Lost Princess

Lost Princess
The night must end


__ADS_3

"lihat! Coba lakukan!" Jasper mengajarkannya mengunakan senjata baru ciptaannya.


Saat sam mencobanya, rupanya itu adalah alat untuk melakukan teleportasi. Tapi sebenarnya perpindahan itu hanya bisa mencapai jarak tujuh meter paling jauh. Jadi, hanya bisa digunakan untuk pertarungan jarak dekat.


"Wah hebat, bagaimana bisa?" Sam melakukan hal yang sama berulang kali, dia berpindah kesana-kemari.


"Cukup mudah, kadang senjata kita harus menyesuaikan dengan kekuatan lawan 'kan?" Sam mengangguk mengerti.


Manusia memang harus menciptakan tekhnologi canggih untuk mengimbangi kekuatan mutan. Sam juga sepertinya menyukai alat teleport ini, meski cuma berpindah beberapa langkah saja.


"Aku tidak membutuhkan itu, aku bahkan bisa menangkapmu saat kau berpindah!" ujar Mars sombong karena dia memiliki kecepatan untuk menangani alat itu.


Sam tersenyum miring. Dia mengedipkan matanya pada sang kakak, Jasper yang memahami niat Samantha hanya mengangkat bahunya menyetujui.


Sam awalnya berpindah di samping meja untuk mengambil saus mayonaise, menyentuhnya dengan jari lalu dengan cepat berpindah di sebelah Mars, mengoleskan saus itu di bibirnya.


Mars terkejut saat ada jari tiba-tiba menyentuh bibirnya. Refleknya sangat bagus, dia langsung bergerak menjauh, begitu juga Samantha yang berpindah menjauh.


Sam tertawa saat melihat Mars menyadari pelakunya. Mars tidak suka mayonaise, dan rasa di bibirnya seharusnya membuatnya tidak nyaman. Tapi, dia tidak merasakan itu dan hanya mengusap saus di bibirnya.


"Kau mau bertaruh? Berpindahlah secepat yang kau bisa!" Saat mengatakan itu, Mars dengan cepat menghampiri posisi Sam yang berjarak lima meter darinya.


Sam berpindah cepat dengan gugup. Sehingga saat berpindah dia malah menabrak Jasper. Hampir saja wajah kakaknya itu terlumuri saus mayonaise, jika saja Jasper tidak dengan reflek memegang adiknya.


Mars masih mengejarnya, dia berpindah lagi. Mars hanya seperti bayangan yang bergerak kesana-kemari, sedangkan Sam juga dengan cepat berpindah tempat seperti tidak pernah muncul di manapun.


Mars akhirnya bisa menemukan pola perpindahan Samantha. Gadis itu akan berpindah acak, tapi memiliki pola berpindah tiga meter dan lima meter setelahnya.


Kini Sam berakhir dalam dekapan Mars, laki-laki itu berhasil menangkap Sam dalam pelukannya. Tangannya melingkar tepat pada sisi perut Sam.


"Jasper, alatmu tidak berfungsi pada Mars. Kau harus berharap tidak bertemu dengan kekuatan kecepatan!" Sam berteriak pada kakaknya yang juga memerhatikan keduanya.


"Yah, setidaknya itu berguna dalam keadaan terdesak!" Jasper menjawab malas.


Mars yang bisa mencium aroma manis menguar dari kulit leher Samantha, menjadi gugup. Dia melepaskan gadis itu dan beralasan ingin latihan bersama Archer.

__ADS_1


"Hei, ini sudah malam! Kau bisa latihan besok!" teriak Samantha yang tidak didengarkan oleh temannya itu.


"Lalu, ceritakan padaku bagaimana latihanmu tadi?"


Moment seperti ini yang mulai jadi kebiasaan Jasper. Menanyakan sesuatu yang terjadi hari ini pada adiknya, bercerita dan menikmati waktu yang telah lama di rengut darinya.


"Buruk! Laki-laki itu seperti monster. Dia membuatku tergulung dalam ombak!" Samantha duduk di samping kakaknya dan menceritakan apa saja yang dilakukannya tadi di pantai.


"Dia hanya ingin kau memaksimalkan kekuatanmu!" Jasper mengusap rambut adiknya yang bersandar di dadanya.


"Tidak, dia mungkin punya dendam tersembunyi padaku!" Sam merasa jika Elgan sudah mengenalnya lama, karena orang itu selalu paham kebiasaannya, dan kadang tahu apa yang dipikirkannya.


"Kau merasa begitu?" Jasper tertawa mendengar pemikiran Samantha.


