Live Young Master Bastard

Live Young Master Bastard
47.


__ADS_3

Ujian telah usai. Hari-hari menjelang pengumuman merupakan hari bebas. Murid-murid boleh masuk sekolah ataupun tidak. Yoland memilih untuk tidak masuk. Dia di rumah menemani Mrs. Zora.


"Halo Gi, kenapa?" sapa Yoland pada orang di seberang telepon.


"Kita main ya ke rumah lu bingung nih di sekolah ngga ngapa-ngapain." kata Gion.


"Oke deh sini." Yoland mengiyakan. Dia menutup teleponnya dan berjalan ke dapur. Dilihatnya Mrs. Zora sedang berdiri menatap keluar jendela.


"Nanti temenku mau pada kesini, tolong bikinin minuman ya." kata Yoland.


Mrs. Zora hanya mengangguk. Yoland kembali ke ruang tamu. Dia berbaring di sofa.


Tak lama kemudian Mrs. Zora datang dengan membawa nampan. Setelah meletakkan di meja, dia duduk di pangkuan Yoland.


"Bentar lagi temenku kesini, kamu ngga malu duduk kayak gini?" tanya Yoland, dia membelai rambut Mrs. Zora yang panjang terurai.


Mrs. Zora hanya menatap Yoland tanpa ekspresi. Tangan Mrs. Zora memegang tengkuk Yoland. Dia mendekatkan bibirnya ke bibir Yoland.


"Land... lu... lu ngapain?" Azah bertanya dengan suara gemetar. Dengan cepat Azah berlari keluar lagi.


Sedangkan Yoland segera menurunkan Mrs. Zora dari pangkuannya.


"Land, lu nggak apa-apa?" tanya Dion. Dia mengguncang bahu Yoland.


"Kalian kenapa sih?" Yoland terheran menatap teman-temannya yang bertingkah aneh.


"Lu apaan si Zah, ini Mrs. Zora tau!" bentak Ergi.


"Se...serius tadi itu..." Azah masih berkata dengan suara gemetar. Bahkan dia tidak berani menatap Mrs. Zora.

__ADS_1


"Kalo kamu mau ke kamar nggak apa-apa." kata Yoland pada Mrs. Zora.


Mrs. Zora mengangguk dan berjalan meninggalkan Yoland dan teman-temannya.


"Azah ta*k bikin panik aja as*." bentak Vyn.


"Kalian kenapa sih?" Yoland kebingungan melihat tingkah teman-temannya.


Rydas memberi kode pada yang lainnya agar diam dan tidak usah membahasnya lagi.


"Gimana kalo kita liburan?" Gion memberi usul.


"Liburan ya? Kapan?" tanya Rydas.


"Terserah sih." jawab Gion.


"Abis pengumuman gimana?" kata Vyn.


"Kuliah lu?" tanya Yoland.


"Sebenernya gua males sih sekolah mulu hadehh... tapi ya mau gimana lagi nyokap gua yang nyuruh." jawab Ergi dengan wajah malas.


"Nggak apa-apa kali Gi, lagian muka ku kan pas-pasan nah kalo lu kuliah kan mending tuh." Azah mengejek Ergi. Dengan segera sebuah bogem melayang ke lengan Azah.


"Ta*k anj*** emang!" Ergi bersungut-sungut.


"Hahaha..." yang lain ikut tertawa.


"Btw, gua juga ngga bisa. Lusa gua ikut bokap ke Papua nih. Dia kan ada kerjasama sama PT Freeport nah gua disuruh bantuin." Dion kembali mengingat pesan ayahnya dua hari yang lalu.

__ADS_1


"Jadi lu berdua ngga bisa ya? Hmmm... yang lain gimana nih?" tanya Gion.


"Gua sih free aja, toh kuliah pun masih disini-sini aja." kata Vyn.


"Hooh gua juga." timpal Rydas.


"Lu Land?" tanya Gion pada Yoland.


"Gua free sih tapi kalo pas liburan gua ngajak Zora nggak apa-apa kan?" kata Yoland.


"Apa?" Azah tersentak. Dia kembali teringat dengan apa yang dia lihat tadi.


Rydas memukul kepala Azah agar dia diam.


"Oke Land, ajak aja sama bunda pun nggak apa-apa hehehe..." kata Rydas.


"Btw, kapan bunda lu menjanda? Gua udah nungguin dari lama loh." Dion malah bercanda.


"Hahaha... ngimpi lu Yon, saingan ama bokap nya Yoland sana." ejek Ergi.


"Anjir penggemar tante-tante nih hahaha..." kata Gion.


"Weh jadi gimana kita mau liburan kemana?" tanya Gion.


"Yang bagus lah, yang bisa nginep juga gitu." jawab Azah.


"Nanti deh kumpul lagi pas udah dapet ide. Kalo ngga bahas aja di gc." kata Vyn.


Mereka ngobrol cukup banyak. Sebenarnya Yoland ingin sekali menceritakan tentang hal yang sedang terjadi di komplek perumahannya. Akan tetapi, dia takut teman-temannya tidak mau mengunjunginya lagi nantinya. Jadi dia mengurungkan niatnya itu.

__ADS_1


Cukup lama mereka berkumpul. Teman-teman Yoland baru beranjak pulang sekitar pukul setengah tujuh malam.


~


__ADS_2