
Jam menunjukkan pukul 9 malam. Seorang wanita sedang berdiri di ruang tamu. Dia tampak gelisah.
"Yoland belum pulang ya?" tanya bunda pada Mrs. Zora.
"Belum bund." jawab Mrs. Zora. "Dimana sih dia, awas aja kalo macem-macem." batinnya.
"Tadi bunda udah hubungin teman-temannya ngga ada yang tau juga. Coba deh besok kamu ke villa." kata bunda.
"Vi...villa? Yoland di villa bund? Sa...sama siapa?" Mrs. Zora berkata dengan nada khawatir. Dia takut Yoland melakukan hal yang tidak-tidak.
"Di villa ada Kang Wowon, Bi Raras sama anak mereka." kata bunda sambil mengingat-ingat.
"A...anaknya umur berapa bund?" tanya Mrs. Zora.
"Sepantaran sama Yoland. Mereka deket dari kecil." jawab bunda sambil mengingat kenangan dulu.
"Zora mau kesana sekarang bund." kata Mrs. Zora, tanpa terasa air matanya mengalir.
"Udah malem sayang, besok aja. Besok bunda temenin. Sekarang kamu tidur dulu." kata bunda kemudian menuntun Mrs. Zora ke kamar.
"Tapi bund, itu anaknya Bi Raras cewe kan?" tanya Mrs. Zora.
"Udah... kita bahas besok aja. Tidur dulu ya sayang." kata bunda. Kemudian pergi ke kamar.
Mrs. Zora menangis. Dia duduk di ranjang. Tangannya mengutak-atik layar ponsel.
__ADS_1
Calling...
Tak ada jawaban.
"Hiks...hiks... maafin aku..." Mrs. Zora menangis hingga tertidur.
~
Paginya, Mrs. Zora izin tidak masuk. Dia sudah bersiap untuk menyusul Yoland. Dia dan bunda berangkat di antar oleh supir pribadi bunda. Sekitar 45menit, mereka sampai di villa. Tampak villa sepi. Mrs. Zora segera keluar dari mobil dan berlari ke villa. Dia membuka pintu dan segera masuk.
"Yoland! Yoland!" teriaknya. Dia berlari mengikuti bau masakan. Benar saja, dia melihat Yoland sedang duduk di kursi dengan seorang perempuan muda juga separuh baya. Mrs. Zora menghentikan langkahnya. Dia terkejut menatap Yoland. Yoland tampak begitu dekat dengan perempuan muda itu.
"Yo...land..." panggilnya lirih.
Bunda yang baru datang menatap mereka kemudian menarik telinga Yoland. "Dasar nakal ya, udah berani bikin istri sakit hati." omel bunda.
"Aduhh... sakit bund... Yoland minta maaf." kata Yoland.
"Minta maaf sama istri kamu jangan sama bunda!" pinta bunda.
"I...istri?" Citra terkejut mendengar kata istri.
"Iya, Cit kenalin ini Zora istri gue." kata Yoland sambil mengusap rambut Mrs. Zora.
"Em...hai..." kata Citra kemudian mengulurkan tangan. "Seksi banget, boddynya juga bagus. Pantes Yoland mau. Hmm..." batin Citra sambi menatap Mrs. Zora dadi bawah hingga atas.
__ADS_1
"Zora." Mrs. Zora berkata masih dengan sesenggukan. Dia menerima uluran tangan dari Citra.
"Yoland kamu tenangin Zora dulu sana!" pinta bunda.
Yoland mengangguk. Dia mengajak Mrs. Zora ke kamar. Sedangkan bundanya bersama dengan Bi Raras dan Citra melanjutkan kegiatan masaknya.
Di kamar Mrs. Zora kembali memeluk Yoland dengan erat.
"Maafin aku Mrs. aku keterlaluan." kata Yoland.
"Berhenti memanggilku Mrs." kata Mrs. Zora dengan nada ketus.
"Iyaa sayang maafin aku ya." ada rasa aneh yang Yoland rasakan. Dia merasa nyaman dengan pelukan Mrs. Zora.
"Kenapa ngga pulang?" tanya Mrs. Zora masih memeluk Yoland.
"Aku... lupakan." Yoland merebahkan diri dengan dengan diikuti Mrs. Zora.
"Maaf ya aku udah bentak kamu." kata Mrs. Zora sambil menatap Yoland.
Yoland hanya mengangguk. Dia mendekatkan wajahnya. Mereka berciuman.
Tanpa mereka sadari, seorang perempuan sedang menatap mereka dengan menitikkan air mata. Perempuan itu berlari ke bawah. Ia keluar dari villa tersebut. "Apa si yang aku pikirkan, tentu saja mereka wajar melakukannya. Bahkan mungkin sudah lebih. Sadar Cit, lu cuma anak pengurus villa ini. Jadi ngga mungkin Yoland sadar sama perasaan kamu." batinnya.
~
__ADS_1