang juga nggak apa-apa. Yuk!" Mrs. Zora berkata di dekat telinga Yoland.
__ADS_1
"Anu... aku mau tidur besok sekolah." Yoland segera membalikkan badan dan menutup diri dengan selimut.
Mrs. Zora hanya menatap Yoland dengan wajah murung. Dia ikut merebahkan diri di samping Yoland.
~
Paginya Yoland bangun lebih dulu. Dia terkejut dengan posisi tidurnya. Wajahnya menempel di dada Mrs. Zora yang hanya memakai piyama yang menerawang.
"Apa ini? Astaga, pent... Akhhhh!" teriak Yoland.
Mrs. Zora yang masih tidur terkejut karena Yoland berteriak.
"Kenapa si pagi pagi berisik." Mrs. Zora berkata dengan mata masih terpejam. Dia menarik kepala Yoland dan memeluknya ke dada.
"Mmphhh..." Yoland meronta karena tidak bisa bernafas.
"Eh, kenapa?" Mrs. Zora membuka mata dan berganti posisi menjadi duduk. "Maafin aku. Hihi... ku kira bantal guling." Mrs. Zora malah menertawai Yoland.
Sedangkan Yoland pergi ke kamar mandi dengan wajah cemberut juga memerah.
"Aaahhh... dia imut sekali hihi..." Mrs. Zora berdiri dan berjalan menuju kamar mandi.
~
"Pagi sayang. Loh Zora mana?" tanya bunda.
"Lagi mandi bund." jawab Yoland dengan wajah memerah.
"Yaudah sarapan dulu." kata bunda sambil menyajikan roti isi dan susu untuk Yoland.
"Bun ... Yoland boleh minta tolong ngga?" tanya Yoland dengan nada pelan.
"Minta tolong apa sayang ngomong aja nggak apa-apa." jawab bunda.
"Bilangin ke ayah bund, Yoland mau rumah baru buat..." Yoland berhenti berkata karena bundanya sudah paham.
"Iya sayang nanti bunda ngomong ke ayah." kata bunda kemudian mengelus kepala Yoland dan mencium kepalanya.
__ADS_1
"Pagi bunda." sapa Mrs. Zora.
"Pagi sayang, sarapan cepet ntar ngga kesiangan." pinta bunda.
"Iya bund makasih." Mrs. Zora memakan roti isi dan meminum habis segelas susu.
Setelah selesai sarapan, Yoland dan Mrs. Zora berangkat ke sekolah. Seperti biasa, mereka berangkat sendiri-sendiri.
~
Di sekolah seperti biasa Yoland tidak langsung masuk ke kelas. Dia nongkrong di basecamp.
"Bos! Kabar buruk!" teriak Azah.
"Gas." Yoland memberi kode pada Azah untuk memberitahu kabar buruk.
"Bos beberapa hari ini Revo ga masuk. Kemarin Udah kita selidikin, ternyata dia dibawa pergi sama nyokap tirinya. Kabar yang kita dapet dari pembantu di rumahnya, katanya Revo mau di jual sama nyokapnya. Setelah kita selidikin lagi, ternyata Revo di jual ke genk... apa ya lupa namanya...em... genk apa woe?" Azah bertanya pada yang lainnya.
"Skip nama genknya. Lanjutin cerita lu!" pinta Yoland.
"Revo di jual buat jadi hacker di perusahaan yang ada di black market. Namanya perusahaan Ve... vexovada. Ah iya itu. Terus..."
"Ntar dulu, lu dapet info nama perusahaan dari siapa?" tanya Yoland.
"Kita dapet info dari rekaman cctv kamar nyokap tirinya Revo." jawab Gion.
"Lanjut!" pinta Yoland.
"Nah, lu tau kan Revo itu otaknya bener-bener mirip ama Clay hehehe... nah si Revo dijual buat ngabotin pamor nyokapnya. Lu tau kan nyokap tirinya itu orangnya mentingin gengsi. Nah karena harta di rumahnya sudah habis. Dia manfaatin Revo supaya duit bisa ngalir terus."
"Jadi gimana Land? Kita mau gimana?" tanya Dion.
"Ini si gila. Untung bunda gua ga gitu. Apa tadi nama perusahaan nya?" Tanya Yoland.
"Vexovada." jawab Azah.
"Oke ntar gua minta bokap buat nyari info perusahaan ini. Klean pantau aja nyokap tirinya Revo." jelas Yoland.
__ADS_1
Mereka berbincang tentang Revo sampai pukul 9. Barulah mereka pergi ke kelas untuk mengikuti kegiatan pembelajaran.
~