
Sky duduk manis di atas ranjangnya, ia mengamati apa yang dilakukan Samantha, perempuan cantik yang sedikit menyebalkan itu duduk bersimpuh di lantai bersama Mars. Sky telah memperhatikan, sejak Sam masuk membawa banyak barang ditangannya, begitu juga dengan laki-laki berwajah datar di samping Sam. ‘Mars' Sky baru mengetahui namanya setelah Sam beberapa kali menyebutkan nama laki-laki berwajah datar itu.
Samantha memakai sarung tangan dan kaca mata safety yang tadi di ambil Mars, ia juga menyuruh Mars melakukan hal sama. Lalu ia menoleh kearah Sky yang juga sedang memperhatikan apa yang mereka lakukan.
“Aku akan menunjukkan sesuatu yang menakjubkan! aku melihat eksperimen ini di internet!” beritahu Samantha dengan antusias pada Sky, ia hanya ingin menghibur anak itu dengan menunjukkan hal yang menurutnya menyenangkan.
“Kau yakin? Aku tidak ingin mati terbakar akibat perbuatan konyolmu!” seru Mars tidak yakin dengan apa yang akan mereka lakukan.
“Tidak apa, kita kan sudah memakai sarung tangan. Lagian ini akan mengasyikkan, aku melihatnya di internet. Ini disebut Exploding toothpaste!” Samantha mengabaikan protes dari Mars.
Setelah selesai menggunakan sarung tangan dan kacamata, Samantha menyiapkan larutan kalium lodida sekitar 10ml.
Kemudian, isi gelas ukur silinder dengan H2O2 atau hidrogen peroksida sekitar 50ml yang terkonsentrasi 30%, pertama-tama dicampur dengan sabun cair sekitar 5ml ke dalam gelas ukur silinder yang telah berisi hidrogen peroksida. Bisa di beri 5-10 tetes pewarna makanan sesuai keinginan untuk mempercantik efeknya.
“Sky, kau ingin aku memasukkan warna apa?” tanya Sam pada Sky.
Sky sedikit bingung, ia tidak mengetahui jenis-jenis warna, ia hanya tahu warna merah, itupun karena saat itu ia berdarah dan pamannya menyebutkan jika ada warna merah di celananya pada bagian lututnya, dan saat itu ia mengetahui jika warna merah itu seperti warna darah.
“Kau mau warna pink? Atau biru?” tanya Samantha yang mendapat sentilan di keningnya.
“Kenapa warna pink? Itu jelek!” seru Mars yang membuat Samantha melirik sinis kearahnya.
“Aku tidak bertanya padamu!” —Samantha kembali memasang senyum manis kearah Sky yang masih memperhatikan dan terlihat sedikit bingung.— “Sky, kau mau warna apa?”
“Merah.” Hanya warna itu yang terpikir oleh Sky.
“Baiklah!” Samantha memasukkan pewarna warna merah dan sedikit di campur warna biru dan kuning.
“Masukkan larutan kalium lodida ke dalam gelas ukur silinder ini Mars.” Mars hanya menuruti saja dan memasukkan larutan yang tadi telah dilarutkan dalam gelas kaca.
Kalium lodida digunakan sebagai katalis agar hidrogen peroksida mengalami dekomposisi dengan lebih cepat. Hidrogen peroksida berdekomposisi menjadi oksigen dan air. Hidrogen peroksida dalam jumlah kecil menghasilkan volume oksigen yang besar sehingga oksigen dengan cepat terdorong keluar dari gelas kaca silinder. Air sabun memerangkap oksigen menghasilkan gelembung dan berubah menjadi busa.
__ADS_1
Mars dan Samantha dengan cepat naik ke ranjang dan duduk bersama Sky, karena akan ada ledakan pasta gigi dari dalam gelas yang meluncur dengan cepat.
Sky bahkan sampai berseru terkejut saat ledakan itu terjadi dan menghasilkan banyak bisa keluar dari gelas, ia tertawa yang membuat Samantha menoleh dan ikut tertawa bersamanya. Mars melihat keduanya dengan gemas, ternyata ini eksperimen yang dilihat Samantha di internet, yang membuat gadis itu begitu antusias.
Subtansi berbusa yang terbentuk dari proses dekomposisi hidrogen peroksida dengan menggunakan kalium lodida sebagai katalis, kecepatan reaksi ini bergantung pada konsentrasi hidrogen peroksida-nya. Reaksi ini hanya memerlukan sedikit bahan dan menghasilkan 'Gunung berapi berbusa.'
Saat Sky reflek ingin menyentuh busa yang hampir memenuhi lantai kamarnya itu, Mars dengan cepat menghentikan gerakan tangan yang sebentar lagi menyentuh busa bewarna merah campur kuning dan biru.
