Lost Princess

Lost Princess
Not return


__ADS_3

Keluarga Windson saat ini sedang melangsungkan acara pernikahan di Inggris. Delwyn berhasil mendapatkan hati pujaannya, tanpa menunggu lama setelah dua bulan berkenalan, mereka melangsungkan pernikahan di negara Inggris. Inggris adalah tempat mempelai wanita.


Kebahagiaan itu dirasakan seperti Dejavu dengan situasi yang hampir sama dengan pernikahan Emilio. Jasper yang seharusnya datang di acara pernikahan adiknya malah menghilang. Keberadaan laki-laki itu tidak bisa dilacak sejak dua hari menghilang.


Charles mendengar kabar jika misi yang dijalankan putranya gagal. Tak ada kepastian dari informasi yang mereka dapatkan. Pihak dari kebangsawanan Eropa yang juga andil dalam misi ini menyatakan jika jasper menghilang. Keberadaan virus juga lenyap tanpa bekas.


Informasi yang lebih membingungkan adalah kedua pihak lainnya juga kehilangan orang-orang mereka. Pihak Rosgard kehilangan satu anggota timnya. Pihak mutan lain yang tidak diketahui Manusia juga kehilangan, bahkan dua orang dari mereka. Jadi dimana keberadaan virus itupun tak bisa dipastikan. Hanya saja mereka sama-sama mengetahui, jika salah satu dari orang yang menghilang memiliki virus itu.


"Sayang, kenapa Jasper belum datang juga?" tanya Margareth pada sang suami.


"Mungkin ada masalah, misinya jelas lebih penting untuk umat manusia, sayang." Entah sudah berapa kali dia membohongi istrinya itu.


Margareth hanya mengetahui jika Jasper memiliki misi penting. Delwyn yang sedari kemarin menanyakan keberadaan Kakaknya juga merasakan ada yang aneh. Emilio dan Evan dengan kompak menghindarinya. Entah kenapa, tapi Delwyn mengetahui jika pasti ada yang salah.


Wajah yang seharusnya terlihat bahagia di hari pernikahannya, jadi murung karena tidak ada kehadiran sosok yang paling dekat dengannya. Kejadian ini mengingatkan keluarga Windson atas kehilangan Samantha.


Alasan yang mendasari kenapa Jasper belum mau menikah, diusianya yang cukup matang adalah karena dia belum menemukan Samantha. Jasper berjanji pada Leonel akan menemukan Samantha apapun yang terjadi. Sama halnya dengan Jasper, Leonel juga menanti saat itu tiba, dimana dia bisa mengajak Samantha yang telah dewasa pergi berlibur, dan banyak hal lainnya yang terbayang indah dibenak Leonel.


Disisi lain, Rosgard tengah melampiaskan amarahnya. Misi peluncuran virus itu gagal dan kini tidak diketahui keberadaannya. Elgan tak mau membantunya menemukan keberadaan virus itu dengan tanpa alasan. Rosgard sudah mengetahui betapa sulitnya bekerja sama dengan Elgan. Jika saja laki-laki itu mudah diajak kerjasama, maka semua akan lebih mudah untuk rencananya.


Elgan duduk menatap layar proyeksi yang menunjukkan lokasi kejadian penyerangan. Elgan tidak terfokus pada virus itu, tapi lebih pada manusia yang mulai lebih kuat dan bahkan teknologi mereka jauh lebih didepan. Mata berwarna kelam itu menunjukkan sorot tajam dengan senyum tipis yang menakutkan.


Mungkin tidak lama lagi semua akan dimulai. Kehancuran umat manusia dan mutan secara besar-besaran. Elgan menunggu bom waktu itu meledak hingga tak terelakkan. Samantha, nama yang kemudian terlintas dipikirannya. Dunia akan tahu kekuatan yang lebih mengerikan dari semuanya.


Dirinya saat ini hanya perlu mengawasi tanpa tindakan, toh makhluk-makhluk bodoh itu sendiri yang akan melakukan untuknya. Perebutan kekuasaan hanyalah awal dari semua perubahan yang diinginkannya.


Jika dipihak Rosgard dan manusia mulai melakukan pencarian, pihak Xavier hanya mencari tanpa kekhawatiran. Menurut apa yang terjadi sebelum mereka menghilang bersamaan, Xavier telah berkomunikasi lewat telepati jika Mars mempunyai virusnya.

__ADS_1


Setelah itu, entah bagaimana tak ada yang bisa ditemukan keberadaannya. Mereka seperti kompak bersembunyi untuk mengindari perebutan lanjutan dari kepemilikan virus itu.


"Ini sudah dua hari! Kenapa Archer dan Mars belum kembali? Jangan coba-coba menyembunyikannya dariku!" Samantha mulai mengacau.


Archer tidak pulang ke House of Talent bersama dengan tim Xorn. Dan baru diketahuinya jika Mars juga ikut dalam misi. Melampiaskan kemarahannya dia terus berlatih tanpa henti. Samantha hanya ingin bisa dilibatkan bukan malah jadi orang tak berguna yang hanya diam saja.


