Lost Princess

Lost Princess
Human trafficking


__ADS_3

Malam yang dingin, namun suasana yang mulai menghangat. semakin malam, Bar ini malah semakin ramai. Beberapa orang mulai berlalu-lalang memasuki Bar yang cukup terkenal di kalangan dunia malam.


Samantha masih berjongkok di samping Mars. dingin yang menusuk kulit, di tambah mereka sudah di sana sedari tadi. Sebenarnya Mars sudah mengajak Sam untuk ke tempat lain dulu, tapi Sam dengan keras kepalanya tak mau meninggalkan tempat ini.


Suasana seperti itu dengan orang-orang yang mulai memasuki Bar, tapi tidak dengan Sam. Gadis itu masih menunggu targetnya.


"kenapa kita tidak menunggu mereka di dalam saja?" Tanya Mars mulai jengah.


"Tak bisa, karena jika dia tidak masuk ke sana malam ini. Maka kita juga tidak! Aku tak mau ambil resiko lebih dulu di curigai sebelum bertindak!" Masih dengan kata yang membingungkan bagi Mars.


"Gadis bodoh! Setidaknya di sana bisa menghangatkan diri dengan alkohol." Mars mulai membayangkan minuman itu mengaliri tenggorokannya.


Namun tiba-tiba Samantha berdiri memeluknya, bahkan bibir gadis itu sangat dekat dengan bibirnya. Mars hanya berharap Samantha tak bisa mendengar degub jantungnya. Mungkin ia berhasil dengan ekspresi tapi tidak dengan jantung sialan ini.


"Kau lihat arah ke jam sembilan, dia! Dia yang kita cari. Dan lihat orang di belakangnya itu adalah founder yang membantu terlaksananya rencana jahat itu. Mereka orang jahat tak berperasaan!" Jelas Sam panjang.


"Apa yang mereka lakukan!" Ulang Mars karena Sam masih berbelit-belit.


"Human trafficking!" Bisik Sam di telinga Mars.


Selain karena dingin ia memeluk Mars karena tak ingin di curigai memata-matai. Mars hampir tertawa, bodoh sekali gadis di depannya ini. Bagaimana tidak di curigai jika mereka sudah berdiri hampir dua jam di tempat ini.


Mars memeluk Sam lebih erat, karena ia tahu gadis ini sudah sangat kedinginan.


"Apa sekarang bisa masuk?" Tanya Mars yang sudah tak ingin berlama-lama di sini.


"Ya, hah kau yakin sudah membawa pistolmu?" Pertanyaan Sam yang membuat Mars mengerutkan keningnya.


Mars menunjukkan pistol tersembunyi di balik bajunya. Dan pisau kecil di tempat lain, bukan tersenyum Sam malah semakin gugup hingga Mars ingin memastikan sesuatu lagi.


"Apa yang ingin kau lakukan? Membunuh orang itu?"


"Tidak! Mereka orang bawah lebih cerdik dan kejam tidak seperti milyuner tadi. Kita hanya akan mengintai apa yang mereka lakukan di sini. Kau tahu human trafficking sangat sulit untuk di tangkap, mereka licin dan banyak koneksi jadi kita akan mengawasi pergerakan mereka di sini!"


"Kau tahu jika itu bukan urusan kita Samantha!"


Samantha tak menjawab, mereka sama-sama tahu jika human trafficking sangat berbahaya. Mereka adalah pergerakan dunia bawah yang meluas di mana-mana.

__ADS_1


Mereka melakukan penjualan untuk berbagai tempat dengan fungsi berbeda, pertama eksploitasi ****, pelacuran. yang kedua di jadikan budak, penjualan bayi dengan kualitas baik dan yang paling banyak adalah kasus penjualan organ tubuh.


Mereka akan mendapatkan dengan cara apapun, seperti penculikan dan jual beli manusia dari orang terdekat ketika manusia terdesak, mereka akan bersikap implusif.


Sebenarnya kenapa Xavier mengumpulkan data tentang pergerakan mereka adalah karena ia juga mencurigai adanya transaksi jual beli pada mereka yang berbakat, entah untuk apa mereka masih belum mengetahui, karena rapatnya jalan masuk hingga hanya orang dalam yang bisa mengakses. Xavier sudah mengirimkan orang untuk jadi orang dalam, namun masih belum bisa masuk lebih jauh lagi.