“Jangan menyentuh busa hasil percobaan itu, kau tidak memakai sarung tangan! Bisa jadi masih ada H2O2 di semburan yang belum beraksi!” Untung Mars memiliki kecepatan, jadi Sky kecil tidak jadi menyentuh busa bewarna itu.
Samantha yang melihat jika Sky ingin menyentuh busa itu, ia memakaikan Sky sarung tangan kecil agar bisa menyentuh busa itu. Namun, Sky menolak! ia takut dengan apa yang di katakan Mars, padahal ia juga tidak mengerti maksudnya, yang ia tahu jika itu berbahaya.
Samantha jatuh tertidur bersama Sky di kamar itu, sedangkan Mars masih sibuk membereskan hasil kekacauan yang mereka buat. Setelah selesai ia berniat kembali ke kamarnya. Tidak lupa membenahi selimut dan meletakkan bantal di antara Sky dan Samantha.
Langkahnya menuju ke kamarnya terhenti karena melihat Xorn yang terburu-buru berjalan hingga hampir menabraknya, untung ia cepat menyingkir. Karena penasaran ia menyusul langkah Xorn dengan mudah.
“Kenapa kau terburu-buru?” Xorn menoleh, ia menjawab sambil terus melangkahkan kakinya cepat menuju ke pesawat.
“Kejahatan genosida?” ujar Mars yang mendapat anggukan dari Xorn.
“Mereka menggunakan virus untuk melemahkan manusia, ia ingin menyebabkan kekacauan besar untuk mengurangi jumlah ras manusia. Setelah itu ia akan memulai peperangan yang sesungguhnya!”
Mars berhenti, ia tidak lagi mengikuti langkah Xorn. Ia memilih mencari keberadaan Archer, ia butuh penjelasan rinci. Mars belum di ijinkan untuk ikut dalam misi. Ia kali ini ingin memaksa.
Melesat cepat melewati setiap ruang mencari keberadaan gurunya itu. Bukan hal mudah mencari Archer, laki-laki itu sulit ditebak. Lebih mudah jika mencari Xavier di laki-laki itu.
Di ruang persenjataan ia bertemu beberapa orang termasuk Sage, laki-laki itu sedang memantau banyak senjata yang cocok di gunakan untuk melawan para mutan yang telah dilatih oleh Rosgard.
“Paman, dimana Archer?”
Sage menoleh, ia menyuruh Mars mendekat. Sambil terus memilih berbagai senjata melalui tab-nya, ia menanggapi dengan santai.
__ADS_1
“Mungikin sedang bersiap.”
“Apa ini berbahaya, maksudku seberapa berbahayanya virus itu?” tanya Mars mengikuti langkah Sage yang berkeliling pada setiap rak-rak persenjataan.
“Tidak berbahaya jika kita berhasil menghentikannya,” jawab Sage santai.
“Bukankah kita tidak perlu ikut campur urusan Manusia?”
“Mungkin tidak, tapi dampaknya besar jika kita membiarkan Rosgard bertindak, kali ini!” Sage menatap mata Mars dengan. Sedikit pengertian.
Banyak hal yang terlalu rumit dijelaskan, ada banyak hal yang tidak boleh terjadi ketika kita bisa mencegahnya. Bumi wilayah Utara yang cenderung bersuhu dingin mempermudah menyebarkan virus.
“Kau tahu jika Rosgard bisa melakukan perjalanan ruang dan waktu dengan bantuan Elgan?” tanya Sage.
“Tidak. Kenapa?” Mars balik bertanya.
“Dia sedang mengacaukan dunia dengan perjalanan waktu yang tidak bisa kita kejar!”
Mars tidak mengerti, apa maksudnya itu. Apakah artinya mereka tidak bisa mencegah masalah ini.
“Itulah kenapa kita tidak bisa membiarkan dia menang melawan manusia, jangan biarkan ia berkuasa atau ketidakseimbangan akan menciptakan dunia yang lebih rusak lagi. Kau mau ikut misi kali ini, Mars?” tanya Sage setelah penjelasannya.
Mars diam tak menjawab, namun itu memberikannya keputusan. Ia berlalu begitu saja meninggalkan Sage di ruang persenjataan. Ia segera mencari keberadaan Archer, ia harus berbicara dengan laki-laki itu kali ini.
________________
**Penulis akan sangat menghargai setiap like dan komen yang di berikan pembaca, karena dengan ketersediaan kalian untuk meninggalkan jejak di cerita ini membuat penulis lebih bersemangat lagi 😉.
terus ikuti kelanjutan dari novel ini yah
happy reading 😘**
__ADS_1