
Cukup lama Yoland di dalam kamar mandi. Dia keluar dan menuju dapur. Dia mendapati Mrs. Zora sedang memasak. Dengan rasa canggung, dia duduk di kursi meja makan. Dia berusaha sibuk memainkan ponselnya.
"Udah? Lama banget, ngapain aja di kamar mandi hihihi..." Mrs. Zora bertanya ke Yoland kemudian tertawa.
"Ak... diem!" Yoland berkata sambil berjalan menuju lemari es. Dia mengambil minuman kemudian duduk kembali.
"Makan dulu, nanti tidur cepat besok berangkat sekolah kan." Mrs. Zora menyiapkan makanan yang sudah matang di meja makan. Dia juga mengambilkan untuk Yoland.
"Ibu mana?" tanya Yoland.
"Belum pulang. Cepat makan!" pinta Mrs. Zora.
"Ngga mau." Yoland teringat kejadian tadi sore.
"Hahaha... kenapa? Tenang aja aku ngga kaya tadi kok." Mrs. Zora ikut duduk di depan Yoland.
Mereka pun segera makan, kemudian berganti pakaian untuk ke rumah Yoland. Tentu saja karena seragam sekolah Yoland di rumahnya.
ezzz_•
~
Sesampainya di rumah Yoland, mereka disambut oleh bunda. Bunda yang sangat merindukan Yoland segera berlari memeluk Yoland.
"Sayang bunda kangen." kata bunda. Selesai memeluk Yoland, ia beralih memeluk Mrs. Zora.
"Bund, ayah mana?" tanya Yoland.
__ADS_1
"Ayah baru berangkat ke Amerika kemarin." jawab bunda.
"Enak deh gaada ayah, eh...hehehe..." Yoland merenges karena bundanya melotot.
"Huh! Nggaada ayah kita susah." kata bunda. "Kalo capek istirahat aja ya, bunda mau tidur baru pulang acara kumpul-kumpul sama squad SMA." bunda pergi menuju kamar.
Sedangkan Yoland, mengajak Mrs. Zora ke kamar untuk beristirahat.
"Hahh... kamar gue I'm miss you." kata Yoland sambil memeluk bantal gulingnya.
Mrs. Zora segera menyeruak ke antara Yoland dan bantal. Dia memeluk Yoland erat.
"Anu... Mrs..." Yoland menghentikan ucapannya karena jari telunjuk Mrs. Zora menempel di bibirnya.
"Berhenti memanggilku Mrs. Panggil sayanghhh..." Mrs . Zora berkata tepat di leher Yoland.
Yoland yang merasakannya merinding. Dia ingin melepas pelukan Mrs. Zora, aja tetapi Mrs. Zora malah lebih sigap. Dia sudah duduk diatas paha Yoland. Dengan kedua tangan memegang masing-masing lengan Yoland.
Yoland yang awalnya menolak, kini mulai menikmatinya. Dia mengikuti gerakan lidah Mrs. Zora. Mrs. Zora melepas ciuman itu dan mengarahkan lehernya ke bibir Yoland. Sesaat kemudian keadaan memanas. Yoland tanpa sadar mulai menggerakan tanggannya ke dada Mrs. Zora. Ketika hampir membuka baju Mrs. Zora, tiba-tiba telepon berdering. Mereka berdua pun kaget dan segera melihat ke arah ponsel.
"Haishh... apa?!" bentak Yoland pada orang di seberang.
"Sante boss... kita cuma mau mampir ke rumah bos boleh ngga? Semuanya pada nyariin kabar boss beberapa hari ini ngga ada kabar di sekolah juga ngga ada." jelas orang di seberang yang ternyata adalah Azah.
"Besok gua juga masuk." Yoland berbicara dengan nada ketus.
"Etdah, kita udah di depan nih." Azah melanjutkan.
"Lah yaudah masuk!" pinta Yoland. Dia menutup teleponnya. Dia baru sadar setelah melihat Mrs. Zora sedang berbaring di ranjang. "Astaga! Jangan sampai mereka masuk ke sini." Yoland bergegas keluar.
"Mau kemana?" tanya Mrs. Zora.
__ADS_1
"Kamu disini aja jangan keluar!" pinta Yoland.
~
Di bawah ada 7 orang. Yah, mereka yang paling dekat dengan Yoland.
"Eh Land, bunda mana?" Tanya Gion.
"Baru aja tidur." jawab Yoland, dia ikut duduk di sofa.
"Lu kemana aja si? Tumben banget gaada kabar sampe berhari-hari. Ga asik lu gaada." Rydas nyerocos tanpa henti.
"Gua ada urusan." Yoland menjawab dengan singkat.
"Woe! Kek bukan lu aja, biasanya urusan ngga bakal lu pikirin." timpal Azah.
"Eh! Gara-gara ngikutin klean gua jadi kena gampar ama bokap. Untung aja fasilitas gua kagak dicabut." Yoland mengomel mengingat kejadian waktu itu.
"Etdah, biasanya elu kagak masalah soal di marahin ampe digampar." Dion nimbrung setelah mengambil minuman dari dapur.
Mereka memang sudah seperti di rumah sendiri kalau di rumah Yoland. Bahkan mereka menganggap bundanya Yoland bunda mereka juga.
"Haduhh dah deh gausah dibahas! Eh klean kenapa kesini?" tanya Yoland sedikit penasaran.
"Oh iya, ini si Leona maksa kita kita buat ke sini. Tau ngga katanya apa? 'Please, gue kangen sama Yoland. Cariin dia ya, bilangin gue cinta banget sama dia.' gitu hahahaha..." Azah menirukan suara Leona yang hampir tidak ada miripnya sama sekali.
"Ih... geli gua hahaha ..." Revo bergidik mengingat perkataan Leona.
Mereka pun ngobrol sampai jam menunjukan pukul 12. Kemudian mereka pulang ke rumah masing-masing. Yoland pun segera beristirahat. Dilihatnya Mrs. Zora sudah tertidur. Pelan-pelan dia merebahkan diri di samping Mrs. Zora. Dia pun segera terlelap menyusul Mrs. Zora.
~
__ADS_1