Lost Princess

Lost Princess
Mission 1


__ADS_3

Mars berdiri di sisi kiri Archer, dia siap pada posisinya. Matanya ikut mengawasi situasi di bawah sana. Mereka saat ini bersembunyi di balik dinding gedung lantai atas. Archer juga siap di posisinya dengan panah dan senapan di sebelahnya.


Sage sedang mengacau sistem keamanan sebuah gedung yang sedang mereka awasi. Sedangkan, Xorn dan yang lain sedang mencoba masuk ke dalam gedung itu. Mereka membagi tugas, karena akan memudahkan mereka dalam misi ini.


Ada sorot cahaya yang mengarah pada keduanya, Mars dan Archer kompak menunduk. Gedung itu dijaga oleh banyak mutan bersenjata. Bahkan, Xorn dan timnya harus melewati celah sempit sebuah ventilasi udara, yang akan membimbing mereka ke bagian sisi gudang tak terpakai.


Archer yang memang biasa bertugas sebagai pengawas, memiliki kepekaan tinggi terhadap setiap gerakan. Sedangkan Mars, ia baru pertama kali mendapat misi bersama Archer, dia bisa membantu jika nanti terjadi kecurigaan. Ia memiliki gerak cepat untuk situasi darurat.


Xorn dan anggota tim lainnya yang sudah biasa melakukan misi bersama saja, sedikit kesulitan. Misi kali ini melibatkan lebih banyak orang, dengan keahlian khusus di bidang pertarungan jarak dekat.


“Apakah sisi selatan aman?!” tanya Xorn berbisik pada saluran telekomunikasi di telinganya, yang terhubung pada Sage maupun Archer sebagai pengawas luar.


“Aman! Hanya ada tiga orang yang berjaga dengan senjata pistol, diperkirakan orang pertama memiliki kekuatan elemen dasar api dan keduanya mungkin penggerak logam. Jangan gunakan pistol! Mereka bisa memanipulasi bahan logam, gunakan kekuatan dan kelincahan kalian!” jelas Sage yang didengarkan semuanya.


“Ayo bergerak! Cukup lumpuhkan pergerakan mereka!” Xorn memberi aba-aba pada timnya.


Archer juga memantau lewat layar proyeksi, yang muncul cukup dengan menempelkan telapak tangannya pada suatu objek benda. Archer menempelkan telapak tangannya pada dinding, yang langsung memunculkan layar kecil yang menampilkan titik merah. Titik merah itu adalah tim Xorn, sedangkan titik kuning berarti orang lain dalam gedung itu.


Mars masih mengawasi situasi di luar melalui jendela ruang itu, mereka berada pada sisi gedung lain yang berseberangan dengan gedung penyimpanan proyek virus Rosgard.


Rosgard sengaja memilih tempat padat pemukiman di wilayah Amerika Utara. Suhu di daerah ini cukup dingin hingga bisa membekukan jika terlalu lama di luar ruangan. Archer yang biasanya memilih mengawasi dari atap gedung, kini ia bersembunyi dibalik tembok lantai paling atas gedung.


“Archer, kau lihat sisi gedung sebelahnya?” tanya Mars dengan tatapan terarah pada gedung yang ditunjuknya.


“Yah, Sial!” umpat Archer tertahan.


“Mereka anak buah Rosgard yang lain?” tanya Mars terus mengawasi sedikit pergerakan, yang terkadang menampilkan seseorang dengan sinar laser terarah pada gedung yang mereka awasi.


“Mereka manusia!” Banyaknya pengalaman, membuat Archer bisa mengetahui ciri pergerakan manusia atau mutan.


“Sial! Kita tidak sendirian!” Mars ikut mengumpat pelan.

__ADS_1


Jika Manusia ikut campur, maka ini akan lebih sulit lagi! Karena akan ada perebutan sengit untuk mendapatkan virus C5AE. Jika itu jatuh ke tangan manusia juga bisa membahayakan mutan.


“Shitt, mereka menggunakan robot juga!” Mars sempat melihat lengan robotik yang hampir seperti manusia namun mencolok, karena terlihat lebih besar.


“Ini terlihat tidak mudah! Apakah Xavier akan turun tangan?” Mars sedikit gentar karena khawatir dengan teman-temannya yang berada di dalam gedung.


“Tidak! Resiko dalam menjalankan misi adalah kematian, dan kita semua tahu itu. Tingkat keberhasilan menipis, tapi aku yakin kita bisa!” kalimat panjang yang Archer ucapkan memang benar.


“Mereka beres, tunjukkan jalan selanjutnya menuju berlian!” kata berlian yang dimaksud Xorn adalah Virus C5AE.


“Sisi kiri ada Angel dan beberapa mutan yang cukup kuat. Ambil jalur kanan dan berbelok di lorong pertama!” bimbing Sage, Xorn dan yang lain langsung bergerak.


“Mungkin 5 menit lagi informasiku akan tertutup, mereka mulai melacakku. Mereka tau lebih cepat dari yang ku perkirakan!” jelas Sage yang dimengerti oleh mereka.


“Aku bisa membimbing kalian kaluar jika sudah dapat berlian!” yakin Archer.


