
Selesai masak, Mrs. Zora menghidangkan makanan di meja makan untuk Yoland. Dia juga membuat satu porsi untuk wanita yang membuatnya ketakutan tadi. Dengan terburu-buru Mrs. Zora membawa nampan berisi makanan dan air putih ke kamar tamu.
"Eat first, forgive my husband who forgot to feed you." kata Mrs. Zora sambil membantu wanita itu untuk duduk.
"Thank you, sorry to bother you." kata wanita itu dengan suara yang tidak jelas.
"Where did you live? I mean, before you..." Mrs. Zora mulai menanyakan niatnya dan Yoland tadi.
"I also don't know, they make me lose my memory about my past." jawab wanita itu sambil mengunyah makanan.
"All right, what's your name?" tanya Mrs. Zora.
"I don't remember it either." jawab wanita itu.
"Gosh, then where are we going to get you back." Mrs. Zora putus asa, dia menundukkan kepalanya.
"Please don't turn me back to them. Please find me a place to stay, I won't bother you guys." wanita itu menggenggam tangan Mrs. Zora sambil memohon.
"Don't worry, we will help you. Go to sleep, I'll go first." Mrs. Zora membawa nampan yang sudah kosong ke dapur.
~
"Gimana?" tanya Yoland.
"She forgot everything." jawab Mrs. Zora.
"Lah kok jadi ikutan ngomong English." Yoland berjalan ke wastafel untuk mencuci piring.
__ADS_1
"Ngga usah, aku aja." Mrs. Zora mencegah tangan Yoland yang hendak membantu Mrs. Zora mencuci piring.
"Hehe... ya udah cepet ya aku mau..." Yoland berlari ke kamar.
Mrs. Zora hanya tersenyum sambil menggelengkan kepala.
Di kamar Yoland merebahkan diri di ranjang. Tak lama kemudian, Mrs. Zora menyusul.
"Cepetan!" pinta Yoland.
"Eh... apanya?" Mrs. Zora terlihat bingung.
"Kamu kok ngga peka sih." Yoland menarik tangan Mrs. Zora hingga Mrs. Zora jatuh ke pelukan Yoland. "Katanya mau punya dede gemoy."
"Eh, sejak kapan kamu jadi berani?" tanya Mrs. Zora dengan selidik.
"Lah, kan kamu yang maksa minta bikin..." kata Yoland, wajahnya memerah.
"Masa cepet-cepet, aku ngga mau." Yoland cemberut sambil menatap Mrs. Zora.
"Lah ngga jadi toh? Ya udah tidur aja." kata Mrs. Zora, dia menarik selimut.
"Haishh... aku maunya lama ngga mau yang bentaran." Yoland merengek sambil memeluk perut Mrs. Zora yang rata.
"Hihi... nakal." Mrs. Zora mencubit hidung Yoland dengan gemas.
You know lah apa selanjutnya, wkwk.
__ADS_1
~
Paginya Yoland dan Mrs. Zora sudah bersiap untuk pergi ke sekolah. Mereka sedang sarapan. Mrs. Zora juga tidak lupa membawakan makanan untuk wanita albino.
"Huekk... huekk..." Mrs. Zora berlari ke kamar mandi.
"Kenapa? Salah makan ya? Aduhhh, kamu yang masak kok malah muntah sih." Yoland memijat tengkuk Mrs. Zora.
"Aku pusing banget." tiba-tiba Mrs. Zora pingsan. Yoland segera membawa Mrs. Zora ke kamar. Dia menelepon Dion karena dia tidak bisa masuk hari ini. Dia juga membuka ponsel Mrs. Zora dan menghubungi kepsek untuk meminta ijin.
"Please jangan sakit dong, gue nggak mau dituduh ngapa-ngapain lu." kata Yoland dalam hati.
15 menit kemudian, Mrs. Zora bangun.
"Kamu nggak apa-apa? Nih minum." Yoland menyodorkan gelas berisi teh hangat.
"Makasih." Mrs. Zora meminum sedikit teh itu.
"Kamu nggak apa-apa kan? Jangan sakit ya." kata Yoland kemudian memeluk Mrs. Zora.
"Aku nggak apa-apa kok, cuma cape aja." kata Mrs. Zora.
"Ke dokter aja yuk." ajak Yoland.
"Ngga usah, kan udah nggak apa-apa juga." kata Mrs. Zora kemudian tersenyum.
"Pokoknya ke dokter, yuk." Yoland menggendong Mrs. Zora dan membawanya ke mobil.
__ADS_1
~
Maaf ya author sibuk🥺 lagi ada banyak turney nih lagi sering scrim juga🥺