
Sesampainya di depan rumah, Yoland baru sadar ternyata dia membawa pulang Mrs. Zora. Mereka pun segera berbalik arah menuju rumah Mrs. Zora. Akan tetapi sebelum motor dilajukan, bunda keluar dari rumah dan menghampiri mereka.
"Yoland kenapa pulang malam?" tanya bunda sambil memeluk Yoland.
"Siapa dia? Apa pacarnya Yoland? Jadi mereka serumah?" Mrs. Zora bertanya dalam hati.
"Bund..." panggil Yoland.
"Ah ternyata bundanya." batin Mrs. Zora lagi. Tanpa sadar dia tersenyum. "Tapi kok mesra banget si." lanjutnya dalam hati.
""Loh, dia siapa sayang?" tanya bunda sambil menatap Mrs. Zora.
"Anu...bund..." Yoland kebingungan. Dia menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Jadi dia alasan kamu pulang telat terus beberapa hari ini? Astaga kalian pacaran ngapain aja?" kata bunda menginterogasi.
"Eh... bund ngga gitu, dia itu..." Yoland semakin bingung karena bundanya menuduh yang tidak-tidak.
"Iyaa tante, saya pacarnya Yoland. Sejak kami pacaran Yoland sering mampir ke kosan saya setiap pulang sekolah." kata Mrs. Zora dengan lancarnya.
__ADS_1
Sontak saja bunda terkejut mendengarnya. Sedangkan Yoland lebih terkejut lagi. Dia membelalakkan matanya tidak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar.
"Apa yang..." Yoland nampak bingung karena di sisi lain bundanya sudah menangis.
"Astaga, ini balasan kamu nak! Bunda kecewa! Bawa dia masuk!" pinta bunda sambil sesenggukan.
Mereka pun segera masuk ke dalam rumah. Bunda menelepon seseorang. Ia masih berbicara dengan nada khas orang habis menangis.
"Apa yang kamu katakan? Aku pasti dimarahi!" gerutu Yoland.
"Meskipun bunda ngga tau apa yang sudah kalian lakukan tetap saja kalian harus bertanggung jawab. Istirahat lah, besok ayah pulang." bunda berkata dengan nada pasrah tanpa menatap Yoland dan Mrs. Zora.
"Karena kamar tamu belum di bersihkan kamu tidur di kamar Yoland dulu lagipula mungkin kalian sudah pernah melakukannya. Maafkan anak bunda ya nak." jelas bunda sambil memeluk Mrs. Zora.
Kemudian bunda pergi meninggalkan Yoland dan Mrs. Zora. Sedangkan Yoland pergi ke kamar dengan diikuti oleh Mrs. Zora.
"Saya mandi dulu, apa Mrs. juga mau mandi?" tanya Yoland.
"Kamu aja, saya ngga bawa baju." jawab Mrs. Zora sambil duduk di ranjang.
__ADS_1
"Mrs. mandi aja dulu nanti saya bawakan baju ganti." kata Yoland sambil keluar kamar.
Tak lama kemudian Yoland kembali ke kamar dengan membawa baju pemberian bunda untuk Mrs. Zora. Dia duduk di ranjang sambil membuka ponselnya. Betapa terkejutnya dia saat menoleh ke arah kamar mandi. Yoland menelan ludah melihat Mrs. Zora hanya memakai handuk yang kecil. Dadanya yang nampak jelas karena hanya bagian putingnya saja yang tertutup.
"Ke... kenapa keluar?" tanya Yoland dengan gugup.
"Tadi aku udah manggil kamu tapi kamu ngga denger." jawab Mrs. Zora.
Dia melangkah mendekat ke Yoland.
"Apa kita perlu melakukan sesuatu?" tanya Mrs. Zora di telinga Yoland.
"Astaga tante-tante binal dasar!" batin Yoland sambil membelalakkan matanya. Wajahnya memerah karena jarak mereka yang begitu dekat juga hembusan nafas Mrs. Zora tepat di telinganya.
"Yoland..." panggil Mrs. Zora lagi. Dengan santainya dia duduk di pangkuan Yoland dengan kaki mengangkang.
"Mrs. apa yang kamu... mmphhh..."
(You know lah apa kejadian selanjutnya:O hehe ngga gituan ya karena dilarang pornografi wkwk)
__ADS_1