Live Young Master Bastard

Live Young Master Bastard
46.


__ADS_3

Paginya, seperti biasa Yoland berangkat ke sekolah. Karena Mrs. Zora masih tidur jadi Yoland memutuskan untuk berangkat tanpa berpamitan.


Di sekolah, Yoland sedang berkumpul dengan teman-temannya. Mereka sedang asik mengobrol. Yoland diam sejenak. Matanya menatap perempuan yang sedang berbicara sambil tertawa dengan guru akuntansi. Dia nggak lain adalah Mrs. Zora.


"Oe Land, napa lu?" Azah menyadarkan Yoland.


"Eh, itu Mrs. Zora kan? Gua kira dia ngga masuk hari ini." kata Yoland sambil menunjuk ke arah Mrs. Zora dan Bu Rara guru akuntansi.


"Iya emang dia kan masa suami sendiri ngga paham." kata Azah.


"Nggak gitu njir, gua heran aja tadi dia masih tidur soalnya." Yoland memukul bahu Azah.


"Akhhhh!" teriak Azah.


"Kali aja dia bangun abis lu berangkat terus cepet-cepet berangkat." kata Ergi.


"Iya juga ya." Yoland hanya mengangguk.


Bel masuk berbunyi. Mereka segera masuk ke ruangan ujian. Kali ini yang menjadi pengawas di ruangan Yoland adalah Mrs. Zora. Yoland terus menatap Mrs. Zora. Dia berharap Mrs. Zora akan menyapanya.


"Ngapain liat-liat? Cepet kerjain soalnya!" pinta Mrs. Zora dengan nada ketus ke Yoland.


"Eh, ini Mrs. Zora yang biasanya udah balik lagi ya." batin Yoland.


Yoland hanya diam. Dia segera mengerjakan soal ujian yang ada di layar komputer.


~

__ADS_1


Saat pulang, Yoland segera mencari Mrs. Zora. Dia pergi ke ruangan Mrs. Zora tapi tidak ada. Dia pergi ke kantor pun tidak ada. Akhirnya Yoland memutuskan untuk ke parkiran. Dilihatnya mobil Mrs. Zora tidak ada. Dia pun segera mengendarai motornya dan pulang ke rumah.


Yoland melihat sedang ada kerumunan di depan rumah Bu Anna. Dengan cepat Yoland menghampiri kerumunan tersebut.


"Ada apa Pak?" tanya Yoland pada Pak RT.


"Ini tadi ada yang nemuin sajen di bawah pohon mangga Bu Anna." Pak RT menunjuk sajen yang tergeletak di tanah.


"Ini teh sepertinya di sini ada yang ngejalanin pesugihan Pak." kata seorang bapak berbadan gempal.


"Pak Ujang teh ngga boleh langsung ngambil kesimpulan seperti itu." Pak RT menegur Pak Ujang yang berkata sembarangan.


"Gimana nih Pak RT, kan jadi saya sama suami saya yang tertuduh." Bu Anna merasa kesal karena sajen tersebut ditemukan di bawah pohon mangga miliknya.


"Aduh... tenang dulu ya semuanya. Nanti kita cari infonya lagi." Pak RT berusaha menenangkan warganya.


Yoland berhenti di ruang tamu. Dia menjatuhkan diri nya ke sofa.


"Kemana sih dia." gerutu Yoland.


Yoland memejamkan matanya. Tiba-tiba dia merasa ada sesuatu menindih tubuhnya. Ditatapnya Mrs. Zora yang sedang duduk di paha Yoland sambil menatap Yoland.


"Kamu darimana?" tanya Yoland.


"Makan dulu." Mrs. Zora beranjak ke dapur. Yoland segera mengikuti dari belakang.


"Kamu kenapa pulang telat?" tanya Yoland.

__ADS_1


Mrs. Zora hanya diam. Tangannya terus mengambil nasi beserta lauknya. Yoland tertegun menatap porsi yang disajikan Mrs. Zora.


"Ehh udah ini kebanyakan aku bukan kuli." Yoland mengurangi porsi nasinya.


Mrs. Zora menundukkan kepalanya. Dia tetap berdiri bahkan sampai Yoland selesai makan.


"Aku keluar dulu ya panas nih." Yoland berjalan menuju teras rumah. Dia duduk di kursi sambil menatap jalan. Segerombol ibu-ibu lewat sambil membicarakan sesuatu dengan suara yang keras. Yoland menangkap pembicaraan ibu-ibu itu. Ada rasa khawatir juga takut di hatinya.


"Iya loh, katanya hantunya itu masih perawan. Suka ngincer laki-laki muda gitu." kata ibu bertubuh pendek.


"Iya nih jadi ngeri, tadi pas dukun dateng terus keliling komplek ini saya juga ikut denger penjelasan dia." timpal ibu berambut lurus.


"Meresahkan banget, duh untung anak saya masih kecil." kata ibu bertubuh gemuk, dia merasa lega karena anak laki-laki nya masih kecil.


"Haduh jangan bikin takut deh, anak saya kan udah remaja." ibu berambut keriting terlihat panik.


"Apaan sih emak-emak ngobrolin hal kayak gitu." Yoland merasa kesal.


"Sayang bikinin jus dong panas nih." teriak Yoland.


Tak lama kemudian, Mrs. Zora datang dengan membawa jus jeruk untuk Yoland.


"Makasih." Yoland mencium pipi Mrs. Zora, kemudian meneguk jus tersebut hingga habis setengah.


Mereka berdua duduk di teras. Yoland bercerita banyak pada Mrs. Zora. Sedangkan Mrs. Zora hanya diam di samping Yoland.


~

__ADS_1


__ADS_2