Lost Princess

Lost Princess
Dragon


__ADS_3

Matanya menatap pada lubang api dengan konsentrasi penuh, tapi tiba-tiba tubuhnya terdorong oleh makhluk kecil yang menggelinding menubruknya. Samantha langsung jatuh di atas lubangnya.


Uap panas tidak mengenainya karena dia juga reflek menggunakan tekanan, ternyata itu tidak seburuk yang dia pikirkan. Sayangnya Samantha tidak mengetahui resiko atas apa yang dilakukannya.


Karena lubang itu tertutup oleh badannya, dan dia tidak terbakar karena menekan api itu kedalam. Maka tekanan di dalam rongga itu semakin tak tertahankan.


Sam, kau menutupi lubangnya jika kau lupa.


Tiba-tiba muncul dua lubang lain secara bersamaan di dekat lubang yang Sam tutupi. Semua makhluk Dorna itu terkejut. Begitupun dengan Samantha, hanya Elgan yang tersenyum puas melihat pertunjukan di depan sana.


"Bodoh! Kau seperti Dorna!" ejek Elgan yang seharusnya menyinggung dua pihak, sayangnya hanya Samantha yang mengerti bahasa kasarnya.


"Aku tidak!" Sam melihatnya kesal.


"Kalau begitu menyingkirlah, kau menekan apinya ke dalam, sehingga tekanannya terkumpul di dalam dan meledak keluar!" Elgan akan menjadi bodoh juga, jika setiap hal harus di jelaskan.


Sam segera menyingkir dan akhirnya dua lubang yang tercipta barusan, tidak lagi mengeluarkan api, hanya lubang pertama yang baru saja terbuka lagi.


Para Dorna menatap Sam takut juga marah. Mereka semakin yakin jika Sam adalah iblis yang akan menghancurkan mereka.


"Aku tidak salah!" Sam tidak suka tatapan menuduh dari para Dorna.


"Hei bicaralah! Kau sudah mengerti bahasanya 'kan?" Sam berteriak membuat para Dorna takut, padahal yang diteriaki sedang mengangkat bahu tak acuh.


Para Dorna ribut seperti sedang membicarakan hal penting. Sam curiga jika dia akan di celakai lagi. Dengan cepat dia berlari menghampiri pemimpin Dorna dan mengambil pisau tajamnya dengan gerakan berguling.


Sam berniat mengambil sandera. Tapi dia lupa jika Dorna kecil dan pandai berguling. Pemimpin itu lolos dari cengkraman Sam. Bahkan sepertinya terlihat lebih marah lagi menatap Samantha.


Elgan mengambil gerakan dengan Telekinesisnya. Dua makhluk Dorna terlempar menghantam dinding gua, tidak keras tapi cukup untuk meminta perhatian mereka.


Karena tidak ada cara berkomunikasi, sulit untuk melakukan negosiasi. Elgan hanya ingin tahu apa yang membuat di luar terasa panas. Dan semua itu membutuhkan kerja sama para Dorna. Dia hanya perlu mengidentifikasi daerah sekitar.


Karena mereka sekarang lebih takut pada Elgan, Sam tidak lagi mendapatkan perhatian. Dia malah sibuk membujuk Dorna yang dilempar Elgan untuk dia sembuhkan.


Elgan menghilang entah kemana, meninggalkan Sam bersama para Dorna.


"Hai, aku ingin mengobatimu!" Sam berlari mengejar Dorna yang menggelinding.

__ADS_1


Sebenarnya luka Dorna tidak begitu terlihat secara fisik, karena mereka bahkan seperti batu. Tapi ada retakan pada badannya itu. Sam hanya ingin mencoba, apakah penyembuhannya berfungsi pada Dorna juga.


Aksi kejar-kejaran membuat para Dorna kalang kabut menghindari Sam. Seperti sedang mengejar ratusan bola basket yang terjatuh dari truk. Sulit, dan melelahkan.


Sam berharap ada Mars, dia pasti akan mudah menangkap satu. Tiba-tiba dia jadi terfikir, apakah masih ada banyak dunia lain di luar sana? Jika ada, maka para mutan dan manusia tidak perlu berebut bukan?


Saat Sam duduk sambil berpikir, ada makhluk Dorna mungil mendekatinya. Sepertinya itu anak Dorna yang masih muda.


Dia mengangkat Dorna dan menelitinya. Kulit keras seperti batu, tapi memiliki organ tubuh seperti makhluk hidup lainnya. Jadi, Dorna juga memiliki indera perasa, hanya saja mungkin agak berbeda. Seperti adaptasi lingkungan, karena sangat panas di luar dan lembab di dalam. Kulit seperti Dorna mungkin adalah bentuk mutasi juga.


Setelah melihat Samantha tidak berbahaya, beberapa mulai dengan penasaran mendekatinya juga. Samantha mencari dua makhluk Dorna yang terluka tadi, dan matanya menemukan dengan cepat. Dia berlari dan menangkapnya.


