Lost Princess

Lost Princess
Cooperation


__ADS_3

Keduanya telah tiba di ujung lorong yang membawa mereka pada lubang besar di dalam tanah. Mereka memanfaatkan api alami dari dalam inti, untuk membuat berbagai macam senjata. Hal itu membuat suhu di dalam sana terasa sangat panas.


"Jika orang biasa, mereka pasti sudah gosong!" Sam sedang menyindir orang di sebelahnya.


"Untung saja aku bukan orang biasa!" seru Elgan yang langsung membuat Samantha menoleh.


"Aku punya kau, jadi aku bukan orang biasa!" Elgan meralat ucapannya dengan benar.


Samantha mengangguk puas, kemudian kembali melihat kegiatan pembuatan senjata di bawah sana. Seperti mesin, para monster itu bekerja tanpa lelah.


"Ayo, cari tahu pemimpinnya!" Elgan menarik lengan Samantha lagi.


Mereka melewati celah sempit di pinggiran dinding. Karena Samantha cukup riskan terpeleset, Elgan lebih dulu memindahkannya ke lorong lain dengan Telekinesisnya. Dia sendiri harus berjalan di celah sempit karena tidak bisa berpindah. Terlalu panas hingga rasanya kekuatannya juga agak tidak stabil.


Samantha telah berada di seberang. Dia mendengar sesuatu di ujung lorong. Tanpa menunggu Elgan, dia sudah lebih dulu mencari tahu asal suara.


Ada dua Monster yang berjalan di lorong ke arahnya. Samantha bersembunyi di celah sempit. Dia tidak mengerti bahasa mereka, tapi cukup tau jika mereka sedang berdiskusi.


Samantha berlari setelah para monster melewatinya. Dan pemandangan di ujung lorong dari lorong tadi membuatnya terkejut. Karena suhu di sana sangat sejuk padahal masih di dalam bumi.


"Ada apa?" Elgan berdiri di sisinya.


"Udara di sini agak sejuk," Samantha memberitahu hal yang tidak penting.


"Ayo, turun!" Elgan mengajaknya menuruni tangga.


"Aku tidak mengerti kita ada di mana?" Bisiknya cukup heran karena merasa ada di dunia aneh dengan makhluk-makhluk aneh.


Samantha belum tahu jika ada banyak dunia lain yang bisa Elgan kunjungi dalam dimensinya. Ini hanya salah satu dia antaranya.


"Buat mereka tunduk pada kita!" Elgan telah mengamati jika monster itu sebenarnya bodoh.


Elgan lebih dulu memulai penyerangan. Para monster terkejut dengan kedatangan makhluk asing di tempat mereka. Dua orang melawan banyak monster membuat pertarungan tidak seimbang.


Setelah pertarungan sengit, Elgan telah berhasil mengalahkan pemimpin mereka. Samantha sudah berdarah-darah karena senjata yang mereka gunakan sangat bagus. Kuat dan lebih keras karena mungkin pembuatannya.

__ADS_1


Karena tidak bisa berbicara dalam bahasa mereka, Elgan tidak perlu susah-susah untuk menjelaskan pada mereka. Dia hanya sedang menunjukkan siapa yang memimpin sekarang.


"Tujuan kau mengacau apa?" Samantha merasa pertarungan ini sia-sia.


"Untuk mengambil senjata mereka tentunya!" Elgan memimpin mereka sekarang.


"Kenapa begitu mudah?" Sam tidak menyangkal jika hanya seperti cara untuk merampok senjata milik mereka.


"Karena kita tidak perlu berbicara, cukup ambil dan pergi!" Elgan sudah menyuruh mereka mengumpulkan beberapa senjata pilihannya.


Dia cukup menunjuk dan monster itu sudah mengerti. Samantha mengobati luka Elgan, dia tidak mengerti. Kenapa Elgan harus mengacau tatanan kehidupan di dimensi lain.


"Berhenti berpikir ayo pergi!" Elgan menarik Samantha keluar dengan membawa banyak senjata dengan Telekinesisnya.


Samantha mengikuti hingga mereka bertemu lagi dengan Naga yang masih menunggu keduanya. Elgan melewatinya begitu saja. Membuat Naga itu marah dan menyerangnya.


Untunglah dia segera berpindah. Samantha masih merasa ada yang tidak benar. Dia yakin jika mereka telah melakukan hal yang tidak benar.