"Berjanjilah jika hanya mengawasi, aku tak mau ada tindakan lain!" Ancam Mars dengan tatapan tajam.


Samantha mengangguk, ia mengetahui resiko jika masuk terlalu jauh. Dunia bawah tidak sesederhana itu karena banyak orang terhubung ke dalamnya.


Samantha memperbaiki penampilannya terlebih dahulu, sebenarnya ia belum bisa masuk di Bar club itu karena usianya. Tapi Samantha sudah memaksimalkan untuk terlihat dewasa. Berbeda dengan Mars yang sangat terlihat lebih santai, wajah dan penampilannya bahkan tak akan di pertanyakan.


Laki-laki dengan perawakan tinggi, badan atletis dan wajah tak berekspresi. Sangat kontras dengan Samantha yang cantik namun masih terlihat polos. Berharap mereka bisa lolos untuk masuk.


"Bisa serahkan kartu identitas!"


"Kami masuk dengan ini!" Mars memberikan kartu member pada petugas.


Para petugas keamanan itu mengamati penampilan mereka karena belum pernah melihat mereka sebelumnya. Tapi karena memiliki akses member card, mereka membiarkan mereka berdua masuk.


Setelah masuk Samantha langsung duduk di depan bartender, matanya mulai mencari target. Tapi tak dapat menemukan karena suasana yang sangat sangat ramai dan lampu berpendar temaram. Mars yang duduk di sampingnya langsung memesan minuman.


Samantha mengerti, ia mengarahkan pandangan ke lantai atas. Di sana juga cukup ramai, pasti ruang VVIP ada di atas sana. Samantha menegak minumannya lalu mengernyit menatap gelasnya lalu berpindah menatap Mars kesal, seakan mengatakan kau bercanda?


Ya, minuman yang di minum oleh Samantha bukanlah wine atau minuman anggur lainnya, tapi ini adalah soda! Samantha meletakkan minumannya di atas meja bartender dengan keras.


Mars yang di tatap seperti itu juga hanya mengangkat bahu acuh. Ia bergerak maju berbaur dengan yang lain ikut meliukkan badannya. Mereka tak akan mendapatkan informasi apapun jika hanya menunggu. Mars terlihat kacau dengan tampilan seakan sedang mabuk.


Padahal Mars bahkan bisa minum semalaman tanpa mabuk sedikitpun. Itu hanya caranya saja dengan mendekati para wanita yang sudah asik dengan gerakannya. Sesekali mengajak wanita di depannya berbicara. Meski sebenarnya ia jengah karena wanita itu terus menyentuh tubuhnya, bahkan berani menyentuh miliknya di bawah sana.


Samantha yang juga sudah sedikit mabuk karena sudah menegak beberapa gelas minuman terlarang seperti yang di minum Mars tadi. Sekarang ia jadi ingin buang air kecil, ia beranjak berdiri akan ke toilet, tapi ia malah melangkahkan kaki ke lantai atas.


Meanampaki anak tangga dengan sedikit goyah, pandangannya sedikit mengabur. Tapi pikirannya masih sangat sadar. Mendorong mereka yang berusaha meraihnya, ia tersenyum meremehkan ke arah laki-laki hidung belang itu.


Terus melangkah hingga hampir terjatuh, untung ada seseorang yang menangkapnya. Samantha masih tak mau berhenti terus melanjutkan langkahnya.


Ia membuka pintu dengan ornamen mewah, yang kebetulan terbuka karena pelayan baru saja melaluinya. Jika tidak maka ia perlu akses untuk masuk ke ruang itu.

__ADS_1


Ia bahkan dengan keras membuka pintu. Di dalam sana banyak orang duduk di kursi melingkar dengan beberapa wanita yang bahkan setengah telanjang. Matanya menemukan target namun ia malah bergerak ke atas meja. Kakinya terkantuk pinggiran meja dengan keras.


Beberapa orang bahkan mengalihkan matanya dari wanita telanjang di depannya karena heran dengan kehadiran Samantha. Samantha menuangkan minuman ke gelas kosong dan menegaknya habis.