Berulang kali dia ingin bisa ikut dalam misi bersama Mars, tapi Xavier selalu melarangnya. Dengan banyak alasan Xavier membuat Samantha jadi merasa benar-benar terkurung.


Xavier menyaksikan seberapa keras Samantha terus berlatih untuk ikut dalam misi pencarian. Tingkat kepekaannya juga jadi lebih baik saat ini. Xavier menyaksikan bagaimana Samantha tumbuh jadi remaja keras kepala dan gigih dalam keinginannya. Nampak seperti bukan putri seorang bangsawan.


Hanya identitas yang tersembunyi dan mungkin Samantha juga mulai melupakan dari mana dia berasal. Gadis itu cukup tangguh dan sebenarnya juga cukup merepotkan jika sedang marah seperti ini.


Xavier menberi kode pada pelatih yang berdiri mengawasi Samantha latihan bersama yang lainnya. Dengan pemahaman itu pelatih menyuruh Samantha untuk berhenti. Dia mengajak Samantha ke halaman luar dengan berjalan didepannya.


"Ada yang ingin kau tanyakan?" Samantha melihat pada pelatih didepannya.


"Kau marah? Bahkan kudengar Sky tak lagi kau temui," balas pelatih tetap calmdown mengahadapi remaja yang sedang emosi dibelakangnya.


"Aku hanya ingin diikutkan dalam misi, dan kau tahu jika aku telah berlatih keras untuk itu, meski aku hanya memiliki bakat penyembuhan, tetapi kemampuanku dalam pertarungan jarak dekat juga mulai meningkat." Nada yang digunakan Samantha sarat akan emosi.


"Aku pelatihnya, dan aku yang akan menilai kemampuanmu. Jika kau mampu mengalahkanku dalam tiga kali gerakan, maka aku akan memperhitungkan keikutsertaanmu." Samantha tak percaya pada apa yang didengarnya.


Mustahil dia bisa mengalahkan sang pelatih. Akankah dia harus menyerah sebelum berusaha? Samantha menguatkan hatinya untuk mencoba karena jika dia berhasil, maka dia benar-benar layak.


Samantha menoleh pada kamera cctv yang dia pikir pasti Xavier dalang dari keputusan pelatihnya. Samantha ingin menolak mempercayai jika dia sedang terpenjara. Samantha mencoba menghilangkan keraguan dari apa yang diucapkan Elgan padanya.


Sudah dua gerakan dan Samantha sudah memuntahkan darah. Pertarungan tanpa senjata memang sangatlah dibencinya. Samantha padahal sudah berlatih keras dalam beladiri. Namun, melawan mutan dengan kekuatan elemen Api memanglah tidak mudah.

__ADS_1


Samantha mengerti kenapa Xavier tidak mengikutkannya dalam misi karena dia bukan tipe petarung, dia hanya bakat penyembuh. Berada di belakang menyaksikan teman-temannya terluka lalu mengobatinya.


Samantha menolak untuk kalah, pada gerakan terakhir, Samantha mengikuti gerakan Mars saat mengecoh lawannya. Mengabaikan gerakan yang seharusnya, tapi menyatu dengan gerakan lawan.


Pelatih menyunggingkan senyumnya ketika Samantha mulai bisa mengimbanginya.


"Aku berhasil membuatmu keluar dari garis!" Pernyataan yang diucapkan dengan sombong.


"Baiklah, kau mendapatkan apa yang kau inginkan," balas pelatih mengakui, lalu pergi meninggalkan Samantha.


Setelah pelatihnya beranjak pergi, Samantha tak bisa menahan lagi rasa sakit ditubuhnya. Darah segar keluar dari mulutnya. Untung saja dia mutan dengan bakat penyembuhan, jika tidak mungkin dia sudah mati sejak gerakan kedua tadi.


Samantha tergeletak di atas rumput mengistirahatkan badannya yang terasa remuk redam. Pikirannya melayang memikirkan dimana keberadaan Archer dan Mars saat ini. Kenapa sinyal pada chip yang tertanam pada kepala Mars tidak terdeteksi.


Saat pikirannya sudah melayang jauh, sosok kecil berdiri dengan bayangan yang menutupinya dari sorotan sinar matahari. Samantha melihat Sky yang menatapnya tanpa ekspresi.


"Hei kau mau apa?" tanyanya masih lemah.


"Melihatmu, kupikir kau sudah mati," jawabnya enteng.


"Hah, kejam sekali," gumam Samantha tersenyum dengan menatap langit mendung yang mungkin sebentar lagi akan menjatuhkan tetesan airnya.


_________


**Penulis akan sangat menghargai setiap like dan komen yang di berikan pembaca, karena dengan ketersediaan kalian untuk meninggalkan jejak di cerita ini membuat penulis lebih bersemangat lagi 😉.


terus ikuti kelanjutan dari novel ini yah

__ADS_1


happy reading 😘**


__ADS_2