
Samantha terbangun di sebuah ruangan asing, Dahinya mengerut. Ia panik! matanya meneliti ruangan ini, duduk dengan cepat dan bergerak mundur hingga menempel dinding. Kakinya menekuk menenggelamkan kepalanya dalam, Ia takut. Memperhatikan tangannya, ia ingat kemarin tangannya penuh darah. Tapi sekarang nampak bersih.
Dia berada di ruangan putih tanpa benda apapun. Dan pakaiannya juga aneh, entah sejak kapan ia punya baju seperti ini. Tapi kemudian ada suara di kepalanya.
Apa kau takut?
Sam mengangguk, ia kenal suara ini. Samantha tidak tau apakah ia orang jahat atau bukan. Saat ini Ia hanya ingin pulang, kejadian kemarin juga membuatnya takut.
apa kau masih mengingatku? Kita sudah bertemu kemarin.
Sam, mengangguk lagi. Saat akan berbicara, Tenggorokannya serasa sangat kering. Ia merasa haus sekarang, tapi ia tak berani meminta pada orang yang berbicara di kepalanya.
Kau haus? nanti kau boleh minum. Tapi sebelumnya kau harus patuh tinggal di ruang itu.
Samantha tak mengerti kenapa ia harus tetap di sini. Sedangkan, orang di luar ruangan yang sedang mengamatinya, mereka akan mengisolasinya karena tak ingin Elgan menemukan keberadaan Samantha. Di ruangan itu, kekuatan dari luar tempat mereka ini tidak bisa masuk. Di ruangan itu Xavier harus memastikan terlebih dulu, kekuatan apa yang di miliki Samantha.
Selain penyembuh, Samantha punya energi besar yang terkurung dalam dirinya. Dan di sinilah mereka akan mengecek kekuatan apa itu. Akan sulit karena Samantha hanya anak-anak.
Akan ada orang yang datang, mereka tak akan menyakitimu. Mereka hanya ingin mengenalmu. Jangan takut, dan dengarkan apa yang mereka katakan nanti, Mengerti?
Samantha mengangguk lagi. Pikirannya melayang mengkhawatirkan Leonel. Ia ingin pulang saat ini. Tangan kecilnya saling bertautan. Terus mengawasi ruangan yang seperti tak memiliki pintu. Sempat terpikir olehnya, apa ia sedang dikurung? Samantha tak tau apa kesalahannya.
Di sebuah rumah mewah, orang di dalamnya juga sedang mengkhawatirkan keadaan Samantha. Suasana tegang Seperti ini terjadi sejak menghilangnya sang putri. Kabar jika Samantha hilang juga tersebar luas di masyarakat. Mereka ikut sedih, tapi itu akan berlalu karena mereka tak pernah melihat Samantha sebelumnya, hanya mendengar namanya saja.
Emilio sedang melampiaskan amarahnya pada anak buahnya. Ia merasa gagal! untuk apa punya perusahaan keamanan tingkat tinggi jika melindungi adik kecilnya saja tidak bisa.
Pukulannya sudah menewaskan tiga orang anak buahnya. Sedangkan saudara yang lain hanya membiarkan saja, karena Emilio tak akan berhenti sebelum puas.
"Hentikan dia!" marah Charles pada Jasper. Apa gunanya membunuh orang tidak bersalah.
Jasper menahan tendangan Emilio yang akan menghancurkan tulang rusuk salah satu anak buahnya. Menarik bahunya untuk mundur. Menyuruh orang untuk membawakan minum.
Charles mencengkram baju Emilio, menatap tajam pada sang putra. Pukulan mendarat keras di perutnya.
"Kau, marah! bodoh! jika kau marah bunuh mereka yang sudah menewaskan puluhan anak buahmu, bukan ikut membunuh yang tersisa!" Charles menggertakkan giginya geram, menepuk pipi Emilio dua kali, lalu melepas cengkramannya.
Charles menatap putra-putranya, semua hadir kecuali Leonel. Putranya itu terus diam tak mau bicara. Ia menyalahkan dirinya atas menghilangnya sang adik.
"Siapa yang membawanya?"
__ADS_1
"Orang itu membawa anak panah, Dan mengarah ke hutan bagian Barat. Tapi saat di telusuri hanya ada jejak pesawat. Aku menyuruh orang untuk menelusuri kemungkinan yang ada," jelas Evan.
"Bagaimana dengan mutan yang kita tangkap?"
"Dia mati sebelum kita dapat mengintrogasinya, di lihat dari cctv, ia mati begitu saja. Tanpa ada tambahan luka setelah di Kurung. Menurutku itu seperti di bunuh dengan kekuatan entah apa itu. Karena ia terus menggeleng di waktu terakhir hidupnya."
"Sial, cari tempat persembunyian mereka. Cari Samantha hingga ketemu. Dan beri tahu perkembangannya." Charles melangkah keluar dari ruangan.
Suasana tegang berganti sedikit ricuh, Mereka menggabungkan kondisi mereka di pertarungan kemarin, mencari kelemahan setia lawan mereka.
"Senjata panah listrik tidak cocok untuk melawan mutan yang bisa mengubah energi itu jadi kekuatannya, tapi akan efektif jika menggunakan pedang." Evan mengingat pertarungan dengan mutan wanita.
"Aku melawan yang bisa meniru, ya mutan yang bisa mengubah bentuk, itu sungguh menjijikkan. Ia bahkan bisa menyerupaimu" tunjuk Delwyn pada Jasper.