"Hei, apakah Mommy akan baik-baik saja sekarang?" Sam tidak tahu bagaimana keadaan di luar sekarang, terlebih virus itu menyebar cepat menginfeksi lebih dari jutaan orang setiap harinya.


"Ada Emilio, dan tiga kakakmu yang lain. Mereka sangat bisa di andalkan, juga Daddy!"


"Kau merindukan mereka?" lanjutnya penasaran.


"Entahlah, mungkin aku terbiasa tanpa mereka. Tapi saat dekat denganmu, aku jadi ingin bertemu dengan yang lainnya juga!" Sam berbicara jujur, dia tidak begitu merindukan pada awalnya, tapi akhir-akhir ini dia rindu mereka.


"Tentu saja, dia pasti akan marah padamu!" Jasper tertawa menanggapi.


"Kenapa kau belum menikah?" Jasper hanya tersenyum saja, dia tidak berniat menjawab.


"Besok kau harus latihan lagi dengan Elgan, ayo sebaiknya tidur!" Ajak Jasper pada adiknya itu.


"Ah, bisakah jika besok aku tidak usah bertemu dengannya!" keluhnya penuh harap.


Jasper tersenyum pahit, rasanya baru kemarin Samantha menghilang, kini setelah bertemu kembali, dia harus bersaing dengan para lelaki itu untuk berada dekat dengan adiknya. Dia masih belum ingin berbagi Samantha dengan yang lain.


"Usiamu sudah hampir enam belas tahun, tapi kau masih belum mengerti perasaan mereka!" keluh Jasper gemas dengan adik kecilnya itu.


"Mereka siapa, apa maksudmu?" Sam yang telah berdiri kembali duduk di samping kakaknya.

__ADS_1


"Entahlah,"Jasper berlalu pergi meninggalkan Samantha.


Samantha tidak mengerti, ada apa dengan kakaknya?


Sam memutuskan untuk kembali ke kamarnya, tapi kemudian dia melihat Archer sedang membakar daging rusa. Dengan semangat dia menghampiri laki-laki itu.


"Kau berburu malam-malam?"


"Tentu. Kemarilah, bantu aku mengipasi apinya."


Samantha memajukan bibirnya kesal, sejak bisa mengeluarkan kekuatan tekanannya, beberapa orang selalu memintanya hal-hal aneh.


"Mana bisa? Itu ada kipas!" Sam menunjuk pada kipas di atas meja


"Ada kau, kenapa aku mau menggunakan kipas!"


"Menyebalkan!"


Sam mulai mengumpulkan kekuatannya, dia menekan udara di sekitarnya agar tidak masuk dalam lingkaran yang dibuatnya, lalu memutar angin itu dengan dorongan tekanan.


Barulah ia mengalirkan sedikit udara panas dari api pada anginnya di pemanggang, seperti sedang membuat oven, dia melakukan hal itu dengan baik, sehingga daging rusa itu matang secara merata.


Archer yang sedang menegak wine-nya tersenyum puas. Setidaknya Sam bisa jadi pemanggang selain jadi penyembuh.


"Archer, kau membuatku sangat kesal padamu!" Sam berseru marah.


"Aku tahu, dan itu tidak masalah!" Archer mengatakan hal itu dengan gaya acuh tak acuhnya.


Bukan hanya Jasper, bahkan Archer yang telah bersamanya hampir lebih dari sepuluh tahun juga merasa jika Sam tumbuh sangat cepat. Dia masih ingin terus mempunyai moment seperti ini dalam waktu yang lebih lama. Dia juga kakak yang tidak ingin adiknya tumbuh lebih cepat.


Saat daging telah selesai dipanggang, tiba-tiba semua orang datang ingin bergabung untuk makan besar. Sam merasa sedang dicurangi oleh orang-orang dewasa itu.


Elgan yang ikut mengawasi melalui layar pengintai jadi merasa, jika Samantha harus dijauhkan dari mereka sementara waktu. Terlalu banyak kasih sayang yang menahan perkembangannya. Harus ada perjuangan untuk memancing kekuatan Samantha lebih kuat lagi.


Jika seperti itu, berarti dia harus membuat rencana untuk latihan di tempat lain. Seperti sebuah pedang yang harus di tempa menggunakan banyak kerja keras, begitu juga kekuatannya. Jika semua orang memberinya kenyamanan, Samantha tidak akan pernah keluar dari batasannya.

__ADS_1


_____________________


semoga author bisa up rutin ya geez, happy reading n stay healthy 😉


__ADS_2