Ada laki-laki yang menyentuh pinggangnya namun ia menepis sambil tertawa, mereka yang melihatnya tau jika Samantha mabuk. Mereka juga tidak perlu repot-repot mengusir wanita gila yang duduk di atas meja karena itu bisa jadi hiburan untuk mereka. Terlebih wanita cantik itu masih muda, Samantha diam-diam menghapalkan setiap wajah yang dilihatnya di sini.


Mereka yang duduk adalah orang-orang yang berpengaruh di dunia bawah, ada sekitar 21 orang, ada penjaga yang berdiri di belakang mereka. Hanya ada beberapa orang laki-laki yang tak di temani wanita yang hampir telanjang. Beberapa wanita itu bahkan duduk di pangkuan mereka dengan dada yang terbuka.


Samantha hampir muntah melihat mereka asik saling melumat padahal ada banyak orang di sini. Ia bahkan sudah menunduk menahan gejolak dalam perutnya. Ia akan jadi gila sungguhan jika tidak segera pergi dari sini. Tapi ada tangan yang menariknya untuk duduk di pangkuan seseorang.


Samantha menolak, meski mabuk ia masih sedikit sadar akan perlakuan yang didapatnya. Dia dalam bahaya, tapi saat ini badannya saja sempoyongan. Mendorong laki-laki itu tapi malah tertarik dalam pelukannya.


Samantha merasa aneh dengan tubuhnya. Karena terasa panas dan rasanya gelenyar aneh menjalari tubuhnya.


Tanpa di ketahui oleh Samantha ketika ia terus minum, ada yang menuangkan sesuatu ke dalam gelasnya. Samantha akan belajar sesuatu tentang jangan mabuk ketika berada di sekitar serigala.


Samantha akan belajar sesuatu tentang jangan berbuat nekat, atau ia akan menyesal. Ya tak mungkin ia bisa keluar dari sini dengan banyak senjata yang siap meledakkan kepalanya. Jika saja ia punya kekuatan teleportasi atau kekuatan lainnya yang bermanfaat untuk situasi ini.


Ada tangan berusaha membuka bajunya, ia bahkan bisa merasakan sesuatu mengeras di bawahnya. Itu semakin membuat badannya terasa panas dan semakin panas. Samantha tau apa ini, ia terkena afrodisiak. Zat itu meningkatkan gairah seksual.


Sekarang Samantha berharap Mars datang menolongnya. Tangannya mencoba menghalangi ciuman-ciuman yang akan mendarat di lehernya. Ini sudah sangat berbahaya, mereka tak peduli dengan apa yang dibakukan laki-laki itu padanya karena ia sendiri yang datang ke ruangan ini tanpa di undang.


Tapi ada sepasang mata yang menatap tajam pada keduanya, terus memperhatikan apa yang akan dilakukan oleh gadis kecil itu. Hingga laki-laki itu hampir berhasil menelanjangi Samantha, dia menghisap ingatan laki-laki itu lewat telepati, hingga lelaki itu kesakitan memegangi kepalanya.


Para penjaga waspada, Samantha yang berada di pangkuan laki-laki itu sampai terjatuh. Sam bersandar di meja, ia hampir benar-benar kehilangan kesadarannya. Ia melihat aneh pada laki-laki yang kesakitan itu.


"Mungkinkah ada mutan di sini?" Pikirnya di sela-sela batas kesadarannya.


Penjaga di belakang laki-laki itu membawa tuannya keluar dari ruangan. Salah satu dari mereka juga akan membawa Samantha karena berpikir jika ini di sebabkan boleh gadis aneh itu.


"Dia milikku! Pergilah!"


Mereka menurut karena pada dasarnya tak dapat yang berani melawan orang itu. Dia orang paling di takuti meski tak berpenampilan mengerikan, bahkan wajah tampannya tak menampakkan jika ia seorang mafia kelas atas.


________________


**Penulis akan sangat menghargai setiap like dan komen yang di berikan pembaca, karena dengan ketersediaan kalian untuk meninggalkan jejak di cerita ini membuat penulis lebih bersemangat lagi 😉.

__ADS_1


terus ikuti kelanjutan dari novel ini yah


happy reading 😘**


__ADS_2