Semua Dorna kembali berlatih menjauhinya. Sam tidak peduli, dia mencoba kekuatan penyembuhannya pada Dorna itu. Dan menakjubkan, Dorna itu merasa lebih baik. Dia tidak lagi berontak, meski retakan di kulit kerasnya masih ada, tapi itu tidak lagi menyakitkan.


"Jika kulitmu seperti manusia, itu akan pulih dengan cepat!" Sam menepuk kepala makhluk itu.


Dorna itu malu dengan perlakuan Samantha, tapi dia suka. Beberapa Dorna juga jadi mendekati Samantha lagi. Karena terlalu dekat, Samantha memberikan tekanan yang membuat mereka agak jauh darinya beberapa cm.


"Baru sebentar, kau sudah akrab saja!" Komentar seseorang yang tidak lain adalah Elgan dengan wajah yang memerah.


"Kau kenapa?" Sam malah menanyakan hal yang salah. Harusnya, kau dari mana?


Sam kesal, dia mengerti dan menekankan tangannya pada kulit Elgan yang agak terbakar hingga memerah. Sam menyembuhkannya dengan cepat, kulitnya sudah pulih seperti sebelumnya.


"Kau dari mana?" Sam bertanya lagi, dan kali ini barulah benar.


"Ikut aku, kau akan terkejut!" Elgan langsung membawanya berteleportasi ke tempatnya tadi.


Para Dorna kebingungan, karena tiba-tiba makhluk asing menghilang dari hadapan mereka.


Begitu sampai, terasa panas yang amat sangat membakar kulit. Sam melihat sekitar, rupanya itu adalah dasar bumi. Jelas saja merasa panas karena ada magma panas meletup-letup di bawahnya.


"Kau ingin memanggang diri sendiri?" Sam merasa tidak tahan dengan rasa panasnya.


"Kau kan bisa menekannya, bodoh!" Elgan berjalan masuk dalam terowongan gelap di dalam sana.


Samantha merasa jika akhir-akhir ini otaknya tumpul jika dekat dengan Elgan, toxic yang berbahaya.

__ADS_1


Mereka terus menyusuri lorong panjang di bawah bumi, semakin terasa panas hingga punggung telanjang Elgan bewarna merah melepuh.


Karena kasihan, Sam membantu menekan panasnya di sekitar Elgan juga. Laki-laki itu menoleh, tapi bukan tatapan penuh rasa terimakasih yang di dapatnya, melainkan tatapan mengejek yang menyebalkan.


Elgan kesal karena Sam tidak peka, padahal kulitnya sudah melepuh, dan dia baru sadar jika harusnya membantu menekan panasnya.


Samantha hampir berteriak saat melihat hewan besar di ujung lorong. Untung Elgan segera membekap mulutnya.


Ada naga berukuran besar di dalam bumi, pantas saja di atas sana sangat panas. Naga api itu sedang tertidur. Tapi bukan hanya ada Naga, di sana ada dua makhluk buruk rupa seperti monster yang seperti sedang menjaga Naga itu.


"Naga itu terkurung, atau memang harus di kurung?" Sam memerhatikan Naga itu tidur dengan nyaman.


"Ayo cari tahu!"


Elgan mengajak Sam untuk menyusup ke sarang Monster itu. Ini gila, kekuatannya akan habis jika harus terus menekan panasnya. Sayangnya, jika tidak ingin terpanggang, maka tekan saja.


Elgan dan Samantha berteleportasi lagi ke lorong seberang. Mereka harus menghadapi monster itu agar bisa masuk. Dan saat Sam menggunakan kekuatannya untuk menekan suhu, sepertinya Naga itu merasakannya.


Naga terbangun dan membakar apapun yang di lihatnya. Saat Naga terbangun, barulah keduanya bisa melihat rantai emas mengikat kaki Naga itu.


Sam, sedikitpun tidak terbakar karena apinya.


Dia melindungi dirinya dengan membentuk tekanan udara yang melingkupinya. Sayangnya, Elgan yang sedang melawan monster itu terbakar. Dia agak melepuh di bagian punggungnya, juga rambutnya.


Samantha dapat melihat jika Elgan sangat marah. Dua Monster itu berhasil di bunuh oleh Elgan. Sam, meringis melihat rambut bagian belakang Elgan, ada bau gosong juga.


Monster itu memiliki kulit tahan api, dan lagi juga sangat bodoh dalam bela diri. Tidak akan bisa menang melawan mutan modern seperti mereka, atau lebih tepatnya hanya Elgan.


"Kau selalu berlindung, tidak ada perlawanan!"


Elgan merasa Samantha masih jauh dari kata baik dalam meningkatkan kekuatannya. Mungkin lain kali, dia akan membiarkan Samantha mengambil alih pertarungan.


Elgan menatap tajam pada Naga yang telah membakar rambutnya.


"Aku akan berurusan denganmu nanti!" Dia menarik Samantha masuk ke lorong menuju tempat yang menurut Elgan sarang Monster itu.


_________________________

__ADS_1


please like dan komentar ya 😉


happy reading ❤


__ADS_2