“Ada pihak lain di sisi lain gedung, mungkin akan jadi perebutan jika kalian berhasil!” lanjut Archer lagi.


Pihak Rosgard mengetahui ada yang salah, beberapa orang bergerak masuk mencari penyusup. Archer mulai meluncurkan serangan, Archer juga seorang penembak jitu. Ia terlatih menggunakan senjata jarak jauh seperti panah dan senapan.


Terjadi baku tembak antara dua gedung yang berseberangan, itu memberi pihak manusia mengetahui keberadaan Archer dan Mars. Setiap peluru yang menembus kaca berhasil melumpuhkan beberapa mutan.


“Ada yang masuk ke gedung ini!” ujar Mars yang mengawasi bawah dan melihat beberapa orang mencurigakan masuk ke dalam gedung tempat mereka mengintai.


“Ambil posisi siaga, aku akan membantu melumpuhkan beberapa sebelum berpindah!” balas Archer yang masih sibuk mengincar musuhnya.


Ada beberapa peluru yang terarah pada keduanya, sepertinya pihak Rosgard juga telah menemukan tepatnya posisi mereka. Archer masih terus membalas serangan, Mars keluar dari ruangan, ia akan membereskan pihak lain yang masuk ke gedung itu.


Gerakkannya cepat, ia melesat ke lantai bawah dengan pistol di tangannya. Mars juga sudah cukup ahli dalam pertarungan jarak dekat.


“Kami di serang! Aku akan berpindah. Beritahu jika berlian sudah di dapat!” lapor Archer yang di dengar Sage dan tim Xorn.

__ADS_1


Mars kembali dengan sedikit sayatan di lengannya, ia berhasil membereskan mereka dengan pertarungan sengit. Ia sendirian melawan manusia dengan keahlian bela diri sangat baik.


Archer melihat jika Mars terluka, ia hanya menyunggingkan bibirnya, “Mereka sepertinya orang-orang keluarga Windson.”


“Keluarga Samantha?” tanya Mars memastikan.


“Ya, mereka semakin kuat saja. Keluarga Windson punya pengaman yang kuat dan aktif dalam banyak misi!”


Mars tak menyangka jika Samantha berasal dari keluarga kuat seperti itu, Mars tak pernah bertanya mengenai asal-usul Samantha. Ia juga saat ini belum mengetahui jika Samantha termasuk putri bangsawan. Keluarga Windson adalah keluarga bangsawan terkuat di Eropa untuk saat ini. Mereka tidak ikut dalam urusan politik, mereka hanya bergerak dalam bidang keamanan, badan intelijen yang secara hukum bergerak secara pribadi, namun masih dalam ranah pemerintahan.


“Robot itu sudah masuk ke dalam gedung itu! Kita akan membantu Xorn!” Archer bergerak keluar dari ruangan dengan membawa senjatanya.


Mars mengikuti, ia juga semakin waspada. Jumlah mereka tidak terlalu banyak jika dibandingkan dengan anak buah Rosgard. Sekarang ditambah dengan pihak manusia yang juga menginginkan virus itu.


Mereka jelas tidak akan membiarkan mutan berhasil meluncurkan ledakan racun itu dan berusaha melenyapkan ras mereka. Mempertahankan keberadaan mereka dengan berusaha menggagalkan rencana Rosgard.


Sama halnya dengan yang dilakukan pihak Xavier, ia menyuruh untuk mengambil alih virus itu agar tidak terjadi peperangan. Jika Rosgard berhasil, maka akan menyulut peperangan yang akan mengacaukan dunia.


Archer dan Mars melumpuhkan beberapa orang yang menghalanginya, terutama Mars yang dapat melesat cepat sebelum mereka mengantisipasinya. Mereka sudah berhasil masuk ke lantai dua. Gedung ini hanya terdiri dari 5 lantai, yang di jaga ketat di setiap lorong karena sebenarnya mereka sudah memperkirakan adanya penyerangan seperti ini.


Sepertinya pihak manusia hanya mengirimkan robot mereka untuk masuk, sedangakan yang lain membereskan wilayah luar. Mereka berencana mengambil virus yang dapat keluar dari gedung itu. Oleh karena itu, mereka tidak menghalangi ketika Mars dan Archer masuk ke dalam gedung.


Mungkin mereka juga tidak memperkirakan ada pihak lain yang juga menginginkan virus itu, mereka mengambil kesempatan untuk membiarkan pihak lain mengambil virus dalam sarang, sedangkan mereka berjaga di luar sarang berniat merebut virus itu nanti.


Situasi di dalam gedung juga sangat kacau, suara tembakan terdengar memekakkan telinga. Di tambah kehadiran beberapa robot pemusnah yang cukup menyulitkan anak buah Rosgard.


_____________


**Penulis akan sangat menghargai setiap like dan komen yang di berikan pembaca, karena dengan ketersediaan kalian untuk meninggalkan jejak di cerita ini membuat penulis lebih bersemangat lagi 😉.


terus ikuti kelanjutan dari novel ini yah

__ADS_1


happy reading 😘**


__ADS_2