Lost Princess

Lost Princess
The cave of Dorna


__ADS_3

Elgan mengajak Samantha untuk berlatih di dalam ruangan dimensi. Hal baru yang membuat Samantha terpukau. Mereka hanya perlu memasuki ruangan gelap, dan cara kerjanya dengan kekuatan Elgan.


Saat matanya terbuka dia telah terdampar disebuah tempat asing di depan sebuah gua batu. Apa yang akan dilakukannya di sini? Wajar saja jika Samantha waspada, karena Elgan selalu memiliki cara latihan yang berbeda.


Dia mengamati sekeliling, tidak terlihat ada makhluk hidup di sekitarnya. Mungkin karena tidak ada tumbuhan yang dapat hidup di sini. Juga karena suhu yang terlalu panas hingga membuatnya sangat berkeringat. Padahal panas matahari tidak terlalu menyengat, jadi kenapa begitu panas di sini.


Sam melihat Elgan telah melepaskan bajunya. Dia sekarang hanya bertelanjang dada, memperlihatkan tato yang pernah dilihatnya dulu. Sam juga sebenarnya tidak tahan, dia juga melepaskan kemejanya. Tunggu dulu, dia tidak telanjang kok. Dia masih menutupi bagian atasnya dengan yang berjenis sport.


"Kenapa di sini panas sekali?" Sam mengusap peluh di dahinya.


"Coba pikir?"


Ya, seperti itu ini yang membuat Sam kesal. Saat bertanya, Elgan akan menyuruhnya berpikir sendiri. Tidak ada gunanya bertanya kalau begitu. Dengan kekesalan yang masih bisa ditahannya, Sam mengamati dengan perhitungan.


"Bukan faktor matahari, tidak ada tumbuhan yang bisa tumbuh di sini. Mungkin berasal dari struktur tanah, atau mungkin ada panas dari dalam!" serunya keras pada kata terakhir.


"Good girl, tapi kurang tepat!" Elgan berjalan menyusuri pintu gua.


"Menurutmu, apa ada makhluk hidup di dalam sana?" Elgan menariknya mendekat dengan Telekinesisnya.


Sam tidak lagi protes, dia merasakan ada aroma aneh dari dalam gua. Saat dia menoleh pada Elgan, laki-laki itu mengangkat bahunya.


"Ayo, kita lihat!" ajaknya memasuki gua gelap itu.


"Jangan bilang, kau juga belum pernah ke sini?" tanyanya penuh kecurigaan.


"Tepat sekali!" jawab Elgan membuat Sam terdiam karenanya.


"Aku akan gila, jika terus bersamanya!" Sam bergumam begitu pelan, tapi tetap saja Elgan bisa mendengarnya. Dia tersenyum tipis tak bergeming.


Gua itu agak licin, juga ada suara air yang terdengar cukup keras dari tempatnya berdiri.


"Mungkin ada yang tinggal," pendapatnya mendapat anggukan dari Elgan.


Mereka terus menyusuri gua hingga cukup jauh, tapi tidak menemukan apapun. Semakin masuk ke dalam gua, maka udaranya juga semakin dingin. Sangat kontras dengan suhu di luar tadi. Suara gemercik air juga semakin terdengar jelas, seperti suara air terjun.


Tiba-tiba Elgan meraihnya mendekat hingga menempel pada dinding. Karena gelap juga kelembapan yang tinggi, dinding gua itu bewarna hitam, sehingga memudahkan untuk bersembunyi. Sayangnya, warna kulit Samantha terlalu terang.


Elgan menutupi dengan tubuhnya. Sekarang gadis itu tenggelam dalam dekapan Elgan. Dilingkupi hingga benar-benar tersembunyi.


Ada suara yang semakin mendekat. Elgan semakin merapatkan tubuh mereka, ada sela kecil yang lebih dalam dari dinding lainnya. Di situlah mereka berkamuflase, untunglah tidak ada sedikitpun cahaya yang masuk ke dalam gua.


Suara dua makhluk kecil yang sedang terlihat seperti berdiskusi. Sayangnya keduanya tidak memahami bahasa mereka. Elgan bisa mempelajari dengan menghisap pikiran makhluk itu, jadi itu berarti mereka akan mati jika tidak memiliki kekuatan cukup tinggi.

__ADS_1


"Tunggu di sini!" Elgan langsung mengejar langkah dua makhluk tadi.


Agar tidak ada jeritan, Sam membantu menekan suara dalam sebuah lingkaran yang dibuatnya di sekitar makhluk itu. Elgan hanya butuh ingatan salah satunya, jadi yang satunya di bius oleh sesuatu yang telah di bawanya.


Hanya butuh waktu sebentar, Elgan telah menyerap sebagian ingatannya. Dia langsung melepaskannya, makhluk itu tidak sadarkan diri karena harus menahan rasa sakit yang tidak tertahankan, hal wajar.


Selama ini, hanya satu orang yang tetap sadar saat dia mencoba menyerap ingatannya, Samantha. Itupun terkunci tidak bisa dibukanya seperti kotak Pandora.


"Mereka berkeloni, telah hidup dari ratusan generasi, di dalam gua ini!" Elgan langsung menarik lengan Sam untuk masuk lebih dalam.