Jasper memutar bola matanya malas, ia menunjukkan peta tempat-tempat yang ia duga bisa di jadikan tempat persembunyian mutan. Mereka pasti menjauhi manusia, menurut Jasper mereka akan tinggal di pegunungan.
"Bagaimana jika kita tanyakan pada mutan itu sendiri?" tanya Jasper pada yang lainnya.
"Bekerja sama dengan mutan?" Delwyn tak habis pikir, ia sangat benci dengan mutan.
"Ya, kita cari mutan yang bersembunyi diantara manusia. Kita latih dia dan buat dia jadi umpan." Jasper yakin dengan rencananya.
Mereka memutuskan untuk mengakhiri perdebatan sebelum mendapat petunjuk yang lebih jelas. Untungnya adalah, manusia makhluk bebas yang tidak bisa dikendalikan.
.......
Di dalam sebuah ruangan putih, Samantha sedang memperhatikan orang yang ingin dia untuk mengikuti apa yang di lakukan nya.
"Kau lihat api ini? Coba tarik panasnya dengan energi dalam lalu keluarkan." Dayton mencontohkan di hadapan gadis kecil itu.
Dayton punya kemampuan menyerap elemen dan dia sedang menerapkan pada elemen api.
Samantha mengikuti apa yang dibilang orang di depannya. Tapi tak keluar apapun dari tangannya. Berkali-kali mencoba dan tetap gagal. Awalnya ia heran bagaimana orang itu bisa menyerap api dan mengeluarkan dari tangannya.
"Tidak bisa? apa kau tidak merasakan sesuatu mengalir melalui udara ke tanganmu?" Tanya Dayton memastikan.
"Aku tidak bisa!" Samantha menjawab tak suka. Ia hanya mendapatkan sedikit minum dan sekarang sangat lapar. Sudah tiga orang yang menyuruhnya untuk menirukan apa yang mereka minta. Tapi dia merasa seperti sedang di permainkan. Dia lapar tapi malah di ajak main.
Dayton keluar dari ruangan dengan pintu yang tidak seperti pintu. Hanya bergeser di bagian salah satu dindingnya.
__ADS_1
Setelah orang tadi keluar, orang baru masuk. Samantha bahkan malas menatap ke arahnya. Ia ingin pulang sekarang.
"Hai Sam!" Sapa Scott datar.
"Lihat ke arahku!" Perintahnya pada Samantha.
Samantha melihat pada orang berstelan putih itu. Wajahnya bahkan tidak menunjukkan ekspresi sedikitpun. Memiringkan kepalanya menilai Kekuatan apa lagi yang ingin di tunjukkan padanya.
"Berikan jepit rambutmu!"
"Kenapa?" Sam, ragu melepaskan jepit rambutnya.
Scott yang paham apa yang di khawatirkan Samantha hanya makin kesal. Bagaimana bisa gadis kecil itu takut jika dia akan benar-benar memintanya.
Tangannya masih menengadah menunggu gerakan Samantha. Tapi gadis kecil itu malah memegang erat jepit pada rambutnya.
"Berikan, aku hanya ingin menunjukkan sesuatu." bujuk Scott tanpa melembutkan suaranya.
Samantha akhirnya memberikan jepit rambut itu di atas telapak tangan laki-laki di depannya.
Sam, terkejut karena Jepit rambutnya membeku, jepit rambutnya di selimuti es. Tangannya ragu ingin menyentuh, ia ingin tau apakah itu benar-benar Es sungguhan.
Scott menurunkan suhu di tangannya dan es yang menyelimuti jepit tersebut mencair. Memberikan kembali jepit itu pada gadis kecil di depannya.
"Kumpulkan energi atau fokuskan energi pada telapak tanganmu, lalu buat suhu dingin dengan pikiranmu, Buat jepit itu beku."
Samantha lelah, kapan ini selesai. Tangannya terangkat Seperti gerakan Scott tadi. Sebenarnya Sam tidak paham. Tapi suatu bakat pasti akan muncul jika memang ada.
Samantha memfokuskan kekuatan pada tangannya, Samantha terkejut, melangkah mundur menatap pada tangannya. Ia merasa ada sesuatu yang merambat pada tangannya.
"Apa itu?" tanya Sam, lebih pada dirinya.
"Itu Kekuatanmu, lanjutkan seperti tadi dan kau akan tau itu apa!" Scott jadi yakin jika Samantha tidak berhasil pada percobaan sebelumnya karena tidak tau cara mengeluarkan kekuatannya.
"Coba lagi!" Samantha menurut dan mencoba lagi sesuai instruksi Scott.
Tangannya terasa tergelitik, saat sesuatu merambat melalui tangannya menuju ke ujung jari. Ada cahaya yang keluar, dan itu bewarna ungu dan semakin cerah saja.
Scott tak tau itu apa, bahkan Xavier yang mengawasi dari luar juga tidak tau jenis Kekuatan apa itu. Karena jepit rambut itu bahkan tidak bergerak sedikitpun. Tidak ada yang terjadi pada jepit rambut itu. Jika elemen api setidaknya akan terbakar, jika es akan membeku kemudian jika elemen atau kekuatan lain itu pasti akan berefek.
__ADS_1
Kekuatan selain api, dan cahaya semua tidak mengeluarkan warna. mereka seperti dalam bentuk gelombang. Jadi kekuatan apa yang ada pada Samantha?