Saat kembali di gua Dorna itu lagi. Elgan menyuruh Samantha meminta senjata pada Dorna.


"Kau tidak tahu malu, kenapa merampas senjata meraka juga!" Samantha menolak keras kemauan Elgan.


Elgan berlari dengan Samantha di belakangnya. Mereka di kejar para Dorna karena merampok senjata milik mereka.


"Pegang tanganku!" Elgan langsung berpindah kembali dengan Samantha yang masih terkejut.


Keduanya sudah berada di ruang dimensi milik Elgan. Samantha marah, dia meninggalkannya begitu saja.


Elgan tidak begitu peduli. Karena mereka memang butuh banyak senjata selain yang mereka miliki saat ini. Perang yang akan terjadi tidak sesederhana apa yang di bayangkan Samantha.


Elgan memang mutan dengan kekuatan terkuat. Dan Samantha yang teristimewa. Tapi, Rosgard sudah merencanakan peperangan ini cukup lama. Jelas ada kesulitan yang akan merasa hadapi nantinya. Dan bumi yang siap meledakan isinya kapan saja.


Seperti apa yang di rencanakannya untuk itu, Elgan harus memiliki persiapan yang matang.


Dia keluar dari ruangan dimensi. Meminta bawahannya untuk menyimpan senjata yang di dapatnya di ruang senjata.

__ADS_1


Di luar, Mars sudah menunggu begitu lama. Dan akhirnya bisa melihat Samantha keluar dengan wajah kesal.


"Kau kenapa?" Mars mengamati ekspresi marah Samantha.


"Aku tidak mau berurusan dengan pria gila itu!" Sam berjalan menuju ke kamarnya.


"Kenapa, apa dia menyakitimu!" Mars berjalan mengikuti langkah Samantha dengan mudah.


Archer melihat mereka dan hanya mengerutkan dahi penasaran. Dia saat ini sedang memilih panah yang baik untuk di gunakan. Dia memilih yang paling cocok untuknya.


Peperangan di luar sana semakin meluas. Dunia semakin kacau dan mereka baik-baik saja di tempat ini. Untuk itulah dia merasa harus bisa membantu banyak saat keluar dari sini nanti.


Mereka telah siap, tapi Elgan masih menyuruh mereka menunggu Samantha siap. Karena Elgan yakin hanya Samantha yang nanti bisa menghentikan semuanya.


Elgan muncul saat dia sedang memikirkannya. Dia datang bersama Jasper.


"Apa yang kalian lakukan, Samantha terlihat marah?" Pertanyaan Archer membuat jasper jadi menatapnya.


"Kami baru saja merampok senjata, dan Samantha tak suka melakukannya!" Elgan berucap dengan wajah datar yang menyebalkan.


Archer juga tidak mengerti. Dia tahu jika mereka butuh banyak senjata, tapi kenapa harus mengajak Samantha Jia harus merampok.


Jelas saja gadis itu marah. Dia tidak pernah melakukan tindakan seperti itu. Pertanyaan yang sama juga menjadi pertanyaan Jasper.


"Aku butuh bantuan kekuatannya. Untuk itulah aku bilang jika Samantha harus lebih kuat lagi. Beberapa hal tidak bisa kulakukan sendiri!" Elgan langsung mengajak keduanya menuju ruang pemantauan.


Mereka mulai mengamati gerakan Elgan dan para Manusia dalam peperangan. Mereka cukup kesulitan karena virus C5AE mulai menjangkiti hingga mempersempit gerakan mereka.


"Aku sudah punya penawarnya, sekarang hanya harus menyebarkan itu ke seluruh penjuru dunia!" Elgan butuh kerja sama keduanya.


"Dalam bentuk apa?" Jasper mengamati jika luasnya penyebaran sudah sangat parah.


"Asap, kita bisa menyebarkan penawar melalui udara. Tapi akan sia-sia jika itu tidak terhirup oleh mereka."


Jasper mengerti maksud Elgan. Artinya mereka harus bisa memastikan obatnya efektif. Jasper siap untuk tugas itu.

__ADS_1


" Akan ada yang membantu, tapi pastika tidak ada yang tahu identitas kalian. Jangan beritahu musuh kehadiran kalian!" Elgan memperingati.


Archer masih diam, dia dan Jasper bukan mutan. Mudah untuknya bisa bersembunyi di kerumunan.


__ADS_2