Live Young Master Bastard

Live Young Master Bastard
42.


__ADS_3

Sesampainya di rumah, Yoland segera membersihkan diri. Sedangkan Mrs. Zora, dia menuju dapur untuk menyiapkan makan malam. Yoland segera turun ke bawah setelah selesai mandi. Di dapur dia tidak melihat Mrs. Zora. Dia celingukan mencari Mrs. Zora. Tiba-tiba Yoland merasa aneh. Bulu kuduknya berdiri. Dia merasa seperti ada seseorang di belakangnya. Yoland pun membalikkan badannya dan terkejut. Dilihatnya Mrs . Zora yang memakai baju daster polos berwarna putih dengan rambut terurai. Juga wajah tanpa make up, sehingga dia terlihat pucat.


"Astaga." kata Yoland terkejut. Dia terduduk di kursi meja makan. "Kamu ngapain sih dandan kayak gitu." Yoland menggerutu karena kesal bercampur takut.


"Apa?" tanya Mrs. Zora.


"Ganti baju sana sama rambutnya diikat pake lipstik juga!" pinta Yoland.


"Ngga mau." Mrs. Zora malah menangis. Dia berlari ke kamar.


"Sial!" Yoland merutuki dirinya sendiri. "Oh iya, Zora kan emang suka warna putih. Haduh salah lagi." batin Yoland. Dia segera berlari ke kamar menyusul Mrs. Zora.


Ketika membuka pintu kamar betapa terkejutnya Yoland, karena melihat Mrs. Zora yang sedang berdiri di balkon masih dengan menggunakan style yang tadi. Tanpa pikir panjang, Yoland segera berlari menarik lengan Mrs. Zora dan memeluknya.


"Kamu kenapa sih? Jangan bikin aku takut." kata Yoland.


"Hiks...hiks..." Mrs. Zora terisak di pelukan Yoland.


"Maafin aku ya, kamu boleh kok pakai apa aja yang kamu suka. Tapi kamu kenapa tiba-tiba kayak gini?" tanya Yoland sambil mendudukkan Mrs. Zora di pangkuannya.


"Sayang aku mau itu." Mrs. Zora menggumam tidak jelas.


"Apa? Ulangin aku ngga denger." kata Yoland.


"Aku mau itu." Mrs. Zora mendekatkan bibirnya ke telinga Yoland.


"A... itu... aku besok ujian kata kamu aku harus belajar." seketika wajah Yoland memanas juga memerah.

__ADS_1


"Aku mau sekarang." kata Mrs. Zora, dia menatap Yoland dengan wajah memelas juga mata berkaca-kaca.


"Iya udah yuk." tangan Yoland bergerak ke punggung Mrs. Zora hendak menyingkap baju yang dipakai Mrs. Zora.


"Bukan itu." Mrs. Zora menahan bajunya yang hampir tersingkap ke atas.


"Eh, terus apa?" tanya Yoland bingung.


"Itu mangga yang di halaman depan rumah tetangga." jawab Mrs. Zora sambil menunjuk ke arah balkon.


"Hadehh kirain." Yoland menepuk jidatnya. "Besok ya udah malem ngga enak namu ke rumah orang." kata Yoland.


"Ngga mau, aku mau sekarang." kata Mrs. Zora. Dia berlari ke luar kamar menuju keluar rumah. Yoland berlari mengejar Mrs. Zora.


"Udah malem ngga enak, ayo masuk!" pinta Yoland sambil menarik lengan Mrs. Zora.


"Nggak mau! Aku mau itu lepasin hiks... hiks..." Mrs. Zora malah menangis.


"Ngga ada apa-apa pak ini..." Yoland masih terus menarik lengan Mrs. Zora.


"Lepasin! Hiks...hiks..." Mrs. Zora menggigit tangan Yoland. Setelah Yoland melepas tangannya, dengan segera Mrs. Zora berlari ke halaman depan rumah tetangga yang ada pohon mangga nya.


Mrs. Zora berdiri tepat di bawah pohon mangga tersebut. Wajahnya mendongak ke atas menatap mangga yang bergelantungan.


Yoland dan Pak RT ikut menyusul Mrs. Zora. Karena Mrs. Zora menangis sesenggukan si punya rumah pun keluar. Bu Anna dan suaminya terkejut melihat Mrs. Zora yang berdiri di bawah pohon mangga depan rumah nya. Apalagi Mrs. Zora memakai daster polos berwarna putih dengan rambut panjang terurai.


"Astaghfirullah, Pak itu apa?" tanya Bu Anna.

__ADS_1


"Nggak tau Bu kita lihat yuk." mereka sedikit mendekat ke Mrs. Zora.


"Anu maaf Pak, Bu. Itu istri saya mau minta mangga nya boleh ngga?" tanya Yoland menghampiri mereka.


"Oalah itu Bu Zora toh, kirain siapa." Bu Anna tampak lega. Karena dia tadinya mengira Mrs. Zora adalah hantu.


"Maaf ya Pak, Bu jadi bikin heboh." Yoland terus minta maaf karena tidak enak sudah mengganggu mereka malam-malam.


"Iya nggak apa-apa kok, bentar saya ambilin. Pak RT mau juga mangga nya?" suami Bu Anna segera mengambil sebatang bambu untuk mengait mangga.


"Nggak usah atuh, saya juga tadi cuma kebetulan lewat. Kalo begitu saya permisi dulu, mari Pak, Bu." Pak RT pun berlalu.


"Mangga nya belum matang masih muda apa nggak apa-apa?" tanya Bu Anna sambil memberikan 3 buah mangga ke Mrs. Zora. "Mau lagi?" tanya nya.


"Nggak usah Bu, ini udah banyak. Makasih pak, bu. Maaf sudah mengganggu. Kalo begitu saya sama istri saya permisi." kata Yoland. Dia kemudian mengajak Mrs. Zora pulang.


Mrs. Zora segera berlari ke dapur. Dia mengupas mangga tadi.


"Di kupas semua emang abis?" Yoland heran melihat Mrs. Zora yang sudah selesai mengupas tiga mangga tadi.


"Hooh, kamu mau?" Mrs. Zora menawarkan potongan mangga yang ada di garpu.


"Ngga makasih." Yoland ikut merasakan rasa asam padahal dia tidak memakannya.


"Hmmm." Mrs. Zora menyipitkan matanya karena rasa asam mangga tadi.


"Udah ya jangan aneh-aneh." kata Yoland. Dia menuntun Mrs. Zora ke kamar.

__ADS_1


Yoland membiarkan Mrs. Zora duduk di kursi balkon sambil makan mangga tadi. Sedangkan dia sendiri pura-pura belajar.


~


__ADS_2