"Mereka di sebut apa?"


"Dorna!"


Dorna adalah makhluk kecil seperti batu yang menggelinding tapi bisa berjalan dan tingginya hanya mencapai 14in yang telah terbentuk dari ribuan tahun lalu. Hidup berkoloni dan tidak suka terkena cahaya. Mereka brutal karena kekurangan bahan pangan, tapi sebenarnya baik.


"Mereka makan daging?" Sam khawatir jika nanti dagingnya memicu perebutan wilayah.


Okay Sam, kamu berlebihan.


"Jamur! Banyak jenis jamur yang mereka makan!"


Menurut ingatan makhluk tadi, Elgan hanya mengetahui beberapa hal yang paling pokok saja. Bahkan, dia tidak begitu jelas tentang kebiasaan mereka.


Rumah mereka seperti gedung bertingkat dengan banyak jembatan penghubung. Cahaya warna warni berasal dari batu bewarna.


"Itu batu permata?" tanyanya dengan takjub.


"Ya, sumber cahaya alami tanpa batas!"


"Mereka sungguh kaya!" Sam berpikir untuk memintanya sedikit nanti.


"Bodoh, di sini itu tidak bernilai uang! Mereka hanya saling bertukar makanan dengan senjata."


Samantha seperti melihat negeri dongeng. Tidak menyangka dalam gua gelap dan lembab, jauh di dalamnya terdapat keindahan yang memukau.


Samantha akan menuruni tangga saat tangannya lebih dulu di cekal, rupanya sedang ada ritual. Di bawah air terjun itu seseorang sedang berteriak dengan bahasa anehnya, Samantha hanya mengira-ngira apa yang sedang di katakannya.


"Mereka akan mengorbankan salah satu, untuk meminta keselamatan." Elgan telah mempelajari bahasa mereka melalui ingatan makhluk tadi.


Tiba-tiba makhluk kecil itu berteriak kearahnya. Samantha menghilang bersama Elgan menggunakan teleportasi. Tapi sayangnya karena terkejut sambil membawa Samantha, dia hanya berpindah sangat dekat.


"Kau mau bermain?" tanya Elgan dengan senyum tipis di bibirnya.

__ADS_1


"Apa kita bisa menang?"


"Tentu, jika kau pintar menggunakan otak kecilmu!"


Samantha mendengus kesal, bagaimana bisa laki-laki itu masih sempat mengejeknya di saat seperti ini. Beberapa makhluk menggelinding ke arah mereka. Tentunya dengan senjata tajam terbuat dari batu yang terlihat kuat dan mengkilap.


"Let's play the game!"


Mereka seakan sedang di anggap sebagai penyusup, meskipun memang benar. Bentuk mereka sama, tapi sebenarnya bisa di bedakan melalui ciri khusus. Samantha bahkan bisa membedakan satu dengan yang lainnya sekarang.


Seorang terlihat seperti seorang pemimpin maju mendekat. Dia berbicara aneh yang kemudian mendapatkan sahutan dari yang lainnya.


"Apa?" Samantha terkejut kala mereka tiba-tiba mulai menatap penuh permusuhan.


"Mereka mengira kita iblis! Karena mereka belum pernah melihat makhluk seperti kita!" Elgan menjelaskan sambil mencoba mengerti apa yang mereka akan lakukan.


"Sungguh? Jahat sekali! Aku tidak pernah melihat mereka, tapi tidak menganggapnya iblis!" Samantha sedikit kesal.


Samantha sengaja memberikan tekanan pada makhluk itu. Beberapa menjatuhkan senjata karena tidak kuat dengan tekanannya.


"Bodoh! Mereka malah semakin yakin kau iblis!" Elgan marah tapi ingin tertawa karenanya.


Sekarang apa? Tentu saja seperti apa yang Elgan katakan tadi, mereka akan bermain. Mengikuti alurnya untuk bisa memainkan permainan.


Keduanya di dorong untuk turun ke bawah sana, dengan banyak senjata terarah pada keduanya. Mereka terpaksa bergerak mengikuti keinginan makhluk kecil itu.


Api! Ada api keluar dari lubang kecil. Yakinlah jika itu bisa untuk membuat bebek panggang. Samantha akan dibakar? Kenapa bukan Elgan? Karena mereka merasakan banyak tekanan kuat dari Samantha.


"Kau tentu bisa mengendalikannya 'kan?" Elgan bertanya dengan nada meledek.


"Apinya berasal dari bumi! Itu bukan kompor?" Samantha berseru marah.


"Ingat, ikuti permainannya. Tapi, jika kau memilih gagal di langkah pertama, tidak masalah!" Elgan sedang memprovokasi secara mental.


Samantha berdecih, dia menatap para makhluk kecil yang terus mendorongnya pada lubang berapi itu. Samantha segera menggulung rambutnya, berjaga-jaga jika gagal.


Elgan membuka mulutnya tak percaya, padahal dia telah mengajarkan beberapa hal, tapi gadis itu masih ragu pada kekuatannya sendiri.


_____________________


happy reading ❤


jangan lupa like n komentar ya 😉

__ADS_1


__ADS_2